#ONEPIECE1191
So it seems that Luffy is not using the "Power of Imagination" to magically close his wounds. He's using energy from food to sustain Gear 5, and through that willing himself to be able to continue. The injuries aren't actually erased, Luffy is just ignoring / denying it.
As Luffy says at the start of the chapter, once Gear 5 fades, he will be in a very bad situation, and he'll likely need extensive medical aid.
Denial is closely associated with concepts of imagination, especially in ways that require disengagement from objective reality.
#ONEPIECE1191
Unlike others, I didn't think the chapter featuring Hajrudin's action was all that bad.
We know Hajrudin is powerful, so it's a good thing he finally got his moment to shine.
However, I think it'll be the end of the road for him in the next chapter (after Imu defeats him), and Luffy and Loki will team up to take on Imu.
Watching teams get eliminated for the rest of the year, and VCT as we know it, got me thinking after the #VCTPacific watch party today.
Perhaps it only makes sense that it's @teamrrqofficial who made me realize all this 😢
@Filmi_fiedGuy maybe MCU would do what Oda did to Momonosuke in One Piece, Momo skipped 20 years from 8 yr old to 28 yr old (with Shinobu's devil fruit power). In MCU, we already got prototype time machine that make Scott Lang become old, so maybe Shuri would perfected that to accelerate age
FULL-TIME: Spain 🇪🇸 1-0 🇦🇷 Argentina
THAT’S IT! Spain are the world champions! The European champions are now the kings of the world too. 🇪🇸🏆
Congratulations, La Furia Roja! 👏
#FeelEveryGoal | @toshibatv_id
Ini yg dikemukakan ama beberapa ahli ekonomi tempo hari.
Kenaikan barang itu terjadinya perlahan, mulai dari bahan mentah, setengah jadi, baru bahan jadi.
Kenaikan bensin itu baru langkah awal, yg akan memberikan efek domino ke naiknya harga2 yg lain.
Yg tercekik itu yg finansialnya dan gajinya terbatas.
Guys, ada momen di rapat DPR yang menurut gue paling jujur dan paling mewakili kondisi keuangan daerah yang sedang kritis tapi paling sedikit disorot media.
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda bicara langsung di hadapan Mendagri, Menpan RB, dan seluruh kepala daerah. Dan apa yang dia sampaikan sangat sederhana tapi sangat berat.
Daerahnya tidak punya uang untuk bayar gaji PPPK sampai akhir tahun.
Ini kondisinya yang paling mengejutkan:
DAU Dana Alokasi Umum Maluku Utara hanya sekitar Rp960 miliar.
Tapi belanja pegawai daerahnya sudah mencapai Rp1,1 triliun.
Artinya: sebelum satu rupiah pun dipakai untuk bangun jalan, perbaiki sekolah, bayar tagihan rumah sakit, atau program apapun uang dari pusat sudah habis hanya untuk bayar gaji pegawai. Bahkan masih kurang Rp140 miliar lebih.
Dan ini bukan anomali Maluku Utara saja.
Gubernur Sulawesi Tengah dan kepala daerah lain menyampaikan keluhan yang sama.
Ini adalah kondisi yang merata di banyak daerah seluruh Indonesia.
Dan ini tentang solusi yang ditawarkan pusat yang tidak menyelesaikan masalah:
Pemerintah pusat memberikan relaksasi melongggarkan aturan penggunaan anggaran supaya daerah bisa lebih fleksibel menggeser pos untuk bayar gaji PPPK.
Sherly menerima relaksasi itu dengan apresiasi. Tapi dia langsung menyampaikan masalah yang lebih mendasar:
Relaksasi itu berarti daerah harus memotong belanja infrastruktur untuk bayar gaji. Jalan yang harusnya dibangun tidak jadi dibangun.
Jembatan yang harusnya diperbaiki tidak jadi diperbaiki. Fasilitas publik yang harusnya ditingkatkan tidak jadi ditingkatkan.
"Relaksasi yang diberikan ini adalah hal yang baik tapi akan mengorbankan belanja infrastruktur.
Dan infrastruktur itu diperlukan untuk pondasi percepatan pertumbuhan ekonomi di daerah.
Dan pertumbuhan ekonomi di daerah adalah pondasi pertumbuhan ekonomi nasional."
