Pagi datang tanpa janji bahwa semuanya akan mudah. Namun cahaya tetap jatuh di jendela, seolah berkata: mulai saja. Tak perlu sempurna, cukup jangan biarkan kemarin menentukan langkahmu hari ini.
Los adictos a la pornografía y a la masturbación suelen presentar las mismas características físicas y conductuales.
Tu sistema nervioso no puede ocultar el desgaste crónico.
El primero de los signos es:
KENAPA MENDIDIK ANAK
LAKI-LAKI ITU BERAT?
Karena kelak, anak laki-laki akan menjadi pemimpin bagi istrinya, anak-anaknya, dan arah kehidupan keluarganya. Dan kepemimpinan itu tidak tumbuh tiba-tiba. Ia dibentuk sejak kecil, dari hal-hal yang tampak sederhana.
• Ajarkan tanggung jawab, bukan sekadar keberanian
Lelaki sejati bukan hanya yang tidak takut, tapi yang berani mengakui kesalahan dan siap menanggung akibat dari setiap pilihannya. Itulah bekal seorang qawwam.
• Ajarkan mengelola emosi, bukan memendam
Anak laki-laki juga punya perasaan dan itu bukan kelemahan. Marah adalah hal yang manusiawi, tapi tidak boleh menjadi alasan untuk menyakiti. Sedih itu wajar, tapi bukan untuk dihindari. Ajari ia menyampaikan, bukan menyembunyikan.
• Tanamkan adab sejak dini
Ilmu tanpa adab hanya akan melahirkan pemimpin yang menyakiti. Ajari ia bicara dengan sopan, menghormati perempuan, dan terbiasa mengucap maaf serta terima kasih. Adab adalah pondasi sebelum ilmu.
• Libatkan dalam urusan rumah
Bukan semata untuk "membantu ibu", tapi agar ia paham sejak kecil bahwa rumah tangga adalah tanggung jawab bersama bukan hanya milik perempuan.
• Didik dengan teladan, bukan teriakan
Anak laki-laki lebih banyak belajar dari apa yang ia lihat daripada apa yang ia dengar. Cara ayah dan ibunya berbicara, bersikap, dan mengelola emosi semua itu akan ia rekam dan bawa hingga dewasa.
Mendidik anak laki-laki adalah amanah besar. Karena dari tangan kita hari ini, lahir pemimpin keluarga di masa depan.
Dalem banget. Mendidik anak laki-laki = nyiapin pemimpin masa depan. "Adab pondasi sebelum ilmu" itu kuncinya.
1 milyar insan Google Maps’i sadece yol tarifi için kullanıyor.
Oysa içinde öyle özellikler var ki, Maps artık bir navigasyondan ziyade bir Yapay Zeka asistanı.
İşte işinize en çok yarayacak gizli özellikler:👇🏻
Guys, Felix Siauw baru ngomong sesuatu di podcast Helmy Yahya yang menurut gue paling jujur dan paling berani dari seorang ustaz Indonesia dalam waktu lama.
Dan intinya satu kalimat yang langsung dilontarkan:
"Orang Indonesia tidak pernah menjadi Islam."
Bukan karena KTP-nya.
Tapi karena cara berpikirnya.
Masalah pertama
kita salah paham soal tawakal:
Felix kasih contoh yang sangat konkret.
Ada pesantren roboh.
Respons orang Indonesia:
"Qadarullah, ini takdir Allah."
Felix langsung potong:
itu bukan tawakal.
Itu kebodohan yang dibungkus agama.
Karena setiap insinyur teknik sipil yang melihat bangunan tiga lantai dengan pondasi yang salah sudah bisa prediksi itu akan roboh.
Tidak perlu menunggu roboh untuk tahu.
Dan kalau kita sudah tahu sebabnya tapi tidak dikerjakan lalu ketika roboh bilang qadarullah itu bukan pasrah pada Allah.
Itu menyalahkan Allah atas kelalaian kita sendiri.
