Rumah itu tak lagi milik mereka. Disita bank setelah surat tagihan bertahun-tahun tak pernah terjawab.
Ayah mereka—dulu kepala keluarga yang disegani di lingkungan itu—mengakhiri hidupnya dengan cara paling sunyi: menggantung diri di kamar mandi, meninggalkan tumpukan hutang dan selembar catatan yang sudah luntur karena basah darah dan air.
Arini—anak pertama yang sudah kepala tiga—belum sempat menikah karena terlalu sibuk mengurus ibu dan adik, menggenggam kunci terakhir milik keluarga: unit 410 di sebuah rumah susun kumuh di pinggiran kota. Unit itu mereka dapat dari bantuan sosial.
“Daripada tidur di emperan,” kata petugas sosial saat menyerahkannya.
Mereka bertiga pindah. Arini, Awang, dan ibu mereka yang sudah menua dan pelupa, kadang bicara sendiri, kadang menangis malam-malam. Sang ibu mengidap demensia, begitu kata dokter.
Namun, Arini selalu curiga ini lebih dari sekadar demensia.
Selamat malam para PeLINTAS 😈
Di hari ketiga nanti
Pertarungan makin sengit
Kepingan puzzle Desa Leuwi Hideung semakin banyak terkuak..
Sanggupkah peserta tersisa membongkar semuanya...
Sebelum hari ke 9 tiba
Dan siapa peserta itu?
Kamulah yang memilih...
Have a wonderfull nighmare 😈
@lintas404 Batoz, sebelum bertindak selalu buat rencana dulu, walo sebenarnya agak kurang suka dg karakter diky (sok paling kuat krn lebih ngandelin otot dari pd otak), penasaran aja dg si misterius nawang (aslinya nawang hanya tipe org yg tertutup aja gk sih bukan mata² panitia)
@lintas404 Keren ni cerita berhasil bangun atmosfer misterius jadi bikin pembaca tuh penasaran dengan rahasia atau plot twist yang disembunyikan oleh penulis dari awal cerita
@SudutTakKasat Cong, kok tari muncul lagi sih??
Bukannya di cerita kolor ijo diperbatasan bekasi 2003 itu tari sudah ditendang dari circle mereka?
Gara² tari pake pelet terus ngebunuh sinta?
"Sing isih iso mlaku, melu aku. Sing lumpuh, jarno nang kene." (Kamu yang milih. Dimakan Dasimah, atau dipotong-potong sama warga Petak Pati. Yang masih bisa jalan, ikut aku. Yang lumpuh, biarkan di sini).
"Satu-satunya cara... awake dhewe kudu nggoleki sadulure Catira sing isih urip." (Satu-satunya cara... kita harus mencari saudara Catira yang masih hidup.)
Perang ini belum berakhir, dan dua hansip malang itu hanyalah saksi kecil dari bencana besar yang baru saja dimulai.