Kalau santriku ngomong begini dah ku pites ๐
Mereka tuh paham lho adab terhadap guru, adab di majelis. Materi yg sama mau diulang 70ร pun, tetap harus menyimak seakan baru pertama kali dengar
@ardisatriawan Itu pengeluaran perkapita, jadi kalau ada 4 anggota keluarga, sebulan 12 juta, untuk ukuran Indonesia, apalagi di kabupaten, itu sudah kaya
Ini salah satu "pembunuh" Perguruan Tinggi Swasta, PTN nerima mahasiswa mandiri secara ugal ugalan asal ada duit, apa itu Sipenmaru? Apa itu UMPTN? Apa itu SPMB? Yang penting pun ada uang, masuk dah
Selama Nadiem jadi menteri yang paling membekas tuh keluar istilah "komersialisasi pendidikan", kenaikan UKT yg tinggi bgt, sampe ada regulasi PTN BH. Ini masih ada data pas rapat isu semasa aku masih di persma
Aku inget banget di base, ada beberapa cerita soal mereka sampe mengundurkan diri karena dapet golongan paling tinggi pembayaran IPI pas pendaftaran mahasiswa baru
Terus yg paling parah Sekjen blunder bilang "pendidikan tinggi hanya kebutuhan tersier"๐ซ
Itu justru langkah darurat yang menyelamatkan Indonesia dari jurang yang lebih dalam. Krisis 1997-1998 bukanlah situasi normal yang bisa dianalogikan seenaknya ke masa sekarang.
Tolol
Kenapa narasi heroik Pak Habibi seperti ini terus beredar? Beberapa waktu lalu ada ekonom yang ngasih debunk. Intinya, ini heroisme semu.
Kenapa?
Yang paling saya ingat dari penjelasannya: Pak Habibi menaikkan suku bunga SBI hingga 70%. Ini artinya suku bunga kredit (pinjaman usaha, KPR, modal kerja, dll.) ikut melonjak.
Pajak juga naik, aset negara ada yang dijual, hingga PHK massal.
Kita miskin waktu itu lho. Karen penguatan rupiahnya, menurut ekonom tadi, hanya "kemenangan semu".
Kalau mau dicoba seperti itu di masa sekarang, ya, hancur negara ini.
๐
@BudiBukanIntel Btw, Pramono kalo 50% aja kinerjanya dikontenin dan dibuzzerin kaya gubernur sunda wiwitan dan cici2 tambang problematik itu, udah bisa dapet suara lebih banyak buat modal 2029 wkwkwwk