gini ya adick2
ini based on resources dan lapangan ye, ada career trifecta, yg bagi gue intinya tiga: money - skill - personal satisfaction
pls jgn terlena sama level/grade/title terus masih glorifikasi “manajer” “head” “lead” dan yang “staff” “junior” “associate” lo lepeh2in
@Katsu_tempe Samaa wkwkwkakwka @drhaltekehalte self-claimed public transport enthusiast dgn branding ijo pink tp hobinya repressing org beropini dan nyuri hak pejalan kaki. Pengecut lo bani israel wakwkakaa
...Kalau kita mau fair+sportif, sebenarnya juri² tsb gak salah.
Juri cowo:
Dengan suara tenang jelasin bahwa jawaban yg diucapkan siswi tsb kurang jelas.
Juri cewe:
Dengan suara tinggi mengatakan bahwa jawaban dari murid perempuan tsb diucapkan dengan artikulasi kurang jelas.
Faktanya yah memang kalau kita dengarkan baik² di tayangan ulang terlihat sangt jelas bahwa jawaban yang diucapkan peserta siswi tsb sangat baik artikulasinya.
Jadi si juri cowo melakukan manipulasi dengan ketenangannya.
Sementara juri cewe melakukan gaslighting ke siswi tsb.
Inilah yg gw bilang bahwa kedua juri tsb sebenarnya gak salah.
Mereka adalah representasi sosiologis yang bisa dilihat pada wakil² rakyat di gedung DPR:
1. Denial
2. Tidak mau mendengar
3. Gaslighting
Itulah budaya bangsa kita... (``,)
taat agama tuh "oh sorry bro gw gabisa melakukan itu karena aturan agama gw".
mabok agama tuh "oh sorry bro ELU gabisa melakukan itu karena aturan agama gw".
beda
@McPussyMeal23 Sesayang apapun gue ama kucing, ya harus admit, kucing emang hama. Makanya penting buat TNR. Ga cuma street feeding. Populasinya harus dikontrol. Kebanyakan dikit tanpa diurus bahaya buat ekosistem.
Ada tipe orang yang kelihatannya biasa aja di sosial media. Jarang update. Nggak pernah share lokasi. Nggak pernah pamer lagi nongkrong di mana. Bahkan kadang orang mikir, “ini orang kemana sih hidupnya?”
Padahal dia tetap jalan. Tetap keluar. Tetap punya rutinitas, punya kesibukan, punya tempat favorit, punya circle. Cuma dia nggak merasa itu perlu diumumkan.
Lu sabar karena nggak kena dampaknya, lu sabar karena lu masih bisa makan dan tidur tiap hari dengan tenang. Rumah lu utuh nggak kena banjir bandang, tempat lu cari makan nggak berubah jadi sawit atau tambang. Lu sabar karena lu nggak terancam dan nggak hidup di mode survival.
Di kelas, bendahara sibuk nagihin uang pada seluruh siswa. Ia nggak mau tau, uang harus kekumpul.
Suatu hari, ketua kelas bikin acara makan-makan pakai uang yang dikumpulkan. Kebetulan, acara makan makan itu dimasak langsung di sekolah, nyerap pekerja dan juru masak.
Semua anggaran itu, ya, dari uang khas yang dikumpulkan.
Esoknya, ketua kelas koar-koar soal kegiatan makan-makan itu. Ia dengan sesumbar bilang semua berkat dia, sekelas bisa makan enak dan ngasih kerjaan ke juru masak.
Kopi item ya mantemans.. bukan kopi susu.
Opsi buat pemula, ramah lidah+lambung yang arabika. Penyajian:
- drips. kalo mau seger yah dibuat japanese ice coffee.
- tubruk jg oke tp kudu sabar nunggu ampas turun.
-Last option americano/long black tp mending yang dingin sekalian.
Bro to bro:
(nonton edition)
- jangan berisik kalo film udah dimulai
- kalo mau ngomong maksimal bisik2 aja plis
- kalo makan popcorn tolong minimalisir suara yg timbul
- kalo telat masuk, jgn pake flashlight tiap row udah ada lightnya
- jangan maen hp & tolong silent juga biar ga ganggu
- kalo perlu maen hp, tolong brightnessnya seminimal mungkin dan bukanya jgn terpampang (cahayanya se-studio keliatan bro)
- kalo mau telponan, pls walk out dulu
- jangan nendang2 kursi plis
- jangan maenin kaki kayak lagi ngejait, ngaruh ke kursi sejajarnya bro
- jangan naekin kaki ke kursi
- jangan bawa anak kecil kalo filmnya bukan utk semua umur
- kalo abis makan, buang sampahnya pls jangan dibiarin di kursi walaupun nanti ada cleanernya (berlaku jg utk tiket nontonnya jgn asal buang)
Manchester United didn’t go from Erik ten Hag straight to Michael Carrick.
We didn’t go from a team that struggled to protect a lead under Ten Hag to a defensively compact side just because Carrick has spent three weeks at the club.
We didn’t go from a squad full of egos, indiscipline, and clubbing addictions to one built on athleticism, focus, unity, and hard work simply because Carrick arrived three weeks ago.
We didn’t go from a team that was consistently outplayed and dominated in possession under Ten Hag to one that now controls games and dominates the ball just because Carrick has been around for a few weeks.
We didn’t go from a team with serious goal-scoring problems under Ten Hag to one scoring for fun just because Carrick took over.
We didn’t suddenly become a threat from set pieces just because Carrick has spent three weeks at Manchester United.
A certain Portuguese coach ensured that ego, indiscipline, and toxicity were completely eradicated from the dressing room.
He made sure deadwood and entitled players were cut loose.
He made sure we became a possession-based team again that could match the athleticism and intensity of any opponent.
He made sure we fought for every ball, scored goals, and converted set pieces.
He made sure the players were united, the dressing room was healthy, and most importantly, that Manchester United became a joy to watch again after years of depressing football.
His name is Rúben Amorim!
Hate him all you want, but the truth remains: he is the single most important reason we are where we are as a club right now.