Artinya: solusi jangka pendek ini sedang menciptakan masalah jangka panjang yang jauh lebih besar.
Dan ini tentang DBH yang paling menyesakkan:
Sherly tidak meminta APBN membayar gaji PPPK mereka. Dia tidak minta bailout dari pusat.
Yang dia minta jauh lebih sederhana: kembalikan sebagian dari 60% Dana Bagi Hasil yang selama ini ditahan oleh pusat.
DBH adalah uang hasil sumber daya alam daerahnikel, tambang, hasil laut yang seharusnya kembali ke daerah penghasil. Tapi 60%-nya ditahan di pusat.
"Kami tidak meminta dari DAU. Kami tidak meminta dibayar oleh APBN. Kami hanya minta sebagian dari 60% DBH dikembalikan. Jika itu dikembalikan kita akan mengambil jalan tengah."
Maluku Utara adalah provinsi penghasil nikel terbesar di Indonesia. Nikel yang jadi tulang punggung hilirisasi yang dibanggakan pemerintah pusat. Tapi provinsinya tidak bisa bayar gaji pegawai.
Dan ini tentang ruang inovasi yang sudah dipersempit:
Sherly menyampaikan poin yang menurut gue paling fundamental dan paling jarang diakui secara terbuka oleh pemerintah pusat.
Ketika kepala daerah disuruh berinovasi mencari sumber pendapatan baru kenyataannya banyak kewenangan dan otoritas daerah sudah ditarik ke pusat. Ruang untuk bergerak sudah dipersempit oleh aturan yang tidak fleksibel.
Daerah disuruh mandiri tapi alatnya sudah diambil.
Daerah disuruh inovatif tapi kewenangannya sudah dipangkas.
Dan sekarang daerah disuruh cari solusi sendiri untuk masalah yang sebagian besar diciptakan oleh kebijakan pusat sendiri.
Ini bukan sekadar masalah Maluku Utara. Ini adalah potret dari sistem fiskal yang sedang tidak sehat di seluruh Indonesia.
APBN dipotong Rp306 triliun atas nama efisiensi. Transfer ke daerah menjadi yang terkecil dalam 10 tahun terakhir. DBH ditahan 60%.
Tapi PPPK yang diangkat atas kebijakan pusat gajinya harus dibayar oleh daerah yang tidak punya uang.
Dan di ujung rantai yang paling panjang dan paling tidak terlihat ada guru honorer, tenaga kesehatan, dan pegawai pemerintah daerah yang sudah bekerja berbulan-bulan dan belum menerima gaji.
Mereka bukan angka dalam spreadsheet keuangan negara.
Mereka adalah orang-orang nyata yang masih harus makan, masih punya cicilan, dan masih harus menghidupi keluarga sementara di Jakarta orang-orang berdebat tentang relaksasi anggaran.
Piala Dunia "mungkin" terakhir untuk pemain ini:
🇦🇷Messi 39 tahun
🇵🇹Ronaldo 41 tahun
🇭����Modrid 40 tahun
🇧🇷Neymar 34 tahun
��🇴James Rodriguez 34 tahun
🇲🇽Ochoa 40 tahun
🇰🇷Son Heung Min 33 tahun
🇧🇪De Bruyne 34 tahun
🇳🇱Virgil van Dijk 34 tahun
🇧🇦Edin Džeko 40 tahun
🇩🇪Manuel Neuer 40 tahun
🇧🇷Alisson Becker 33 tahun
🇧🇷Casemiro 34 tahun
🇨🇭Xhaka 33 tahun
Menikmati mereka buat terakhir kalinya di pentas Piala Dunia. Kira kira siapa yang paling kalian tunggu?
@imBISLY maybe its just that doffy's evil deeds is not as famous is what cracker did, doffy more on manipulating side, so hence bigger bounty on cracker
@CFC_JOR@AmmarGill suddenly remembering this lol
Every masterpiece has its cheap copy 😅🤣 (well nyebelin jg nambah pake lagu kebangsaan pula ni org sampe cape dgrin trus pas scroll ig)
@Desssyrosse kalau both IQ sama EQnya tinggi mungkin agak beda crita. Otak uda pengen mengumpat pun, yg keluar di mulut bisa lebih elegan karena gaenakan sama org, mikirin perasaan org lain 😅✌️