Airport Security: “Sir, why are you carrying a suitcase full of rocks?”
Mr. Yusuf: “Because they’re valuable.”
Airport Security: “They’re rocks.”
Mr. Yusuf: “Exactly.”
Airport Security: “That doesn’t explain anything.”
The suitcase weighed nearly 30 kilograms.
Every scanner operator who saw it thought the machine was malfunctioning.
It wasn’t.
The entire bag was packed with ordinary-looking stones.
Security Officer: “Where did you get them?”
Mr. Yusuf: “A beach.”
Security Officer: “You flew across the country to collect rocks from a beach?”
Mr. Yusuf: “Not intentionally.”
The officer sighed.
Security Officer: “Start from the beginning.”
Mentan(g)2:
"Aku sudah berkorban sampai sakit demi rakyat. Demi masa depanmu..gara2 pesta babi...jangan fitnah2.."
Hmmm..dulu jg bilang MBG bagus...eh taunya korupsi...sibuk undang Gubes & mahasiswa tapi data detil tak muncul2...sibuk ceramah sana-sini...data detil mana pak????
@LambeSahamjja Klo sy justru jadi pengen nyamperin meja itu dan langsung minta pake kalimat perintah sesuai keperluan kita. "Bapak/ ibu, saya perlu dibuatkan surat keterangan xx dari sini, silahkan dibantu ya!" Bukan kalimat tanya kan 😂
Apa kalian lupa ya, betapa besarnya serangan terhadap guru, agar kita menerima tunjangan profesi guru dihapuskan (Draf RUU Sisdiknas 2022) pada era merdeka belajar 2019-2024?
Saat itu, paradigma yang dipakai khas sri mulyani, dan world bank, bahwa guru butuh lebih banyak pelatihan sambil menutup mata pada kesejahteraan, sehingga 3 Triliun untuk program Guru Penggerak dianggap lebih prioritas daripada PPG yang hanya ratusan miliar rupiah. Mereka selalu memalingkan muka ketika diminta apakah mereka mau menjamin kesejahteraan guru.
Tahun 2024, ketika sadar merdeka belajar akan karam, dibuat berbagai laporan yang menunjukan keberhasilan program-program merdeka belajar. Mereka tidak segan untuk mengundang lembaga internasional untuk ikut memuji.
Bahkan sebagai penebusan dosa, mereka melakukan apa yang "seharusnya." PPG diperbesar dan dipercepat. PMM tidak diwajibkan, dan lain seterusnya. Supaya ada dukungan program dilanjutkan.
Namun ada juga upaya-upaya terselubung untuk mempertahankan program yang ada. Misal menyisipkan program merdeka belajar dalam peta jalan pendidikan.
Hal-hal semacam itu membuktikan bahwa program merdeka belajar lebih peduli pada reputasi programnya, ketimbang dampaknya terhadap pendidikan kita.
Disini patut dipertanyakan, jika merdeka belajar adalah kontribusi terhadap pendidikan, kenapa begitu khawatir jika orang-orang menyadari masalah dari program ini? Artinya ada sasaran lebih besar dari program ini sehingga perlu menjaga reputasinya meski ganti menteri.
Sebab sejak awal, mereka sudah merasa benar atas asumsinya bahwa TPG terlalu besar untuk guru. Mereka tidak mementingkan bahwa TPG bagi beberapa guru di daerah, honorer, guru swasta, adalah pertahanan terakhir supaya bisa mendapatkan gaji layak.
Pertanyaannya apa dampak pelatihan guru pada era merdeka belajar terhadap kualitas pendidikan kita?
Sampai saat ini yang dilaporkan hanya jumlah akses platform, konten, atraksi panen guru penggerak, hastag, testimoni-testimoni terpilih dan lain seterusnya.
Jika anda rajin-rajin melihat jejak digital, ada beberapa lembaga pelatihan yang sangat terafiliasi dengan aktor merdeka belajar. Kampanye mereka begitu halus, tapi cara menyedot anggaran pendidikan begitu kasar.