Rasulullah memakai baju besi
dua lapis di medan perang.
Seorang sahabat tanya kenapa.
Jawabannya sederhana:
karena sebab akibat adalah bentuk tawakal yang sesungguhnya.
Bekerja sekeras mungkin baru serahkan hasilnya.
Masalah kedua
"enggak apa-apa mereka ambil dunia,
yang penting kita akhirat"
Felix bilang dia ingin kritik keras kalimat ini.
Karena logikanya terbalik total.
Cara masuk surga menurut ulama ada empat:
dengan ilmu,
dengan kekuatan,
dengan harta,
atau dengan doa.
Kalau kamu tidak punya ilmu,
tidak punya kekuatan,
tidak punya harta kamu hanya tersisa doa.
Dan kalau kamu bilang "yang penting akhirat" sambil tidak mengerjakan satu pun dari empat jalan itu dengan serius kamu sedang tidak mengejar akhirat.
Kamu sedang memakai akhirat sebagai alasan untuk tidak berusaha.
Rasulullah miskin bukan karena tidak bisa kaya.
Beliau miskin karena memilih memberi semua yang dimiliki kepada yang membutuhkan.
Miskin by choice bukan miskin karena tidak punya pilihan.
"Kalau dunia aja kamu enggak bisa nguasain,
jangan ngomong akhirat.
Akhirat itu lebih susah dari dunia."
Masalah ketiga
tidak ada critical thinking:
Ini yang paling mendasar dan paling merusak menurut Felix.
Ayat pertama yang turun kepada Rasulullah adalah iqra baca, berpikir, analisa.
Di saat itu bahkan tidak ada buku.
Tidak ada perpustakaan.
Artinya perintah iqra bukan sekadar membaca teks tapi perintah untuk berpikir kritis terhadap segala sesuatu.
Tapi apa yang terjadi di Indonesia?
Pertanyaan dibungkam.
Otoritas tidak boleh diganggu gugat.
Santri yang dilecehkan menerima
karena percaya itu "ritual penyucian."
Orang tua yang anaknya diperlakukan tidak wajar diam karena takut melawan ulama.
Felix bilang ini adalah abuse of authority yang masif dan akarnya adalah ketidakmampuan berpikir kritis yang sudah ditanamkan sejak kecil.
Padahal bahkan Rasulullah sendiri melatih sahabat untuk tidak buta taat.
Ada sahabat yang diperintahkan pemimpinnya masuk ke dalam api sebagai hukuman.
Mereka ragu dan datang bertanya ke Rasulullah.
Jawaban Rasulullah:
"Untung kalian tanya aku.
Kalau kalian masuk,
kalian tidak akan keluar selamanya."
Dari situ keluar hadis:
taatlah kepada makhluk selama tidak bermaksiat kepada Allah.
Artinya Islam dari awal mengajarkan untuk mempertanyakan bahkan otoritas.
Masalah keempat faktor struktural yang sering dilupakan:
Felix tidak hanya menyalahkan internal.
Ada faktor eksternal yang sangat besar yang tidak boleh diabaikan.
Di zaman kolonial Belanda,
ada sistem pembagian kelas berdasarkan akta kelahiran STBL.
Kelas pertama orang Eropa.
Kelas kedua orang Arab, India, Cina.
Kelas ketiga pribumi dan pribumi Muslim ada di posisi paling bawah.
Akta kelahiran itu menentukan siapa yang boleh sekolah di mana, siapa yang boleh masuk restoran mana, siapa yang boleh masuk pemerintahan.
Bukan soal kemampuan tapi soal sistem yang dirancang untuk memastikan satu kelompok tidak bisa mengakses kekayaan dan pengetahuan.
Itulah mengapa sampai hari ini di daftar orang terkaya Indonesia dan dunia dominasi Muslim sangat kecil dibandingkan populasinya.
Ini bukan semata karena etos kerja.
Ini juga karena sistem yang dibangun ratusan tahun untuk menutup akses.
