🚨🗣 Jose Mourinho on Messi and Argentina:
"This world cup actually exposed Messi and Argentina, they're not a good team, just reckless tackles which the referee ignores most of the times"
"Imagine having 0 shot on target in 2 hours of playing football, that says everything about them, they aren't that good and if not for some help, they wouldn't have reach the final"
Selamat kpd POLRI yg tlh menjebol tembok penyembunyian harta2 yang diduga hasil korupsi di sebuah kafe dan beberapa titik lainnya. Selamat kpd KEJAGUNG yang terus memburu koruptor di BGN dan MBG. Silahkan berlomba utk saling bongkar korupsi. Itu bagus utk pemberantasan korupsi.
Adik-adik, kakak-kakak semuanya. Kali ini gw mau bicara tentang sesuatu yang sudah menyiksa rakyat Indonesia selama bertahun-tahun. Bukan korupsi. Bukan inflasi. Tapi sesuatu yang lo rasain setiap kali mau mudik atau liburan dan buka aplikasi Traveloka, lalu langsung menutup aplikasinya lagi karena tidak sanggup melihat angkanya.
Yes. Tiket pesawat domestik Indonesia. Yang harganya bisa lebih mahal dari tiket ke luar negeri. Yang bikin relawan bencana harus muter lewat Malaysia dulu baru bisa ke Aceh. Yang udah dikeluhkan jutaan orang tapi tidak pernah beneran berubah.
Gw udah baca risetnya. Gw udah cek datanya. Dan sekarang gw mau cerita ke lo semua, pelan-pelan, dengan bahasa yang bisa dimengerti semua orang, kenapa ini terjadi dan siapa yang sebetulnya diuntungkan dari penderitaan kita bersama. 🧵
Saya sih nggak terlalu kaget soal isu sensitif istana yang lagi beredar. Yang justru bikin saya kaget adalah fakta bahwa ternyata Komdigi bisa secanggih itu.
Bisa gerak cepat. Bisa responsif. Bisa menekan platform besar. Bisa bikin akses media sekelas YouTube/Google ikut kena tindakan (walaupun masih bisa diakses lewat VPN h3h3). Bisa bikin pernyataan resmi (padahal target subyek pembahasan di video bukan Komdigi, tapi Komdigi rela nyebokin).
Bahkan bisa sigap ambil langkah hukum dan bisa bypass aturan MK soal pedoman UU ITE yang nggak bisa digugat oleh badan/instansi.
Berarti kemampuan teknisnya ada.
Dan kalau kemampuan itu memang ada, harusnya ruang digital kita bisa jauh lebih bersih dari sekarang.
Harusnya iklan penipuan nggak semudah itu lewat. Harusnya nomor pribadi masyarakat nggak seenaknya dipakai SMS promosi.
Harusnya data kita nggak gampang bocor lalu dipakai buat nawarin pinjaman, j*dol, investasi bodong, sampai lowongan kerja palsu. Harusnya platform-platform digital yang merugikan masyarakat juga bisa ditindak dengan kecepatan yang sama.
Karena ternyata masalahnya bukan karena negara ini nggak punya alat. Alatnya ada. Jalurnya ada. Kapasitasnya ada.
Cuma selama ini kita terlalu sering melihat teknologi negara bekerja cepat ketika yang terganggu adalah kekuasaan, bukan ketika yang dirugikan adalah masyarakat.
Karena ternyata tombolnya memang ada.
Cuma rakyat sering kebagian tulisan:
“mohon menunggu”.
Tapi yaa kita sama-sama paham lah ya, kenapa isu-isu krusial yang lain terkesan sulit diberantas.
Sekelas warung remang-remang saja mesti "koordinasi" dulu biar bisnisnya tetap jalan.
Paham kan ya..
cc:cakraadinegara
ASN Kemensultan.
.
.
.
.
.
yg sering dibilang Kemensultan itu, ga beneran Sultan. Masih banyak instansi yang gaji+tunjangannya jauh lebih pantes disebut SULTAN.
Kita pernah punya calon presiden yang mau memastikan setiap keluarga setidaknya punya 1 sarjana utk mengubah nasib keluarganya, memotong rantai kemiskinan.
Kita pernah punya calon presiden yang peduli sama daycare di kantor agar ayah ibu yang harus bekerja tidak perlu was-was soal anaknya.
