Dalam kurung berpalang nestapa, kupintal sendu dari benang gulana; sayapku ... telah remuk di altar ๐บ๐๐๐๐, terpenjara dalam ๐ฒ๐ฐ๐ซ๐ผ๐ต๐ฎ ๐ซ๐ผ๐น๐ฑ๐จ.
๏ธ๏ธ ๏ธ๏ธ
๏ธ๏ธ ๏ธ๏ธ
SESEORANG PERNAH BERKATA, ๐พ๐๐๐๐ผ ๐ผ๐ฟ๐ผ๐๐ผ๐ ๐๐๐ผ๐๐ผ.
Tapi bagaimana jika yang kau punya hanya keheningan? Maka kasih sayangnya hanya bisa hadir lewat diam, dan luka tetap berbicara lewat benda-beda yang ditinggalkan.
๏ธ๏ธ ๏ธ๏ธ
๏ธ๏ธ ๏ธ๏ธ
๏ธ๏ธ ๏ธ๏ธ
๏ธ๏ธ ๏ธ๏ธ
BEBERAPA RUMAH HANYA PUNYA DINDING, ๐๐จ๐๐๐ก ๐ฃ๐๐๐จ๐๐๐ก.
Dan beberapa lelaki, terlalu lama membungkam luka, sampai tubuh mereka yang bicara lebih dulu, lewat bunyi logam menghantam beton pada dini hari yang tak disaksikan sesiapa.
๏ธ๏ธ ๏ธ๏ธ
๏ธ๏ธ ๏ธ๏ธ
๏ธ๏ธ ๏ธ๏ธ
๏ธ๏ธ ๏ธ๏ธ
SEBELUM ๐๐๐ง๐ SEMPAT ๐ฃ๐จ๐๐๐ก๐.
Ada yang tumbuh dalam diam, seperti luka yang tak pandai bicara, atau rindu yang tak berani pulang. Sebab ia tak tahu harus mengetuk dari mana.
๏ธ๏ธ ๏ธ๏ธ
๏ธ๏ธ ๏ธ๏ธ
ใ ค
๏ธ๏ธ
๐ช๐๐๐ง๐จ ๐ง๐๐ฅ๐๐ก๐ง๐จ๐ ๐๐ ๐๐๐๐๐ฅ ๐๐๐ฅ๐จ๐ ๐ฌ๐๐ก๐ ๐ง๐๐ ๐๐๐ฅ๐ก๐๐ ๐
Malam menyusut jadi ruang selebar nyala lampu terakhir. Di luar, langit seperti menghapus dirinya sendiri. Lalu seseorang datang, membawa diam yang lebih tua dari suara.
๏ธ
๏ธ
โ โ โ
โ โ โ
Pada tahta yang kautabalkan sebagai dewa, maka biarlah aku menjelma sengkarut: mengurai kejayaanmu. ๐๐ฒ๐ฟ๐ฑ๐ฎ๐บ๐ฎ๐ถ๐น๐ฎ๐ต...
โ โ โ
โ โ โ
๏ธ๏ธ ๏ธ๏ธ
๏ธ๏ธ ๏ธ๏ธ
๊ฆซ๊ฆ.
Selamat mengulang bulan Juni yang keempat, sayangku @sarwaprani. Bentar lagi masuk taman kanak-kanak.
๏ธ๏ธ ๏ธ๏ธ
๏ธ๏ธ ๏ธ๏ธ
๐ฝ๐๐ฃ๐๐ฃ๐-๐๐๐ฃ๐๐ฃ๐ ๐๐ฉ๐ช ๐ฉ๐๐ ๐ฅ๐๐ง๐ฃ๐๐ ๐ฉ๐๐ง๐๐ ๐๐ฉ ๐ฉ๐๐๐๐จ ๐๐ ๐๐ฉ๐๐จ ๐ฅ๐๐ ๐๐ฉ ๐๐๐ง๐๐ ๐ฎ๐๐ฃ๐ ๐ฅ๐๐ฃ๐ช๐ ๐๐ข๐๐ง๐๐; 'Saudara' hanya bualan lugas di antara sekelebat bincang yang tak pernah hangat dalam dekap rahim yang sama.