Di periode SBY dan Jokowi, trading halt cuma terjadi dua kali.
Pada saat krisis ekonomi global 2008 dan Pandemi Covid-19.
Di periode Prabowo, trading halt terjadi LIMA KALI termasuk hari ini padahal tidak ada krisis dan pandemi.
Emang pure goblok aja😂😂😂😂😂😂
Sorry for talking about this in Indonesian, but…
Tetaplah berbicara soal politik, terutama ketika ada sesuatu yang mengusik nurani lu
Kalau lu main Persona 5, lu sadar kan apa yang terjadi ketika orang seperti Shido punya kekuasaan untuk menindas orang lain?
Kalau lu main Final Fantasy VII, lu sadar kan gimana Shinra mengeksploitasi planet demi kepentingannya sendiri, sementara masyarakat harus menanggung akibatnya?
Kalau lu main Xenogears, lu sadar kan gimana kekuasaan, agama, dan manipulasi bisa digunakan untuk mengendalikan manusia?
Kalau lu main NieR:Automata, lu sadar kan gimana perang yang diwariskan terus-menerus bisa membuat orang mempertanyakan apa sebenarnya yang sedang mereka perjuangkan?
Kalau lu main Trails, lu sadar kan gimana konflik geopolitik, propaganda, dan kepentingan negara bisa mengorbankan kehidupan orang biasa?
Game yang kita mainkan aja berani mempertanyakan kekuasaan, penindasan, dan sistem yang merugikan manusia
Jadi, kenapa ketika hal serupa terjadi di dunia nyata, kita malah diminta diam? 🙂
You can log out of a game, but you can’t log out of society 👋
Everything is political. And sometimes, staying silent is a privilege not everyone can afford
Setuju ga kalo ada yang bilang kehadiran duo "Naykilla - Tenxi" adalah salah satu kemunduran dan anjloknya selera musik WNI?
Sebenernya fenomena ini pernah juga terjadi di era booming band-band melayu.
@dimassrio@Perveniree duh gimana ya, ya emang ga bermoral, dan ga ada juga yang nyuruh main character nya buat bermoral. yang jadi masalah tuh fans nya denial kalo si MC emang berengsek (baca kalimat terakhir). sama kayak suka nonton breaking bad tapi benci walter white