Note: ini program 2 dari 3 calon presiden ya. Dan keduanya nampaknya berhasil sebagai sosok ayah dan suami yang baik untuk keluarganya, memberikan teladan bagi banyak orang yg fatherless, dan perempuan korban irresponsible husband.
Tahukah kamu kalau Rencana Induk Perkeratapian Nasional 2030 atau RIPNAS yang akan membangun seluruh rel kereta api di setiap pulau Indonesia membutuhkan sekitar 853 T atau setara 853 hari atau 28 bulan atau 2 tahun 2 bulan MBG.
Mari coba kita breakdown
• Jumlah SPPG saat ini ada sekitar ± 24.000
• Total per bulan: 24.000 × 1 M = Rp 24 triliun / bulan
• Total per tahun: Rp 24 T × 12 = Rp 288 triliun / tahun
Biaya Pembangunan Puskesmas
• Biaya Pembangunan Puskesmas dengan standar bangunan + alat dasar: ± Rp 5 – 10 miliar / unit
• Kalau pakai asumsi tengah: Rp 7,5 miliar/unit, maka Rp 288 triliun ÷ 7,5 miliar, maka:
Kita akan mampu membangun 38.400 Puskesmas! Wow
Tapi itukan andai, toh kita kan cuma prioritas pendukung aja 😭
Melihat footage kecanggihan dan kedahsyatan “perang” drone tempur baik Shahed-136 buatan Iran maupun Lucas buatan Amerika, tampaknya kita harus sadar diri bahwa level kita masih jauh.
Dalam urusan per-drone-an duniawi, level kita masih berkutat di perkara pungli izin penggunaan drone di tempat wisata buat video pre wedding.
Imagine if Iran bombed Washington and killed students in schools, what would you call it? Terrorists
The U.S. and Israel bombed Tehran and killed students in schools. Why do you call it a "pre-emptive strike"?
Bombing a school is a war crime under international humanitarian law
Tahukah kalian, jika MBG dihentikan total selama Ramadan, maka seluruh guru honorer di Indonesia bisa digaji sekitar delapan juta per bulan selama setahun penuh?
(Gara-gara Ferry Koto dan Mas Guntur Romli debat, akhirnya saya ngitung juga. Dan kaget dengan angkanya)
Kimi Raikkonen dulu pernah ditanya, seberapa penting dan spesial helm untuknya.
Dia menjawab, sederhana: "ya ngelindungin kepala..."
Bukan malah buat gebuk kepala anak orang seperti aparat di sini.
Helm itu pelindung. Bukan senjata pembunuh.
Singapur lebih islami dibanding Indonesia ternyata wkwkwk
Kemaren ada yg share blindbox itu masuk kategori judi malah diserang dan seperti biasa kalimat template "emangnya semua orang Indonesia itu agamanya Islam"
Lah singapur yg mayoritas agamanya bukan Islam aja nganggap blindbox itu judi wkwkwk
MBG could have been a better Bidik Misi/KIP Kuliah for all of you...
All students could have had the opportunity to study for FREE. 😔
Cuma 17,2T = biaya MBG kurang dari 20 hari
Tidak habis pikir. Petunjuk teknis terbaru menunjukkan YAYASAN pengelola MBG dapat insentif 6 JUTA PER HARI selama 313 hari, libur pun masih dapat. Insentif itu tanpa kena pajak.
6 juta x 313 hari=1,87 miliar per SPPG
Bayangin POLRI kelola 1.179 SPPG PER HARI DAPAT INSENTIF Rp 7,07 M dan 1 tahun jadi Rp 2,21 Triliun.
Itu pun belum yayasan lain di bawah TNI.
Udahlah bubar aja negara ini.
Dijelaskan bahwa insentif ini bukan berdasarkan output based (berlaku 2025) yaitu jumlah porsi yang diberikan, tapi malahan availability based yaitu asal sudah ada dapur meski belum beroperasi. Jelas-jelas enak donk yang penyaluran porsinya sedikit bahkan belum kerja sudah dapat 6 JUTA PER HARI. Cukup duduk manis dukung rejim.
Memang MBG INI DIBIKIN BUAT MENGGERERUK DUIT NEGARA.
Kepada elite mereka royal dan disebutkan sebagai insentif, sementara bantuan ke rakyat disebut subsidi dan dianggap beban.