@indepenSumatera Di sumatera para Habaib banyak, para Gus juga banyak, Gus kan cmn panggilan anak Kyai, di sumatera byk anak para Buya, Tuan Guru, Ustadz dll. Ga ada yang mengkultuskan, para santri itu di didik memang agar menghormati para tuan guru/kyai mereka.
@beni3bee@kumparan Ga nyambung, MUI disitu menjelaskan hukum fiqh, lu bahas apaan? Klo lu protes, dalil lu apa dlm bntah hukum tsb? Ga usah ngalur ngidul 😅
@beni3bee@kumparan Didalamnya ada banyak ulama ulama pakar fiqh dari 70 ormasy Islam. Dari pada dengerin buzzer tolol yg ga ngerti fiqh kaya lu buat apaan 😂
@detikfinance Sekelas menteri ngurusin hal yang admistratif begini, cuti itu hak pak, seharusnya di permudah, kalau memang berat memberikan hak trsebut, hapus saja cutinya
Islam mengajarkan kita untuk tidak mendikte Tuhan. Hal ini biasa disebut dengan nama: suul adab.
Pengabulan doa dari Tuhan memang absolut sifatnya, tapi ia tunduk pada kerangka waktu-Nya, bukan pada "ambisi" manusia supaya dikabulkan.
Persoalannya, manusia tidak punya kapasitas untuk tahu kapan waktu terbaiknya, jadi manusia kerap tergesa-gesa menginginkan sesuatu untuk mereka, padahal di dalamnya terdapat keburukan (selain tergesa-gesa adalah perbuatan setan, ada tindakan seperti mendikte Tuhan di sana).
Seorang bijak pernah berkata:
لا يَكُنْ تَأخر أمَدِ الْعَطَاءِ مَعَ الإلحاح في الدُّعَاءِ مُوجِباً لِيَأْسِكَ، فَهُوَ ضَمِنَ لَكَ الإِجَابَةَ فِيمَا يَخْتَارُهُ لَكَ، لا فِيمَا تَخْتَارُ لِنَفْسِكَ، وفي الوَقْتِ ال��ي يُريد لا فِي الْوَقْتِ الذي تُرِيدُ
Inti hikmah ini: Tuhan menjamin pengabulan terhadap apa yang Dia pilihkan untuk manusia, bukan apa yang dipilih manusia untuk dirinya sendiri.
Itupun pengabulannya terjadi pada waktu yang Dia kehendaki, bukan pada waktu yang manusia mau.
Bukan berarti tidak boleh berdoa minta kelapangan rezeki, bahkan terjadinya tiba-tiba. Tentu saja boleh. Justru ketika kita meminta sesuatu yang kita pandang bermaslahat, kita harus yakin doa itu pasti dikabulkan.
Yang dilarang itu: memaksakan bentuk dan jadwalnya saja.
😅
(Sumber: Syarh al-Hikam al-'Athaiyah)
Yg lagi rame skrg..
Pemerintah daerah sedang gontok2an dg pemerintah pusat ttg anggaran..
Rakyat kecil...
Gelar tiker, nyemil kwaci...
Nunggu klo ada yg bilang, "lebih baik daerah Kami memisahkan diri saja & mengatur daerah kami yg Kaya SDA drpd cm jd sapi perah pemerintah pusat, & tdk tahu anggaran u/ apa & siapa"
(Umpaname)
🥱