@BPJSKesehatanRI aplikasi yg paling MENYEDIHKAN adalah MOBILEJKN... errornya gak pake musim... setiap hari.. 🥵🥵🥵🥵 mbok yaa pengaduan diproses, sistem diupgrade.... jadi syarat berbagai hal tp manajemen data nya gak oke bangettt... 😭😭😭🥴🥴🤒🤒
@InformasiKita99@realfedinuril Yg jadi masalah konversi digital c1 ke sistem... akan sulit diawasi dan pasti banyak kelemahannya.. tuh dah banyak bukti2 kejadiannya
@realfedinuril .. kita semua harus jaga.. tdk hy saat pencoblosan. Yg ngeri justru saat hitung n rekap suara. sistem info baru bukan berbasis Situng spt th 2019 Tp menggunakan Sirekap artinya checking angka perhitungan kasar sulit dilakukan krn kpps gak kirim c1 lg fotonya..cont.
@kalpanyata@gm_gm Strategi bagi2 bansos, menekan, intimidasi, menggunakan aparat.. naah ini yg gak akan pernah kita lakukan HANYA UTK MENANG... menang sesungguhnya justru yg memiliki idealisme tinggi... bagaimanapun cara komunikasinya.. inilah yg sebetulnya harus sampai pd anak cucu kita
PSI oh PSI . . . dulu kalian tidak lolos tapi dengan cara terhormat, maka kalian masih bisa bangga.
Tapi sekarang, susah payah menjilat paslon terkuat plus dibelanin mencla-mencle juga; ternyata tetap tidak lolos parlemen. Lalu, apa yg bisa dibanggakan?
Gue sedih bukan karena paslon yg gue dukung kalah, tp sedih karena ternyata mayoritas orang gak merasa kalo nepotisme itu salah, guru besar & ahli hukum dibilang bayaran, dinasti politik diwajarin, isu HAM dianggep gak penting :(
اللهم لا تسلط علينا بذنوبنا من لا يخافك
ولا يرحمنا
Ya Allah ya Tuhan kami, janganlah Engkau kuasakan atas kami --karena dosa-dosa kami-- penguasa yang tidak takut kepadaMu dan tidak punya belas-kasihan kepada kami.
Banyak yang minta fatwa kepadaku, "Nanti milih siapa?" Maklum semua calon, masing2 punya kelebihan dan kekurangan. Lagi pula masing2 punya pendukung tokoh2 yang berpengaruh. Jadi kukatakan kepada yang minta fatwa: Istafti qalbak. Tanyakan saja kepada Nuranimu. 😉
"Jika Prabowo menang maka kita akan punya pemerintahan yang tidak legitimate, karena proses pencalonannya sudah tidak legitimate," kata Goenawan Mohamad dari Komunitas Utan Kayu https://t.co/G89By6Il1t
So young, was once promising, no integrity but thirst of power. The educated, the upper middle class, the self-claimed progressive is nothing but a sell out. It’s hard to have HOPE in Indonesia’s next president—whoever he is, but we the people cannot stop hoping and trying.
“Untuk menyusun dan menjalankan skenario kotor tak perlu kepintaran, yang diperlukan cuma dua: mental culas dan tahan malu.”
— Bivitri Susanti, Dirty Vote (2024)