Sulit dipercaya, tapi Jude Bellingham sempat tidak terlalu tertarik bermain sepak bola.
Padahal ayahnya, Mark Bellingham, adalah seorang sersan polisi sekaligus striker legendaris di kompetisi non-liga Inggris yang mencetak lebih dari 700 gol. Jude kecil lebih sering menonton dari pinggir lapangan, sampai akhirnya kecintaannya pada sepak bola tumbuh dengan sendirinya.
#FIFAWorldCup
🚨 Jude Bellingham: “I was on a yellow card and my mother kept saying to me all week:
Watch your tackles, don’t speak too much, and keep yourself calm.” 😂
Jujyur, ini orang emang jago sih. Kata orang tap in doang atau rebound. Tapi untuk dua hal itu perlu kemampuan positioning dan baca arah bola yang mumpuni. Dan Jude punya itu.
Salah satu yang terbaik di generasinya. Mana multiposisi juga.
#FeelEveryGoal@toshibatv_id
Ibuk : Masak nasi goreng ae yaa
Aku : oke, tapi aku masih kenyang
Ibuk : binggung mau masak apa
Aku : kehabisan ide masak ya? Wkwk padahal aku baru dirumah belom genep 2 bulan
Ibuk : lah masak telor, ayam, daging, jeroan ngga mau, yaaa binggung
Bellingham in default situation, paru parunya siap main 120 menit dengan konsisten.
Dengan kondisi di Azteca, Bellingham menurun limitnya menjadi 119.5 menit.
*Alias GG banget ni orang bjir wkwkwk
Genosida Gaza adalah Genosida yang paling terdokumentasi dengan baik dalam sejarah, tetapi sekaligus yang paling disangkal keberadaannya oleh orang-orang yang hatinya telah mati.
Jangan berhenti berbicara tentang Palestina