Berhenti menilai tingkat intelektualitas dan kedewasaan seseorang hanya dari tingkat pendidikannya.
Beberapa orang memang beruntung mampu meraih predikat pendidikan yang tinggi tapi sebagian lagi jauh lebih beruntung karena masih diberkati akal sehat yang berfungsi dengan baik.
boleh kak, dalil nya:
Demikian para Ulama masa kini memfatwakan bolehnya transfusi darah jika diperlukan, termasuk darah dari non-muslim, bahkan kafir harbi sekalipun. Syaratnya, transfusi itu tidak menimbulkan bahaya bagi pasien yang Muslim.
Fatâwâ al-Lajnah ad-Dâ`imah, 25/66-68.
Menurut operator CSIS Jusuf Wanandi, Soeharto itu aslinya sangat insecure. Ia lulusan SD. Kicep dikelilingi profesor.
Soeharto pun punya ambisi ego: ia harus bisa unggul dari mereka, yaitu dengan menjadi bos dan menjadikan mereka pion dalam papan caturnya.
Ini contoh manajemen insecurity yang sukses. Soeharto, yang emosinya matang (dan jahat), berhasil menyalurkan insecurity nya untuk membentuk kleptokrasi yang sangat efektif dan bertahan 32 tahun.
Ia sangat gembira ketika dikelilingi profesor seperti Mafia Berkeley kemudian melihat bagaimana para profesor itu tunduk dan mengikuti kepemimpinannya, yang hanya lulusan SD.
Habibie paling sukses dalam hal ini. Ia bisa mencium insecurity Soeharto. Ia tahu reputasi pribadinya sebagai orang jenius terpintar di Indonesia. Habibie pun gercep menjilat habis Soeharto, yang langsung kesengsem karena terus menerus dipanggil "Super Genius Soeharto" (SGS) oleh orang sekaliber Habibie. Kemudian Habibie jadi wapres lalu jadi presiden.
Insecurity negatif adalah kecemburuan. Melihat orang pintar, orang rusak seperti ini tidak akan berpikir "bagaimana saya bisa mengungguli mereka", melainkan "bagaimana saya bisa menghancurkan mereka".
Orang toxic egomaniak gila sombong seperti ini sangat gelisah, sakit, tersiksa, kejang berbusa melihat orang lain lebih pintar dan lebih jago daripada dia yang bodoh, betulan bodoh, dan dihina dan ditertawakan sebagai bodoh oleh jutaan orang. Hatinya yang busuk penuh dengan iri, dengki, dan kebencian.
prabowo masuk koran negara australia isinya:
- prabowo bilang ekonomi itu “simpel”
- tapi rupiah turun 8% tahun ini
- tembus rp18.000/dolar 13 kali sejak juni
- harga makanan naik, 30.000+ lapangan kerja hilang semester 1 2026
- pasar saham indonesia jadi salah satu terburuk di dunia tahun ini
- msci pertimbangin turunin status indonesia dari emerging market ke frontier
- gubernur bi perry warjiyo mundur mendadak, bikin pasar goyang
- popularitas prabowo turun dari 80% jadi 51,1% (bahkan ada survei yang catat cuma 49,5%)
- pebisnis china keluhin aturan berlebihan dan pemerasan otoritas
- indonesia defisit dagang pertama dalam 6 tahun
Udah tau belum?
Mamdani Walikota New York bikin Municipal Groceries Store yang tujuannya sama kaya Koperasi Desa Merah Putih yang jual harga barang subsidi.
Tapi gak gedebak-gedebuk sembarangan, ini bikinnya pake konsep, dimulai dari 5 unit dulu, dengan harga bahan pangan pokok 30% lebih murah dari harga pasar.
Kenapa bisa lebih murah?
Karena biaya overhead dan pajaknya ditanggung oleh anggaran kota bukan karena beli lebih murah dari supplier.
Canggihnya setiap produk bisa di cek bar code nya yang berisi transparansi harga dan edukasi program.
Ini praktik sosialisme yang bener.
Kemarin lawan Inggris recall2 ke pemain lawan depan muka berasa ga berdosa, giliran kalah liat orang lewat seneng aja tersinggung. Najis https://t.co/3WNPNXwjPq
aku pertama baca animal farm itu terjemahan ini. kemudian pas baca lagi yang terjemahan bentang, berasa banget tololnya. akhirnya, aku putuskan buat baca lagi dengan versi teks asli. baru tuh terkaget-kaget dan terheran-heran, this mothefucker nerjemahin ‘oat’ menjadi ‘beras’ supaya pas dgn pembaca indonesia.
mahbub gk cuma nerjemahin kata-kata, dia juga menerjemahkan konteks.
Kita harus mengakui, Febrie Adriansyah, mental-nya bukan kaleng-kaleng.
Gak mental 'tempe'.
Bayangi, rumah dijaga TNI. digeledah Polri di belasan lokasi. namanya nyangkut di tiga kasus korupsi gede sekaligus.
Isu mundur udah kemana-mana...
tapi pas dia berdiri di podium, nadanya tegas dan datar.
Nggak ada gemetar, nggak ada defensif berlebihan.
Soalnya ya kalau orang beneran kepepet, biasanya reaksinya dua:
Panik atau Ngeles
Ditanya soal mundur, dia nggak bilang:
"nggak, saya nggak mundur" gamblang gitu.
Dia malah muter, "saya masih terima perintah dari Jaksa Agung."
Terus dia juga pinter milih fokus.
Alih-alih ribut bela diri soal rumah Sentul, emas, duit yang ketemu, dia lempar semua ke "yang penting proses hukum jalan, kasus prioritas negara jalan."
Dan jangan lupa settingnya-> dia pake seragam dinas, berdiri di kantor sendiri, bukan ngumpet atau cuma kirim rilis.