Kalau anda perhatikan, inilah puncak ketika guru yang ditampilkan oleh keberhasilan merdeka belajar selalu 4L, lu lagi, lu lagi.
Tapi yang jelas saat ini guru yang sudah terlanjur terjebak dalam arus membuat konten, tidak dapat menghentikan dirinya, dan melupakan tugas utamanya dalam memperbaiki dan meningkatkan kualitas mengajar mereka. Guru/pengawas yang membuat konten ketika TKA, hanya satu fenomena dari gunung es.
Dapatkah mereka dimintai pertanggung jawaban? Sesuatu yang tidak bisa ditangkap oleh persidangan namun dampaknya lebih buruk bagi pendidikan kita.
Pada titik ini, saya melihat guru diperas dalam skala pendanaan internasional, kebijakan nasional,dan individual; di era merdeka belajar, jaringan pelatihan ini juga tidak segan memanfaatkan kepanikan guru atas perubahan kebijakan, melalui keistimewaan bahwa mereka terlibat dalam pembuatan kebijakan tersebut.
Inilah kejahatan kerah putih melalui "pelatihan guru." Kasus korupsi Chromebook, hanya bisa menangkap bagian kecilnya saja. Tapi sesungguhnya sangat bisa ditelusuri. Google, tidak sendiri.
Kabar duka dari Papua. Aliko Walia (Laki-laki, 8 tahun) meninggal dunia setelah berjuang 36 hari dengan luka tembak tembus di dada kanan. Ia menjadi korban saat operasi militer di Puncak pada 14 April lalu.
Ibunya, Wundilina Tabuni (Perempuan, 40 tahun), tewas di tempat pada hari kejadian. 🥀
Selengkapnya: https://t.co/9uUt6xwlBJ
#PengungsiInternalPapua #IDPsPapua #Papua #Indonesia #WestPapua #PapuanLivesMatter
https://t.co/EsqCQuqsFY | FB: JubiNews | X: @News_jubi | IG: newsjubi | Tiktok: @jubinews | Youtube: @jubinews
Así era el brutal colonialismo holandés en Indonesia, donde los colonos blancos implantaron un sistema de segregación racial, donde los indonesios nativos, incluido niños, eran sus esclavos sin derechos.
Occidente no se hizo rica gracias a su esfuerzo, sino debido al saqueo y al genocidio de los pueblos nativos africanos, asiáticos y sudamericanos... invadían sus paises, saqueaban sus materias primas y se llevaban la riqueza a Europa.
Pero estos criminales racistas que invadieron y saquearon medio mundo son los que hoy te hablan de que los inmigrantes están invadiendo sus países.
33/
Apakah proses hukum harus diawasi? Tentu.
Apakah jaksa harus membuktikan dakwaan secara ketat? Wajib.
Apakah Nadiem dan @ibamarief punya hak membela diri? Mutlak.
Tetapi menyebut semua ini kriminalisasi tanpa melihat jejak kebijakan sejak 2019 adalah penghapusan memori publik.
Ingat baik-baik namanya, Nalince Wamang
Pelajar asli Papua, 17 tahun, tewas ditembak oleh tentara saat sedang mendulang emas di wilayah bekas aliran limbah tambang PT. Freeport demi mencari uang untuk kuliah
Dimiskinkan sistem, dibunuh aparat negara
Never forget, never forgive
Saif has been released from israeli captivity and after 6 brutal days, his message is clear - we must continue to mobilize!
Still, thousands of Palestinian prisoners are being held hostage in israeli dungeons, subjected to inhumane conditions. We are one small step closer to a free Palestine but our fight is far from over. We must continue to push against empire on all fronts!
A heartfelt thank you Saif and Thiago’s legal team at Adalah and to all who mobilized and applied pressure at every level for the safe return of our comrades.
Until liberation.
In memory of Folke Bernadotte, the Swedish nobelman and diplomat who saved thousands from Nazi camps via the White Buses Operation, but was assassinated years later in Palestine.
There is a street in Gaza named after him, now destroyed along with the rest of Gaza.