Oh girl same,
Setiap kali ketemu orang yang model berpikirnya “jalanin aja dulu”, “let it flow”, “biar Tuhan menentukan”.
Ih gatal kali aku kek gimana hidup gada ambisi, passion, gairah apa kek?? My eyes rolled back to my head, seen my brain, and coming forward.
Éowyn’s ‘Lament for Théodred’ is one of the most emotional moments in The Two Towers. Written by Philippa Boyens and translated into Rohirric (Old English), it honors Tolkien’s Anglo-Saxon roots for Rohan. Miranda Otto sang it live on set, in the cold and in tears adding to its raw power. The scene appears only in the Extended Edition.
Ini adalah keadaan Pulau Sangihe pada hari ini, pergulatan yang dimenangkan Rakyat di Mahkamah Agung pada tahun 2022 lalu sia-sia. Seharusnya, wilayah Sangihe adalah Pulau kecil yang tidak boleh ditambang tetapi Sangihe Masih terus dihajar oleh perusahaan tambang emas Dari Kanada
Saya udh menahan tidak upload soal rahasia umum ini ! Akhirnya pecah ! Video ini baru kejadian sore ini.
Yang saya heran dan kagetkan kenapa untuk MINTA MAKAN musti dipersulit . Ada oknum2 di posko bantuan yang minta KK , KTP.
Astaghfirullah . Mereka selamat dari bencana tapi tidak selamat dari kelaparan. Donasi makanan ditumpuk2 dan baru dibagikan malam. Dan kebanyakan sudah basi.
Itupun tidak merata. Padahal alasan awalnya “biar kami yang bagikan biar merata”. Tapi rata2 yg terjadi dilapangkan malah sebaliknya. Jujur saya bingung dengan SOP di posko bencana ini.
Bukannya posko bencana memudahkan utk segera sampai ke masyarakat? Keadaan sudah susah malah ditambah susah! Jd yg gak punya ktp / kk ga bisa dpt bantuan ? Semua terdampak disini. mau kaya mau miskin semua butuh bantuan. Boro2 mikirin dokumen saat bencana Pak,Buk. Mereka selamat aja udh syukur.
Sumber :ayuwisya
ACEH
Peta ini memperlihatkan bahwa banjir besar yang melumpuhkan Aceh terjadi di wilayah yang salah satu konsesi hutannya dimiliki langsung oleh Prabowo Subianto melalui PT Tusam Hutani Lestari, perusahaan HTI yang menguasai sekitar 97 ribu hektare hutan di Aceh Tengah, Bener Meriah, Bireuen, dan Aceh Utara.
Konsesi milik Prabowo ini berdiri berdampingan dengan puluhan izin tambang, HTI, HPH, dan kebun sawit berskala raksasa yang bersama‑sama menggerus tutupan hutan di pegunungan dan hulu sungai, merusak daerah tangkapan air, dan melemahkan kemampuan alam menahan limpasan hujan.
Banjir yang menerjang baru-baru ini datang ketika curah hujan ekstrem turun di kawasan yang sudah lama dikapling izin-izin tersebut, sehingga air hujan tidak lagi tertahan oleh hutan dan tanah yang sehat. Air mengalir deras membawa lumpur dan kayu ke pemukiman, menjadikan banjir bandang di Aceh sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa dekade terakhir, menenggelamkan ribuan rumah dan memaksa puluhan ribu warga mengungsi.
Wilayah yang disorot dengan garis ungu di peta—Pidie Jaya, Aceh Tengah, Aceh Utara, Aceh Tenggara, Aceh Selatan, Aceh Tamiang, Gayo Lues hingga Aceh Singkil—adalah kabupaten dengan banjir terparah yang resmi berstatus siaga darurat. Di banyak titik, penjelasan resmi memang menyebut luapan sungai setelah hujan lebat berhari‑hari, tetapi peta ini menambahkan lapisan fakta lain: hulu sungai yang sama sudah dibebani 30 izin tambang minerba seluas lebih dari 132 ribu hektare ditambah konsesi kayu dan HTI yang membentang hingga ke batas permukiman.
Salah satu contoh yang paling menonjol adalah kawasan Linge di Aceh Tengah, tempat PT Tusam Hutani Lestari menguasai hampir 100 ribu hektare hutan dan telah lama diprotes warga karena merampas ruang hidup mereka dan mengubah hutan adat menjadi kebun industri pinus.
Dengan demikian, bencana ini bukan hanya soal hujan dan alam, tetapi juga soal kepemilikan lahan raksasa oleh elit politik, termasuk presiden, yang ikut menentukan seberapa parah air bah menerjang kampung‑kampung di hilir.