Elu semua bener2 sok tahu ya, gak pernah liat cewek nambang dan nyangkul yg adalah SANGAT UMUM ditemukan di berbagai tempat. Main yg jauh ah, di medsos mulu sih.
@Wawasofe Yudh cewek suruh pada kerja di tambang, nyangkul dll.
Faktanya kalian itu emang fisiknya ga sekuat kita.
Feminist cari apa sih? Kerja bisa, sekolah bisa, cerai bisa, terus koar2 cari apa?
Ujung2nya semua cewek itu berlutut di laki laki mapan.
Yuli dan Alegra Wolter merupakan dua transpuan yang telah mendobrak stigma dan menunjukkan sebagai manusia yang pantas diakui martabatnya oleh negara.
Melalui pendidikan, Yuli dan Alegra meruntuhkan tembok tebal yang membatasi kehidupan transpuan yang identik di jalanan.
Baca kisah Yuli dan Alegra Wolter dalam serial #BukanPerempuanBiasa di:
https://t.co/30YeQY4Xis
Melalui aksi ini, API menyampaikan tiga tuntutan utama:
1. Menghentikan kekerasan dan segala bentuk diskriminasi terhadap kelompok ragam gender dan seksualitas.
2. Menolak kebijakan yang bersifat diskriminatif.
3. Menuntut negara untuk melindungi hak asasi setiap warga negara tanpa adanya diskriminasi.
Sepanjang aksi, peserta membawa poster dan membentangkan banner bertuliskan "Stop Diskriminasi dan Kekerasan terhadap Kelompok Ragam Gender" serta berbagai pesan yang menyerukan keadilan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.
📸Elvina Manuella Simanjuntak/Konde.co.
"Hidup Perempuan! Hidup Buruh! Hidup LGBT!"
Begitulah suara tuntutan yang digemakan dalam aksi Aliansi Perempuan Indonesia (API) hari ini.
Aksi berpusat di depan Gedung Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham), Jakarta Selatan, sebagai bentuk peringatan sekaligus seruan untuk menghentikan segala bentuk kekerasan dan diskriminasi terhadap kelompok ragam gender dan seksualitas.
Aksi berlangsung pada pukul 13.00 hingga 16.30 WIB dengan mengusung tuntutan "Hentikan Kekerasan Terhadap Ragam Gender dan Seksualitas."
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai elemen organisasi yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Indonesia—menyatakan solidaritas terhadap perjuangan HAM tanpa diskriminasi.
Peserta aksi menyuarakan penolakan terhadap segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan tindakan persekusi yang masih dialami kelompok ragam gender dan seksualitas. Mereka juga menolak berbagai kebijakan yang dinilai diskriminatif serta mendesak negara untuk menjamin perlindungan hak asasi manusia bagi setiap warga negara tanpa membedakan identitas gender maupun seksualitas.
📸Elvina Manuella Simanjuntak/Konde.co.
Sedang mencari nafkah, tiba-tiba dipersekusi dengan kekerasan.
Itulah yang terjadi pada komunitas transpuan oleh kelompok yang mengatasnamakan diri “Bogor Bersih LGBT” pada Kamis, 16 Juli 2026.
Ironisnya, kekerasan terhadap transpuan di Bogor bukan insiden yang berdiri sendiri dan bukan sesuatu yang baru pertama kali terjadi.
Pasca-Perpres Nomor 111 Tahun 2025 yang menyebut LGBT sebagai ancaman nonmiliter, berbagai daerah berlomba-lomba menyusun perda diskriminatif bagi ragam gender dan seksualitas.
Sementara itu, kekerasan terhadap komunitas LGBTQIA+ bagai gajah tak tampak di pelupuk mata: ia ada dan nyata, tapi diabaikan begitu saja oleh negara.
Baca artikel selengkapnya di:
https://t.co/N60m0FONdS
#QueerBukanAncaman
#StopKekerasan
Kalau beneran anarko sih akan setuju dan mengorganisir diri di sini ya, kan prinsipnya pembebasan anti-otoriter. Kecuali abang2 si-paling-anarko yg anarkismenya cuma fesyen buat nutupin jiwa2 fasis itu.
ALERTA!!!🚨
PENANGKAPAN SEWENANG-WENANG TERJADI LAGI
Icad seorang warga yang diduga pihak kepolisian adalah admin dari akun @TheKerupuk, telah ditangkap dan dibawa oleh 8-10 anggota polisi ke Polres Metro Tangerang kemarin malam karena konten-konten meme di akun tersebut.
Boleh baca-baca
- Evolutionary Psychology of Patriarchy
- Female Mate Choice Theory of Patriarchy
- Parental investment theory
- Patriarchy through female choice.
dan beberapa tulisan/karya hasil pemikiran seperti Camille Paglia dulu ya kak
Tau gak?
Kalau enggak, saya gak akan mansplaining, mau berlagak bodoh aja
Ingat nama ibu Papua ini:
Melkiana Duwitau, ibu hamil 31 tahun, tewas dibunuh peluru tentara saat sedang hamil 32 minggu akibat operasi militer
Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kab. Intan Jaya
Never forget, never forgive
VONIS KOMAR BUKTI HUKUM HANYA UNTUK OLIGARKI!
Komar, yang sudah divonis 6 bulan penjara di Bandung, kembali ditahan, disidang, dan divonis 6 bulan lagi di Surabaya karena tindakan yang sama!
Hakim dan jaksa sama-sama mengangkangi hukum, demi bisa memenjarakan Komar!
JADWAL SIDANG TAHANAN POLITIK Rabu-Kamis (1-2 Juli 2026)
Puluhan kawan kembali ditangkap pada May Day maupun gelombang protes Juni.
Puluhan lainnya sudah terlalu lama di penjara dan masih bersidang.
Mari ramai-ramai bersolidaritas untuk mereka dengan gara-cara yang kita bisa!
Para pemuka agama, ulama, dan laki2 Muslim masih banyak sekali yg cabul, pemerkosa, pedofil, pelaku KDRT, tuh. Skala prioritas kegentingan lembaga anda jelek sekali.
Guna mengatasi kekosongan hukum positif di Indonesia, Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara resmi mengambil langkah strategis dengan menyusun Naskah Akademik Rancangan Undang-Undang (RUU) Pidana LGBT. Langkah komprehensif ini dipersiapkan untuk mendorong regulasi tersebut masuk ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) di DPR RI, sehingga Indonesia memiliki payung hukum yang kuat dan sanksi riil yang pasti nasional bagi para pelaku serta pengkampanyenya.
Sumber konten: https://t.co/6MmL9Vo04Q
#MUI #InfoMUI #RUUPidanaLGBT #NaskahAkademik
@RizkyMard Araredan bangga disaruakeun jeung fasis global dibanding jd decent human being 😂
Moal atuh ngabantai pelaku ks mah da jelemana manehna sorangan jeung babaturanna keneh, mending bantai saha we nu gender-seksualitasna beda; aman sirkelna tdk terusik yekan wkwkw. Opressor mindset