Korelasi yang menarik antara keyakinan dan peradaban:
Felix membawa temuan arkeologi di Gobeklitepe, Turki bangunan berusia 11.000 tahun yang mendahului rumah dan ladang pertanian.
Para arkeolog menyimpulkan bahwa manusia tidak membangun keyakinan setelah perutnya kenyang.
Justru sebaliknya keyakinan dibangun dulu,
baru peradaban lain mengikuti.
Ini membalik teori lama bahwa agama
adalah produk kemakmuran.
Ternyata keyakinan adalah fondasinya.
Tapi ada yang salah kaprah.
Felix memisahkan dengan jelas:
bukan agamanya yang menentukan maju atau mundur suatu bangsa tapi kepedulian.
Romawi maju bukan karena agama tertentu tapi karena mereka peduli pada kotanya,
pada infrastrukturnya, pada warganya.
Ketika kepedulian itu hilang Romawi hancur.
Bukan karena Tuhannya berubah.
Felix menyimpulkan dengan satu pertanyaan keras yang ditujukan kepada dirinya sendiri dan seluruh ulama Indonesia:
"Rasulullah bilang ilmu dicabut dengan wafatnya para ulama. Ketika ulama pergi tanpa meninggalkan warisan berpikir yang benar yang terpilih adalah pemimpin-pemimpin bodoh.
Dan pemimpin bodoh membuat kebijakan bodoh yang menghancurkan umatnya."
Artinya yang paling bertanggung jawab atas kondisi umat bukan politisinya. Bukan penjajahnya. Tapi mereka yang seharusnya mendidik cara berpikir dan memilih untuk tidak melakukannya.
⚠️ Disclaimer: Berdasarkan podcast Helmy Yahya bersama Felix Siauw. Semua pandangan adalah pendapat pribadi narasumber dalam konteks diskusi keagamaan dan peradaban. Pembaca dianjurkan untuk memverifikasi referensi sejarah dan hadis dari sumber primer.
Pria ke pria
pastikan kelola resource-mu (terutama WAKTU mu) untuk 3 hal ini:
• Networking
• Money
• Knowledge & Experience
Karena aku udah lihat;
beberapa pria yang cuma buang-buang waktu di usia 20-30an, biasanya pas lewat 40 bakal jadi insecure parah.
Nyesel tapi ga tau salah siapa,
suka nyalahin orang lain,
selalu merasa kurang & gak berguna.; apalagi kalau lihat pria lain yang lebih muda dari dia ternyata lebih 'berisi' secara 3 hal tadi (Networking, Money, Knowledge) Dia bisa langsung panas & tersinggung tiap liat pria lain
Banyak pria tua yang mengaku "sudah damai" atau "hidup apa adanya," padahal sebenarnya mereka hanya menyerah karena tidak punya pilihan lain.
Itu bukan ketenangan (peace), tapi keputusasaan yang dipendam.
jadi, mumpung masih belum menua dan belum terlambat, pastikan kelola resource-mu (terutama WAKTU mu) untuk 3 hal tadi:
• Networking
• Money
• Knowledge & Experience
That's it !
Good news ny?
Semua ini bisa COMPOUND !
Jadi ga perlu muluk-muluk langsung pengen optimal,
pelan tapi pasti. Ibarat Compounding di Long-term investing :)
Sekian dari saya.
Selamat berakhir pekan.
Saya suami, usia 50. Nikah tahun 2004. Pesan saya ke teman² lajang, "Menikahlah dgn calon yang punya mindset sama, terutama untuk hal yang kalian anggap sangat penting."
Sejak 2024 saya tdk punya penghasilan tetap karena perusahaan bangkrut.
Dengan tabungan yg ada, kami mampu survive sampai Ramadan 2026 kemarin, apalagi saya jg ada freelance yg sayangnya terimbas kondisi ekonomi negara yg scr umum tdk baik² saja.
Di sinilah sy sadar bhw selama ini kami punya mindset yg beda dlm hal mencari uang.
