Kejam
Kau kejam
Dengan ringan kau ucap keseriusan
Hingga aku yang terbius
Lalu tak kau patahkan
Apa kau anggap ini mainan
Lantas mengapa
Mengapa kau urungkan
Aku patah di tengah perlayaran
Perahu yang kita bangun
Dengan mudah kau ledakkan
Kejam, Kau kejam dalam diam
Menangis
Aku menangis sepi
Tiada tempat mengadu
Melaikan hanya pada pemilik kalbu
Seraya berdoa dan berharap padanya
Karna tiada illah yg berhak disembah melainkan Allah
Terpuruk
lemah raga ku
Kadang tak terarah
Berjalan ditengah megahnya dunia dan seisinya
Yang gagah tak terkalah
Berat semua terasa tak terbawa
Lemah pundak ku tak kuat menahan daya
Kau yang kupuja bahkan kejam padanya
Memang semua tak mudah
Namun ku takrela kau dengannya
Baru saja aku menemukan cinta ku. Dan baru saja pula aku tak dapat kabar tentangnya. Menangis rasa diriku. Berkaca bola mata ku tak kuat menahan itu. Tapi hati terus berdoa semoga kita ditakdirkan bersama. Terlukis dengan lantang doa dari kalbu, Menembus pintu langit ketujuh.
Gua lagi stagnant di 3 titik(S2,Karir dan cinta). Berusaha bangkit dan berharap ada yang nemanin sihh dalam kebangkitan.. ehh tapi lupa kan 1 titik(cinta) lagi stagnant juga...