Snow falling soundlessly in the middle of the night will always fill my heart with sweet clarity. The snow doesn't give a soft white damn whom it touches―
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀No matter it I'm rejected, or hated by everyone, if I bleed out all the blood from my own body or have to cut away everything else.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀Even if i make an enemy out of the entire world
@delusisedu menjaganya dengan baik… dan bahwa ia tumbuh sehat di dalam diri anda, Permaisuri Garreth”
Chrisean berhenti sejenak, menatap bayangan Garrett di cermin, lalu menambahkan lirih, “Saya bersyukur… bisa menyaksikan anda seperti ini.”
@delusisedu Chrisean menatap dari jarak tak begitu jauh, senyumnya lembut dan hangat, seolah ikut merasakan keterkejutan Garreth sendiri. Ia melangkah perlahan, nadanya tenang namun penuh ketulusan.
“Memang besar,” ucapnya, suaranya rendah namun teduh, “Tapi justru itu tandanya anda *
“A guest, perhaps,” he said, tone smooth but edged with command. “Though it seems I’ve stepped into your domain unbidden. Was it chance that brought me here, who are you? ”
@2DRP_AU Chrisean’s gaze swept over the room, sharp yet composed, as though he were weighing every detail before acknowledging the man. His steps were unhurried, regal in their steadiness, and when he finally spoke, his voice carried the calm authority of one accustomed to being obeyed. *
Jemarinya terulur, menyisir rambut yang sedikit kusut, dan sorot matanya tertuju pada pantulan wajah yang menampakkan ketampanan, tapi juga kelelahan yang dalam.
Chrisean menatap dirinya sendiri lewat cermin besar di sudut kamar. Bayangan itu seolah memperlihatkan sosok asing—lelaki dengan rambut panjang berwarna keabuan yang tergerai bebas, jatuh lembut hingga melewati bahu. Cahaya lampu yang redup membuat kilau rambutnya tampak semakin
pucat, seperti kabut tipis yang turun di kala fajar.
Ia menghela napas panjang, melepas beban dari rutinitas istana yang menuntut senyum dan sikap tenang sepanjang hari. Kini, hanya ada dirinya dan keheningan kamar yang luas namun terasa kosong.
maksud di balik kalimat itu.
Ia tidak tahu, bahwa di balik tatapan manis dan senyum samar gadis itu, tersembunyi rahasia kelam. Bahwa di balik kelembutan sentuhannya, berdenyut haus yang tak pernah padam.
@2DimensiMenfess // terbaca 'niat mengawaniku'
Jadi..saya menikah denganmu di tengah hutan? /G
Chrisean terdiam. Kata-kata itu asing, bahkan sedikit menegangkan, namun nada gadis itu terdengar begitu tenang seakan bukan sesuatu yang aneh untuk diucapkan. Ia hanya menatapnya, mencoba memahami *
@veilofmyst @prameswiari @be_gone_be_gone @dienightingale @_believeingray
// Good afternoon, everyone. Mind to following back this account? Thank you very much
terucap, ada jarak yang tak terlihat, namun terasa begitu nyata di dadanya.
Ia menarik napas dalam, mencoba meresapi sepi yang menempel itu, sekaligus berharap di suatu tempat, seseorang yang ia cintai mungkin juga sedang menatap langit yang sama 𝘥𝘪 𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘣𝘦𝘳𝘣𝘦𝘥𝘢
Chrisean menatap cahaya keemasan yang mulai menyelinap di sela-sela tirai jendela, seperti janji yang belum pasti. Suara riuh para pelayan dan gema langkah di lorong-lorong istana terasa jauh, bagai berasal dari dunia lain. Hatinya kosong, meski secara lahiriah ia dikelilingi *
kemewahan dan kehidupan yang semestinya menggembirakan.
“Isteriku… apa yang sedang kau lakukan sekarang?” ucapnya lirih, suaranya hampir tenggelam oleh detak jantung sendiri. Matanya tetap menempel pada langit yang berangsur-angsur menyingkap sinar pagi. Ada rindu yang tak *
Chrisean akhirnya bisa membiarkan dirinya hanyut dalam tidur, membiarkan mimpi menenangkan menggantikan bayangan-bayangan gelap yang menyelimuti malamnya.
Saat kepalanya menyentuh bantal, mata yang semula waspada kini tertutup dengan tenang. Dunia luar mungkin masih penuh bahaya, tapi untuk malam ini, semuanya aman.
Permainan berakhir—Chrisean memang selamat. Tubuhnya yang lelah dan jiwanya yang tegang kini bisa menenangkan diri. Ia menarik napas panjang, merasakan beban malam tadi perlahan mencair, digantikan oleh rasa lega yang hangat.
#End