Wkt bekerja, gaji sy rata² 2x UMR, jd sy bisa provide keluarga sjk nikah 2004-2025 anggap sj. Sebetulnya sjk kena layoff, sy minta pindah rumah karena kontrakan yg kami tempati lumayan harganya (3 juta sebulan).
Kami punya rumah di Depok hasil tabungan slm bekerja. Istri menolak pindah, alasannya sekolah anak. Istri maunya anak² kami lulusan Jkt, bukan Jabar.
Sy pun minta pindah ke rumah yg lbh kecil & murah krn 3 juta sebulan itu berat, apalagi putri sulung kami kuliah di luar kota, perlu biaya
istri lagi² menolak, alasannya lingkungan. Maka jadilah kami tetep tinggal di rumah besar.
Tdk ada penghasilan tetap sementara sy jg membiayai si sulung rata² 3,5 juta setiap bulan utk kos & makannya.
Meski sy tetap bersyukur semua bisa ketutup, tetap sj sy cemas melihat saldo yg lebih cepat habis daripada keisinya.
Sekarang saya sedang di fase dimana istri kaya' nganggap saya najis dan t*i. Omongannya nyakitin (emang dari dulu sih.
Dulu sy yg provide aja dia berani sm sy, apalagi skrg saar sy sdg terpuruk), buang muka kalo ketemu saya, makanan nggak disiapin (nggak masalah, sy sdh biasa dari dulu diginiin kl tgl tua), baju nggak dicuciin (untungnya sy mandiri, bisa kerjain sendiri).
Nah perbedaan mindset ini kentara sekali di 2010 saat sy resign & menjalankan usaha editing video.
Istri blg dia lebih suka punya suami yg kerja keluar rumah (dan pake seragam kantor). "Aku jawab apa kalo ditanya tetangga?" katanya. "Bilang aja ngedit di rumah," kata saya. "Pokoknya aku malu punya suami yg dari pagi sampai malam ada di rumah."
cc:thread
PRIA TANGGUH GAK
BANYAK OMONG, TAPI
TERBUKTI NAIK LEVEL
1. *BERHENTI NONTON B_K_P.* Itu bukan hiburan, tapi sabotase mental
2. *KURANGI GULA.* Biar fokusmu gak naik turun kayak mood
3. *PERBANYAK MINUM AIR PUTIH.* Simpel, tapi jarang yang disiplin
4. *OLAHRAGA RUTIN.* Badan sehat, pikiran tajam
5. *HINDARI PARTY GAK JELAS.* Energi kamu terlalu mahal buat dibuang
6. *STOP DRAMA.* Hidupmu bukan sinetron
7. *FOKUS HASILKAN UANG.* Karena pamer gak pernah bikin kaya
8. *BICARA SEPERLUNYA.* Karena tindakanmu yang bersuara
ini pernikahan gue
nemenin suamik nonton anime kesukaannya setiap malem .
awal2 sebelum dapet pemikiran ini, gue tuh sering bgt ribut kecot aja sama suami .
dia pulang kerja capek mau disayang mau ngelakuin hobby nya mau me time, sedangkan gue nunggu dia pulang kerja juga mau disayang dan didenger ceritanya
suami gue umurnya 30th, dia hobby game mobile legend dan nnton anime .
sedangkan gue?? samasekali gasuka 2 hal itu, mau tau pun gada rasanya .
dia pernah bilang "yaudah makanya kamu ikut main ML biar kamu jadi temen main aku" gue coba tapi nyatanya gue beneran gabisa dan bosan.
tapi gue selalu kepo dia main sama siapa aja dan isi chatnya apa. huuu ..
makin hari gue mikir nanti dia lama lama ga betah sama gue karena gue ribet begini, terus ribut gada brentinya .
akhirnya gue coba masuk dunianya, gue coba mengerti nnton anime2 itu, karena dia kalo nnton fokus .
yaudah gue coba ikutin, dan akhirnya gue berhasil. anime pertama yg dia kasih tau gue itu film nya saitama, sampe gue blg "kenapa kalo lanjutan filmnya lama gini sih? ngegantung aja" .
