Ketika Prabowo Menciptakan Bencana Nasional
Ah, saya tidak habis dengan kejutan besar yang dilakukan oleh Presiden Prabowo dengan pemotongan anggaran di banyak Kementerian, yang tujuannya untuk efisiensi anggaran. Menurut saya, tujuannya bagus, namun terjadi efek domino akibat kebijakan efisiensi ini di mana, Kementerian melakukan penghematan besar-besar dengan memadamkan listrik pada pukul 4 sore, menyalakan hanya sebagian AC, serta penghematan-penghematan lain seperti yang sudah kalian baca sendiri di media massa maupun media sosial.
Nah, pada esai kali ini saya ingin menjelaskan efek yang akan timbul karena pemangkasan anggaran belanja hanya dari satu Kementerian saja, yaitu Kementerian PUPR. Bagi orang-orang yang mempelajari ilmu ekonomi pasti sudah bisa melihat efek mengerikan imbas pemotongan anggaran ini, yang mana justru tidak berbanding lurus dengan janji kampanye Prabowo tentang pertumbuhan ekonomi yang katanya, tembus hingga 8%.
Sebagai bahan informasi, Kementerian PUPR mendapatkan pemotongan atau pemangkasan anggaran sebesar Rp 81,38 triliun. Nah imbas dari efisiensi ini, ada beberapa proyek penting yang akhirnya terhenti seperti anggaran untuk pemeliharaan jalan, waduk, bendungan, hingga jembatan. Sedangkan, untuk waduk, bendungan, serta jembatan sendiri jika tidak dilakukan pemeliharaan secara rutin maupun berkala, akan menyebabkan masalah-masalah yang baru.
-Sebuah Esai-
@convomf aku biasanya pake autocrat bs otomatis ngirim sertif ke email (email dari absensi di gform)
absensi peserta (within name and email adress)--> convert in spreadsheet--> autocrat di google slide --> setting kirim ke email, nanti lgsg otomatis ke run
https://t.co/UjCyGwHhKr
MAU NGASIH TAU KALAU ADA WEB YANG BAGUS BANGET BUAT BISA SPEAKING ENGLISH & BISA BELAJAR ACCENTS‼️
Di sini kita bisa ketik kata/frasa yang mau kita practice for speaking, terus langsung muncul tuh video yang nampilin kata2/frasa2 tersebut kayak gini😁👇✨️
Linknya di bawah⬇️
@Puthutea Kebetulan saya tahu om, esai Mbah Nun tersebut. Judulnya Syair Tukang Bakso, jika om rindu membacanya lagi boleh mampir ke link ini:
https://t.co/k9zKmBCYAJ
Dulu saya diajarin sama salah satu ahli properti ternama di Indonesia, ilmunya saya pakai sampai sekarang dan alhamdulillah aman. Menurut beliau ada yg namanya siklus 5 tahunan
Cara Ngakalin Diri Sendiri Biar Ngerjain Hal yang Selalu Ditunda.
Jangan nunggu motivasi dulu tiap kali mau ngerjain sesuatu.
