Waktu Jokowi meminta pada bu Mega agar anaknya yg dijadikan walikota Solo, padahal blm memenuhi syarat AD/ART Partai, dan berakhir dng dipenuhinya permintaan itu oleh bu Mega, maka itu benar-benar mutlak merupakan budi jasa bu Mega pada Jokowi.
Tapi kini, baik Masinton, Panda Nababan maupun semua elite PDIP lainnya tak habis pikir serta bertanya-tanya, dimana etika Jokowi dan anak-anaknya, hingga kemudian memilih jalan berseberangan dengan kebijakan PDIP..?
Jokowi dinilai “intercept” garis keputusan bu Mega, dengan merestui anaknya masuk dalam kontestasi Pilpres/Pilwapres menjadi lawan PDIP serta menjadi kader parpol lain diluar PDIP.
Sikap Jokowi disepakati oleh semua elite PDIP maupun banyak orang diluar PDIP sebagai perilaku yg dianggap tidak tau diri dan tidak tau terima kasih terhadap Megawati dan PDIP.
Jadi kalau kemudian ada yang menyamakan perilaku dalam kisah Jokowi-Megawati tadi pada 𝘧𝘳𝘢𝘮𝘦 𝘱𝘰𝘭𝘪𝘵𝘪𝘤𝘢𝘭 𝘳𝘦𝘭𝘢𝘵𝘪𝘰𝘯𝘴 Anies Baswedan-Prabowo, maka dapat dipastikan, jika dia orang awam, maka dia pasti warga kelas tiga dalam barisan simpatisan parpol yg hanya ikut menjadi tim hore, namun kudet akan dinamika politik yg terjadi.
Tapi kalau dia kader partai politik, biasanya dia kader bantalan yang cuma dijadikan donatur partai, kader abadi yg diberi jabatan di pinggiran struktur partai baik di DPD-I maupun DPP, kemudian di ‘jorokin’ jadi Caleg pembeli “Nomor Urut Mati” (balak enam), sekedar punya 𝙥𝙧𝙞𝙙𝙚 bisa bikin spanduk untuk dibanggakan kepada tetangga, saudara dan handai taulan.
Sorry yee.. ini fakta, jangan baper..🤭.
Mohon maaf cuman bisa menuliskan segini ajah dari diskusi kemarin. Ini nulis sambil siap2 jalan ke Jakarta. Lebih lengkap bisa tonton diskusinya ini aja yah https://t.co/D9XXOReTNE
Terimakasih #PDP_AI (14)
Colek @iimfahima, @ismailfahmi, @ainunnajib minta bantu share ya :)
Puluhan tahun siswa di Indonesia dicekoki narasi tunggal G30S versi negara. VICE coba mencari tahu apakah narasi yang lebih beragam pasca-Reformasi memengaruhi pemahaman generasi muda. https://t.co/KpyAR5mU4Q
#SeptemberHitam
Setidaknya ada:
8 korban tewas di Tragedi Semanggi II
5 korban tewas di #ReformasiDikorupsi
0 evaluasi Negara untuk mereformasi sektor keamanan dalam merespons aksi massa
cc: Presiden @jokowi@DivHumas_Polri
Apa yg kamu ingat dari 2 momen ini?
Dokumen rahasia dari Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN), mengungkap lalu lintas transaksi keuangan mencurigakan dalam skala global senilai lebih dari Rp 29.000 triliun. https://t.co/CUwV7zwS4h #MajalahTempo#FinCENfiles
Di Indonesia, bocoran arsip #FinCENfiles memuat transfer mencurigakan antara Rosoboronexport--perusahaan produsen persenjataan militer milik pemerintah Rusia--dan pengusaha Indonesia bernama Sujito Ng.
Ini penelusuran Tempo.
https://t.co/CUwV7zwS4h #MajalahTempo
Bocoran ribuan dokumen rahasia mengungkap transaksi mencurigakan yang melibatkan pejabat, pengusaha, pelanggar hukum dan otoritas perbankan di seluruh dunia.
Ini hasil kolaborasi #MajalahTempo dengan 110 media dari 88 negara yang dikoordinasi oleh @ICIJorg dan @BuzzFeedNews