terus dari situ dia nnton naruto, gue blg "emg seseru apasih film itu?" terus dy kasih gue dari eps 1, tapi dia seneng ceritain jalan ceritanya sambil nnton bareng.
meskipun kadang dia ngasih tau gue bbrpa eps longkap2 dan gue ga ngerti ya gue ttp nikmatin kebersamaannya aja,
padahal gue kadang suka lupa pemerannya siapa aja, jutsunya apa, klen mana 😅 tapi dengan cara ini . kita bisa samasama dapet benefit, dy berhasil ngelepasin capek didalem rumah ditemenin istrinya, dan gue???
berhasil minta disayang sambil nnton film kesukaan dia. kadang nnton sambil diusapin, digarukin, diciumin.
kalo laper ditengah film kita suka keluar buat beli cemilan baru lanjut nnton lagi .
sampe kita ketiduran bareng .
besoknya pulang dia kerja gue selalu siap nemenin dia lagi .
ngobrol seputaran " ini kenapa ko jutsunya aneh ya" "dia kenapa ko berubah jadi uler" "dia kenapa jahat" hahaha .
jadi suami gue pulang ontime (kalo gada yg urgent) yg betah dirumah karena dapet partner hobby.
anak gue? anak gue udah kebagian gue temenin nnton film dia itu di waktu sore, sedangkan buat diri gue sendiri? gue me time ketika anak gue tidur siang dan suami gue kerja .
jadi dalam sehari gue melakukan 3 hobby, gue, anak gue, suami gue
cc:threads
Nak, malam ini Bapak mau ngobrol serius..
“Nikah itu bukan cuma soal cinta...”
Banyak anak muda sekarang jatuh cinta, lalu buru-buru nikah. Tapi 2-3 tahun kemudian, rumah tangga berantakan.
Kenapa? Karena mereka lupa: nikah itu bukan hanya soal perasaan, tapi juga soal tanggung jawab besar.
Cinta itu mudah datangnya..
Tapi tanggung jawab itu yang bikin pernikahan kalian langgeng..
Bapak lihat banyak kasus.. suami yang gampang menyerah ketika susah, istri yang kurang sabar menghadapi kekurangan suami.
Akhirnya rumah jadi semacam medan perang, anak-anak yang jadi korban.
Bapak kasih nasihat ala Bapak:
- Pilih pasangan yang baik hatinya, bukan cuma yang cantik/ganteng atau kaya.
- Cari yang sabar, yang mau kerja sama, yang menghargai orang tua dan yang bisa diajak bangun rumah tangga.
Karena cantik bisa pudar, harta bisa habis, tapi hati yang baik itu bisa hubungan kalian langgeng.
Nikah itu bisa diibaratkan nanam pohon buah..
Kalian nggak bisa cuma nyiram pas lagi musim hujan doang. Harus sabar, rawat setiap hari, kadang kena panas, kadang kena hujan. Tapi kalau akarnya kuat, nanti buahnya manis dan bisa dinikmati anak-cucu.
Tanggung jawab suami:
- Memberi nafkah yang halal
- Melindungi keluarga
- Menjadi imam yang baik
Tanggung jawab istri:
- Mendukung suami
- Mendidik anak dengan kasih sayang
- Menjaga keharmonisan rumah tangga
Dua-duanya harus sama-sama berusaha. Nggak ada yang namanya “50-50”, harus 100-100.
Bapak dulu juga pernah muda. Juga pernah merasa “ini orangnya”.
Tapi Bapak bersyukur karena memilih Ibu kalian yang sabar dan baik hati. Bukan karena sempurna, tapi karena kami berdua mau saling mengingatkan dan saling memaafkan.
Pesan terakhir Bapak:
Nikah itu ibadah. Jangan nikah hanya karena takut jomblo atau ikut-ikutan teman. Nikah karena siap bertanggung jawab di hadapan Allah dan di hadapan anak-anakmu kelak.