Serius orang2 bayar sum amount of money to mentorba1k buat figur kaya gini? wkwkwkwkwkwkwkwk
Sebelumnya The Economist nulis -> HOPEman ga baca tuding sebar fear -> ambil konklusi sendiri.
Serious guys, this guy? 🤣🤣🤣🤣
Sepakat dengan @ricky_hopmans kalo loans umkm itu harus setara korporat karena sejatinya itu opini yg sangat LUCU sekaligus EDUN 👍
Saya kira ada experience di banking bikin paham situasi ternyata makin JENAKA. Persentase NPL terbesar BBRI saja itu UMKM (1Q26: 5.55%) dan linear meningkat dari taun 2022. Sementara korporat itu 1.33%.
Jelas harus disamakan dooong yield nya supaya makin ANCUR. Cash flow capabiltiy aja beda tapi bos mentorbaik bilang GAGASAN SEMPURNA DEMI RAKYAT #HALAMADRID
Apa itu cost of credit? Oh tenang. Dalam pikirannya semua manusia punya itikad baik, makin murah makin gampang bayarnya. Tidak tau fakta lapangan kredit UMKM macet karena malah jadi kredit konsumsi 👍👍👍👍
Yang ada makin hilang insentif untuk melakukan bisnis. Oh tapi saya yakin bang HOPEman tau yg terbaik!
Sekadar info, menurut survey ITDP, masing2 kota/kabupaten hanya perlu 5% dari APBD utk membangun sistem transportasi publik. Dan itu gak perlu MRT, apalagi utk kota kyk Malang, misal.
Utk operasional (PSO), cukup 5% APBD/th.
Hitungan saya, biaya awal pembangunan bisa lbh ditekan lagi via fasilitas pendanaan iklim spt GEF, bisa di press ke hampir 2% APBD.
Pertanyaannya:
1. Apakah warganya menuntut?
2. Apakah Pemerintahnya sadar dan komitmen?
3. Apakah kepala daerahnya punya political will?
Jika prasyarat 1-3 tdk terpenuhi, maka tdk akan kebentuk ekosistem mendorong transportasi publik.
Serunya investasi itu pas analisa bisnis membuka puzzle demi puzzle sampai jadi gambaran utuh dan saat sudah yakin perasaan menjadi menggebu-gebu ingin beli, namun setelah itu harus rela menunggu, karena apa yg kita lihat belum tentu langsung dilihat juga oleh orang lain
@Fdhilonn Saya juga sempat riset BINO sejak awal akuisisi bang, secara strategi bisnis ini masih ada probabilitas bakal berhasil, tp yg jd concern adalah alih2 fokus brand DELI, mereka malah aktivasi brand BANTEX dgn maklon dari DELI, apa segitu mahalnya brand BANTEX sampe perlu akuisisi
Lately, i feel like i don’t fully understand the market and honestly, that’s okay. The market has a way of humbling all of us.
Last year in our discussion section i told some of you we were at the peak on the PP names, take your profit and get out. Since then the majority of them have dropped about 70% to their lows.
Then earlier in March, after the announcement of the 1% threshold and the new transparency classification on free float, i said we should expect another big outflow. I was watching the flow data closely and the setup looked clear. Sure enough, they dropped another 20-30% to the lowest point.
And just earlier this month, ahead of the MSCI rebalancing for JCI next month, i called that BREN and several other PP names would be removed from the index and we’d see yet another outflow.
But instead of going down, they exploded straight up 90% from the lows.
Did I miss the move? Yeah, I did.
Was my call right? Not entirely, but the result was clearly different.
I can’t sit here and say I’m smart enough. Nah. The market humbles me every single time, and i always leave plenty of room to learn more. I mean, i could’ve jumped in when the bounce started, but the risk side just didn’t feel right for me. So I stayed out.
Liars.
They were civilians, children, old women, young women, people attending a funeral, people having lunch.
It was a killing rampage by bloodthirsty lunatics.
Liars.
Justo hoy, Netanyahu lanza su ataque más duro contra el Líbano desde que empezó la ofensiva.
Su desprecio por la vida y el derecho internacional es intolerable.
Toca hablar claro:
- Líbano debe formar parte del alto al fuego.
- La comunidad internacional debe condenar esta nueva violación del derecho internacional.
- La Unión Europea debe suspender su Acuerdo de Asociación con Israel.
- Y no debe haber impunidad ante estos actos criminales.
Unpopular Opinion:
Win Rate adalah metrik yang menyesatkan.
Trader pemula sering terobsesi dengan win rate. Dikit-dikit ditanya berapa win rate.
Makanya ga heran kemudian banyak akun-akun yg dikit-dikit pamer win rate. Karena itu hal yg menarik bagi para plankton.
Namun, di pasar keuangan yang merupakan sistem non-ergodic, win rate tidak berarti apa-apa tanpa mengetahui besarnya risiko yang diambil per transaksi.
Seorang trader bisa punya win rate 99% namun tetap aja jatuh bangkrut apabila 1% loss yg diderita jauh lebih besar daripada total kemenangan yang diakumulasi.
Sebaliknya seorang trader profesional mungkin hanya punya win rate 30% namun sangat profitable karena berhasil membatasi kerugian yang diderita dan membiarkan akumulasi kemenangan demi kemenangan yang dikumpulkan per trade tumbuh menggulung.
Pamer screenshot win rate hanya menunjukkan sisi kemenangan/win, tanpa memperlihatkan tail risk atau risiko ekstrim yang mengintai. Satu kejadian sial di pasar yang tak terduga dapat menghapus seluruh keuntungan yang telah diraih.
Pamer-pamer kemenangan, win rate, pengakuan jago investasi dan trading emang hanya bisa dilakukan di dunia media sosial apalagi kalau audiens semata retail naif tidak berpengalaman.
Di dunia investor institusi, profesional, high finance, umbar kemenangan tidak bisa dilakukan seenak udelnya. Di tahapan RFI, RFP dan seleksi manajer semua data discrutinise. Mau nama lo Bl*ckRock, JPMor*an, Bridgewat*r sekalipun.
Data dikumpul, dianalisa, dibuktikan, diatribusikan dan ditentukan apakah skill atau semata luck. Untuk itu malah ada ilmunya, berikut standard dan sertifikasinya sendiri. Agar apple to apple. Seperti dikatakan oleh W. Edwards Deming: "In God we trust, all others must bring data"
Kalau di media sosial sih enak. Semua bisa mengaku jago.
Mengkonfirmasikan rumor lama bahwa ISIS proyek Kemenlu AS jaman Obama menlunya Hillary feat Israel buat jelek2in Islam. 2016 Trump menang pilpres proyek ISIS gak dilanjutin lagi.