Gue nemu cara buat ngalahin mental battle tanpa harus nungguin motivasi. Let's dive in! 🧵
Habis mendengarkan pidato Prospek dan Arah Kebijakan Bank Indonesia 2025 dari Gubernur BI
Berikut ini saya bantu rangkum 50 istilah-istilah ekonomi (makro dan moneter) dalam pidato tsb yang dapat teman-teman pelajari:
1. Fragmentasi Ekonomi dan Keuangan
2. Divergensi Pertumbuhan
3. Disrupsi Rantai Pasok
4. Yield US Treasury
5. Rasio Net Utang/GDP (Debt-to-GDP Ratio)
6. Disinflasi (Disinflation)
7. Intervensi Valas
8. Neraca Transaksi Berjalan (Current Account Balance)
9. Cadangan Devisa (Foreign Exchange Reserves)
10. Fundamental Tetap Baik (Solid Fundamentals)
11. Produktivitas (Total Factor Productivity - TFP)
12. Biaya Investasi (Incremental Capital Output Ratio - ICOR)
13. Model Pertumbuhan Ekonomi (Y = A L^α K^β)
14. Trilema Kebijakan Moneter
15. Suku Bunga The Fed (The Fed Rate)
16. Suku Bunga BI (BI Rate) Stabilisasi Nilai Tukar
17. Sistem Pembayaran (Payment System)
18. Rasio Penyediaan Modal Minimum (Capital Adequacy Ratio - CAR)
19. Ekspansi Fiskal (Fiscal Expansion)
20. Indeks DXY (Dollar Index)
21. Foreign Portfolio Investment - FPI
22. Operasi Moneter "Pro-Market"
23. Spot Market & Forward Market
24. Intervensi Spot
25. Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF)
26. Repo dan Reserve Repo
27. Transaksi SBN di Pasar Sekunder
28. SRBI (Sertifikat Rupiah Bank Indonesia)
29. SVBI (Sertifikat Valas Bank Indonesia)
30. SUVBI (Sukuk Valas Bank Indonesia)
31. Pendalaman pasar uang
32. Penanaman Cadangan Devisa Secara Optimal
33. Pengelolaan Lalu Lintas Devisa
34. Standar internasional manajemen aliran devisa
35. Valas DHE SDA
36. Kebijakan Makroprudensial Tetap Longgar
37. Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM)
38. Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM)
39. Surveilans Sistemik
40. Central Bank Digital Currency (CBDC)
41. Rupiah Digital
42. Cash Ledger
43. Securities Ledger
44. CCP (Central Counterparty)
45. Crossborder Payments
46. Sekuritas digital
47. Pendalaman Pasar Uang dan Valas (PUVA)
48. Market Conduct
49. APUVINDO (Asosiasi Pasar Uang dan Valuta Asing Indonesia)
50. Integrated Digital Central Banking (IDCB)
Abis liat linkedin ada talk nya Dave Ulrich, managing karyawan udah mengarah ke human capability framework yang makin humanis ke karyawan, sedangkan disini makin de-humanize
Staf yang baru masuk kantor awal bulan ini komen,
“Loh Mbak, aku kaget ternyata libur akhir tahunnya lumayan ya,”
Kujawab,
“Iya, minimal 10 hari kalender. Lebaran juga sama,”
— dan nggak motong jatah cuti tahunan ya :)
Tertarik bekerja di @IESR? Open vacancies!
✅ Green Energy Policy Coordinator
✅ Green Energy Project Officer
✅ Energy Efficiency & Conservation Analyst
✅ Human Capital Officer
✅ Admin & Finance Officer
✅ Just Energy Transition Program Manager
✅ Energy System Modeller
✅ Energy Policy & Market Analyst
✅ Just Transition & Sustainable Finance Coordinator
✅ Social Media & Stakeholder Engagement Officer
https://t.co/SJ8Ci4MYgD
Di Yogyakarta, pada bulan Juli 1992, seorang senior di pergerakan mahasiswa menelepon ke rumah kami, “Istri saya akan melahirkan, temani saya, ya.”
Saya langsung berangkat dan menemani dia menunggu istrinya melahirkan anak pertama mereka. Senior tersebut adalah mantan Ketua FKHJ-Dewan Mahasiswa ITB yang saat itu sedang menempuh studi S2 di MM-UGM, sementara saya sedang bertugas sebagai Ketua Senat Mahasiswa UGM.
Kami rutin berinteraksi dalam berbagai aktivitas pergerakan mahasiswa di Yogja. Walaupun lebih senior, ia tetap sering meluangkan waktu untuk mengikuti rapat dengan para aktivis mahasiswa yang masih kuliah.
Bulan Oktober 2024 lalu, dalam resepsi pernikahan putrinya Ning Eva Munif di Pondok Pesantren DNE, Ploso, Kediri, saya duduk berdampingan dengan seorang anak muda bernama Dhito, yang menjabat sebagai Bupati Kediri periode 2020-2024.
Saat itu saya baru menyadari. Dhito ini adalah bayi yang dulu saya temani saat kelahirannya. Tak terbayangkan, saya menyaksikan ketika lahirnya dan sekarang duduk berdampingan saat bayi itu sudah jadi Bupati.
Sementara sang ayah, senior di aktivis, yang saat itu meminta saya menemani proses persalinan istrinya, kini menjadi calon Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Dunia ini kecil. Perjalanan hidup tiap orang memang panjang dan tak selalu sama. Sesekali persimpangan kembali mempertemukan ulang jalan yang terpisah. Setiap pertemuan jalan, memunculkan kisahnya sendiri.
Selalu ada hikmah.