anyway soal bicara di depan cermin...
flashback tahun 2023 ketika Najwa Shihab buat acara dialog publik dgn 3 bacapres waktu itu di UGM
ada sesi bacapres refleksi & bicara depan cermin
dari 3 bacapres, cuman Prabs yg menolak ngomong di depan cermin
Setelah mengikuti pelatihan tempur dan komando baris berbaris untuk KOPDES selama 45 hari dgn biaya 30jt/org dr APBN,
Alhamdulillah Juleha makin lancar Jogetnya..
Tadi ada guru yang mengunggah ini di Facebook. Tulisannya panjang, saya sampai gak tega membacanya.
Negara ini selalu kekurangan uang untuk guru. Tapi untuk MBG, KDMP, dan tukin militer, ternyata ada banyak sekali uangnya.
Bahkan saat bencana Covid-19 aja, negara sanggup gaji PNS, sampe disebut profesi paling stabil.
Artinya, dalam 2 tahun aja, rezim ini lebih buruk dampaknya dari pandemi.
😭😭😭
Setelah sidang ditutup. Reflek kita semua mengucap alhamdulilah, berdiri, dan tepuk tangan. Meskipun jalan masih panjang, setidaknya MK setuju MBG harus diusir dari anggaran pendidikan.
🥰🥰🥰
*maaf baru buka hp, saya memastikan temen-temen yang hadir di MK bisa saya sapa semua
Hobinya seremonial dan kasi sambutan.
Kalo dikritik, tersinggungan lalu gas ke wa pribadi menuju doxxing.
Kerja nomer dua, nama baik adalah utama
Kalo melaju pake kendaraan, harus dikasi jalan
Kalo berobat harus dikasi spot terdepan.
👍
Top KOE
SING LIYANE BENG2
Pemberantasan korupsi kita hanya drama. Bayangkan, dulu di zaman Jokowi kasus di KPK, polisi BG dilimpahkan ke Kejaksaan lalu SP3. Sekarang, kasus jaksa FA dilimpahkan ke Kejaksaan. Lalu entah akan apa. KPK hanya jadi cameo. Waktu tidak membuat belajar, kita makin bodoh.
Dahsyat memang Bang Dino Patti Djalal, langsung berangkat Menlu ke Teheran. 🤣🤣
Pemerintahan amatir ini memang bisa merusak segalanya kalau tidak dikritik dgn keras.
Amsiong tenan.
Kenapa Tuntutan Jaksa di Kasus Nadiem ini Gk Masuk Akal?
Ayo kita bandingkan
Harvey Moeis
• Kerugian negara 300T
• 20 tahun penjara
Pak Nadiem Makarim
• Kerugian negara 2,2 T
• 27 tahun penjara
Asli udah pesimis banget sama negara ini
Rupiah jeblok, MBG ngawur, aparat semena-mena, korupsi terang-terangan dan habis-habisan, persekusi oleh negara di mana-mana.
Kapan ya kira-kira habisnya kesabaran kita? Saya mau ikut.
18 tahun. Itu tuntutan jaksa buat seseorang yang udah ngabisin waktu bertahun-tahun mencoba memajukan negara ini. Terlepas dari kamu setuju atau gak sama pandangan politiknya, coba deh renungin baik-baik angka itu.
Ini bukan kejadian yang pertama kali. Indonesia itu punya pola yang diam-diam menghancurkan: orang-orang pinter, kompeten, dan punya niat tulus masuk ke pemerintahan, tapi ujung-ujungnya malah dihancurin sama sistem. Gak selalu karena mereka bersalah, tapi seringnya cuma karena kehadiran mereka "dianggap mengganggu".
Tapi anehnya, kita terus-terusan nyuruh anak-anak muda terbaik kita: "Masuk dong ke pemerintahan. Mengabdi dong buat negara. Bawa perubahan."
Siapa juga yang mau kalau mereka ngelihat langsung kejadian kayak gini di depan mata?
Siapa pun dalang di balik semua ini, mereka sama sekali gak lagi ngelindungin Indonesia. Mereka justru lagi ngajarin satu generasi orang-orang berbakat kalau jalan paling aman itu ya mending diam aja. Atau sekalian pergi ke luar negeri.
Buat yang suka nyinyir, "Ya udah, pergi aja sana!", tolong berhenti nutupin ego kalian dari kenyataan. Banyak kok orang Indonesia yang super cerdas dan bener-bener cinta sama negara ini. Mereka tetap stay di sini. Mereka ngebangun sesuatu. Mereka nyari cara lain buat berkontribusi di luar pemerintahan, karena masuk ke dalam sistemnya itu terlalu bahaya.
Tapi ini realita yang lebih pahit: sehebat apa pun startup, kreator, atau inovator kita di kancah dunia, KALAU pemerintahnya tetap korup dan gila kuasa, KALAU aturannya gak ngelindungin rakyat atau gak ngasih ruang buat industri berkembang dengan sehat, terus kita sebagai masyarakat bisa berharap apa?
Ini momen yang sedih banget buat Indonesia. Bukan cuma karena ada satu orang yang lagi diadili, tapi karena pesan yang ditangkap sama semua orang pintar dan idealis yang lagi ngelihatin kasus ini: bahwa negara ini sepertinya belum siap buat ngelindungin orang-orang yang berani membawa perubahan.
owalah, beras mahal karna stok di gudang bulog ga di rilis ke pasar.
mentan sengaja tahan stok bulog, biar pas laporan ke presiden berasnya banyak terus.
menteri dongo !!!