Itu semua kesan yang dia bangun sengaja:
Saya masih di sini, masih pegang kendali.
Kalau sebutanya, bukan 'psychological war', lalu apa ini guys?
Banten unik karena dikuasai literal kriminal mafia bandit.
Pendiri dinasti, Hasan Sochib, dulu adalah perampok random di Pasar Rau, kota Serang yang dipenjara, dilepas, lalu jadi preman pribadi salah satu bupati.
Hasan lalu berkembang biak massal dengan 4 manusia istri seperti hama tikus basah, memproduksi puluhan anak, ratusan cucu, dan ribuan cicit. Sekarang puluhan ribu canggah sedang diproses. Merekalah dinasti politik Banten. Bapak, anak, cucu, cicit, canggah. Ribuan gerombolan UB yang gendut karena memakan uang haram korupsi lalu tiap tiap-tiap memproduksi anak.
Salah satu output pabrik bayi Dinasti Banten itu ialah makhluk berwajah buatan bernama Ratu Atut Chosiyah, salah satu dari puluhan anak Hasan Sochib yang berhasil jadi Gubernur Banten lewat mobilisasi "pasukan hitam-hitam" saat pilkada lalu ditangkap.
Amri, 50 tahun.
Sopir truk.
Meninggal di kursi kemudinya saat antre solar di SPBU Banyuasin, 29 Juni 2026.
Bukan kecelakaan.
Bukan sakit mendadak.
Dia kelelahan menunggu berjam-jam.
Di sekitar jenazahnya: hanya beberapa botol minuman ringan , yang dia minum untuk menahan ngantuk sambil nunggu giliran.
Dan ini bukan kasus pertama.
Dalam 3 bulan terakhir, 3 sopir truk tewas di antrean solar di Sumsel.
Dua dikeroyok karena berebut giliran.
Satu mati kelelahan.
Sementara itu:
a. Organda sudah lapor: kuota dipangkas, barcode diblokir sepihak
b. Pertamina bilang: "kami salurkan sesuai kuota"
c. Pemerintah bilang: "stok dijamin"
d. Amri tidak sempat dengar jaminan itu
Negara ini kaya minyak.
Tapi sopir truknya mati demi setetes solar bersubsidi.
Siapa yang bertanggung jawab?
😡
🐬 pesut mahakam tinggal PULUHAN ekor.
🐘 gajah kalimantan tinggal BELASAN ekor.
🦏 badak kalimantan tinggal DUA ekor.
harusnya ini sudah jadi alarm keras bahwa kelangsungan lingkungan kita punya masalah serius.
tapi apa ada yg gak peduli? 😄
Subuh, Yogyakarta, 9 Februari 2008
Lambang Babar Purnomo, seorang PNS arkeolog senior, alumni FIB UGM, ditemukan tewas di selokan di jalan lingkar luar utara Yogyakarta.
Dia baru pulang sekitar jam 4 pagi setelah bertemu dengan sejumlah teman arkeolognya.
Harusnya di hari itu, siangnya, dia menjadi saksi ahli dalam persidangan perkara kehilangan dan pemalsuan beberapa benda berupa arca, koleksi Museum Radya Pustaka, Solo.
***
Beberapa waktu sebelum kejadian, dia ditugaskan kantornya untuk pengambilan dan pengembalian benda pusaka ke tempat seharusnya.
Benda-benda itu akhirnya Pak Lambang temukan di bangunan rumah pribadi di Jakarta.
Milik siapa rumah itu?
Hashim Djojohadikusumo, adik Presiden Prabowo Subianto.
Setelah menjemput arca di rumah itu, Pak Lambang juga bilang bahwa ada fosil gading dan arca-arca lain tanpa dokumen.
Pak Lambang dijadwalkan menjadi saksi ahli di pengadilan untuk kasus ini.
***
Polisi menyatakan kematian Pak Lambang adalah karena kecelakaan tunggal sepeda motor.
Tidak ada yang janggal kata Polisi.
Tapi, ini janggal karena jenazahnya tidak menunjukkan kalau itu kecelakaan tunggal.
Setelah diotopsi, laporan medisnya bilang, ini tidak seperti biasanya kecelakaan tunggal sepeda motor
Dokter yang melakukan otopsi bilang kalau ini tidak seperti kecelakaan, tapi bisa jadi karena: kepalanya dipukul atau dipuntir.
"Seperti di film-film itu, lo, sampai bunyi krek."
Kutipan dokter itu dimuat di laporan Tempo tanggal 29 September 2008.
Tapi polisi tetap menyatakan itu kecelakaan tunggal.
Kematiannya tidak pernah dibawa ke pengadilan.
Kebetulan Tempo, beberapa bulan lalu mengangkat kasus ini sebagai kilas balik. Menarik disimak.
Ingat nama ibu Papua ini:
Melkiana Duwitau, ibu hamil 31 tahun, tewas dibunuh peluru tentara saat sedang hamil 32 minggu akibat operasi militer
Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kab. Intan Jaya
Never forget, never forgive
Dua profesor Harvard nulis buku How Democracies Die , kasih 4 tanda peringatan pemimpin otoriter:
a. Menolak aturan main demokrasi
b. Pengkritik dicap pengkhianat / antek asing
c. Menoleransi kekerasan terhadap lawan
d. Membungkam kebebasan sipil
Yang bikin merinding?
Buku ini terbit 2018.
Tidak ada satu pun nama Indonesia di dalamnya.
Tapi entah kenapa checklist-nya terasa sangat... familiar.
Demokrasi tidak mati karena tank di jalan.
Ia mati perlahan , sambil semua terlihat berjalan "sesuai prosedur".
Kita lengah, kita yang rugi.