kecewa sama kebijakan pemerintah.
balesannya: "anak abah ya?"
gak semua yang mengkritik itu nyoblosnya anies hey, bisa aja nyoblos ganjar atau win-ht
lagian ngapain jadi anak abah. gue punya bapak sendiri ini, yang kalo anaknya tidur depan tv diangkat dipindahin ke recycle bin
prabowo ini pingin sekali dikenal sebagai orator ulung, pidato berapi-api yang membakar semangat meneruskan citra soekarno, sampai ke gaya berpakaian dan kacamatanya walau gak sama persis
tapi di satu sisi dia denial dengan programnya yang dia rasa selalu benar tanpa liat aktualnya di lapangan seperti apa, marah ketika dikritik, isi pidatonya hampir sama; masih menyindir lawan politiknya, meluapkan emosi ke bawahan dan rakyatnya, kalimat2nya penuh amarah bahkan terkadang menjadi seperti anak kecil yang gak terima ketika khayalan imajinernya diganggu, gak ada kompromi untuk sekedar masukan untuknya. dia hidup di kepalanya sendiri
gws, indonesia
Jadi inget dulu ada temen kerja orang asing nyimpen namaku di kontaknya pakai nama "city", aku cuman ketawa aja sambil bilang ejaannya ga kayak gitu karena orang indo atau malay pasti pasaran banget yang namanya "Siti" 🤣
Gue tiap kenalan sama beberapa orang dari luar negeri. Biasa lah, basa-basi pasti nanya nama dan dari negara mana.
Ya gue jawab.
“Hi, my name is Imel.”
Terus langsung aja salah satu dari mereka ketawa dikit ada yang bingung.
“email? Like… email for messanger?”
Karena pronunciation imel di indo dan email in english sama yah🥲
Ada juga yang ngomonh,
“Why your name like online message?”
“Should we send you or open you?”
Ya ampyuun 😭
Tapi karena dah biasa gue jawab santai ajaah,
“Because I’m important message. Not spam.”
Langsung mereka ketawa 😂
“Okay okay, that’s a good one!”
Sejak itu malah mereka jadi gampang inget nama gue, dan tiap ketemu pasti ada aja yang bilang,
“Hey, check your Imel!”
Dan gue cuma bisa geleng-geleng sambil ketawa kecyil ajah.
Ya, ternyata nama gue agak aneh kalo secara internasional 😌
Jadi orang terkenal enak , ya.. bisa dapat gelar doktor kehormatan.
Raffi Ahmad dapat gelar doktor kehormatan , lho.. gelar Doktor Honoris Causa ini dari Universal Institute of Professional Management (UIPM) di Thailand.
Kok dari Thailand? Emang orang Thailand kenal sama Raffi? Duh.. bingung , pokok nya sekarang gelar nya doktor .
Apa ini tanda2 bakal masuk ke pemerintahan? Kan sudah punya gelar mentereng 🫣 bisa aja nih kang laundry..ehh🫣
https://t.co/VJRwnptQd3
Dulu ada istilah, jangan kasih panggung buat orang bodoh.
Masalahnya sekarang mereka bikin panggung sendiri.
Saat membahas agama, mereka bilang kemanusiaan lebih utama.
Saat bahas kemanusiaan, tidak ada empati di dalam hatinya.
Mereka hanya ingin terlihat pandai saja.
Merekrut-melatih guru2 dgn followers tiktok & instagram besar untk membuat konten dukungan dgn harapan mnutupi kegagalan mengangkat honorer, PPPK amburadul, PISA Jeblok, UKT mahal, & makin lebarny kesenjangan digital. Semoga ini tahun terakhir guru diminta joget. #Gurubukanbuzzer