[INTEL MENYERANG MAHASISWA?]
Kawan kami, Hafidz Haernanda, Koordinator Bidang Sosial Politik BEM UI, diserang oleh seseorang yang tidak dikenal di Jakarta Selatan tadi malam (4 Okt). Ia ditendang dari motor, dipukuli, ditodong dengan (dugaan) senjata, lalu dirampas ponselnya.
This country is very comfortable of violence towards college students, no matter what the uni is. How come this is not their priorities yet????
Sukanya aja kebas kebas 'demi pemuda--program pemuda--' yet the said pemuda remains vulnerable and unheard
Negara gila
Liat story fathimah, baru aja malam ini koordinator sospol @bemuiofficial Hafidz Hernanda mendapat teror orang tak dikenal (motor ditendang, dipukuli, diancam, barang diambil).
Terjadi hanya beberapa hari setelah kabar rencana aksi besar. Bentuk pengancaman & pembungkaman?
Liat story fathimah, baru aja malam ini koordinator sospol @bemuiofficial Hafidz Hernanda mendapat teror orang tak dikenal (motor ditendang, dipukuli, diancam, barang diambil).
Terjadi hanya beberapa hari setelah kabar rencana aksi besar. Bentuk pengancaman & pembungkaman?
well actually, memenuhi hak dan akses untuk disabilitas itu most of the time malah jadi keuntungan buat kita yang non-disabilitas juga sih.
mulai dari lift sampe subtitles film.
jadi harusnya kita yang bilang terima kasih buat mereka yang mau menyuarakan ini.
fun fact, jumlah pejabat tinggi eksekutif di pemerintahan prabowo lebih banyak dari:
- populasi ikan pesut mahakam
- populasi kanguru wondiwoi papua
- populasi gajah kalimantan
- populasi badak jawa
- populasi badak sumatera
- populasi badak kalimantan
Isi vt:
Kirana kesulitan beraktivitas karena fasilitas yg tidak mendukung disabilitas, dia nuntut akses
Sebagian orang yg liat:
Anjir udah ngrepotin, dibantuin, malah bacot
Padahal harusnya:
Oh ternyata gitu rasanya. Aku ikut dukung perbaikan akses untuk disabilitas
Masyarakat Indonesia itu bukan bodoh atau malas. Masyarakat Indonesia itu gak paham apa hak-hak-nya.
Entah karena budaya atau bekas dijajah, kita dari kecil gak diajarkan untuk terbiasa meminta hak. Kita hanya diajarkan untuk selalu menjalankan kewajiban.
orang orang lebih peduli soal “matiin usaha orang” so they rather choose a pengusaha who definitely has money to build spaces rather than a disabled person who is literally marginalized and has always been sidelined.
you ppl are so predictable
emang harus dipermalukan. dikira ini negara baru lahir kemarin? orang yang disable baru ada 1-2 tahun terakhir? kaga pernah punya orangtua atau bayi yang harus pake kursi roda atau stroller?
emang pantes DIPERMALUKAN.
orang waras liat video itu: oh ternyata masih bnyk tempat umum yg ga ramah difabel ya, semoga jd teguran biar jd kemajuan ke depannya
reaksi orang aneh: ini serangan pribadi kepada GUEH, ini nyerang pekerja2 seperti GUEH, GUEH lah yg disinggung di video ini semua tentang GUEH
ya wajar lah emg lu semua mau tiap detik tiap menit ditangisin dijadiin bahan bersyukur 😭 disabled or not they're also a whole person, bukan bahan bersyukur doang
Sbg penonton mudah sekali memaafkan Lakan dan suka chara ini. Tapi kepikiran kalo dari POV Maomao, Lakan mungkin tetaplah orang yg gak pantes atau dianggep buat jadi bapaknya :")
bapak ini cerita fh ugm lagi dampingi desa dan kelurahan di jogja bikin aturan desa
tapi para lurah dan perangkat desa malah lebih banyak curhat soal kopdes merah putih
dari obrolan itu, muncul kekhawatiran soal pemilu 2029
yang dikhawatirkan warga desa (dia kutip langsung dari mereka)
"pak, jangan-jangan ini mau dipakai untuk pemilu 2029"
"jangan-jangan kami mau disandera"
kalau ada apa-apa, mereka takut "diinjak" dan dipaksa tanggung jawab secara pidana
kalau menolak, mereka takut "diimbal", dapat perlakuan hukum yang berbeda, yang kaitannya lewat pemilu
gampangnya, maksud "disandera"
desa disuruh tanda tangan terima gedung, mobil, motor, padahal nilainya diragukan
kalau nanti ketahuan ada korupsi, yang sudah tanda tangan bisa ikut kena
jadi desa merasa "terikat", dan takut itu bisa dipakai buat menekan mereka secara politik menjelang pemilu
sikap zainal soal ini
dia bilang gak mau ngomong lebih jauh soal itu
tapi kecurigaan serupa sudah mereka sampaikan di film "dirty vote 2"
penutupnya dia bilang ke pemerintah: "ada yang salah dari cara kalian, perbaiki sebelum anda dirombak di 2029"
alasan dia menganggap kecurigaan itu wajar
tata kelola kopdes dianggap berantakan dan gak jelas
desa gak tahu harus lapor ke mana: kemenkop, kemendes, atau kemendagri
tanah kas desa dan dana desa dipakai, tapi desa ikut menanggung risiko
kpk sendiri pernah menemukan tata kelolanya bermasalah dan berpotensi korupsi
tapi pemerintah tetap jalan terus, bahkan presiden menyebut pengkritik sebagai orang yang gak senang indonesia maju
this is why i hate media representation buat disabilitas di indo selalu mentok ke kisah inspiratif and that makes people think that orang disablitas itu ga berdaya, legowo, terima nasib, padahal ya sama aja kayak manusia pada umumnya