Mahfud MD bilang: proses Febrie itu bukan pelimpahan sah, karena tersangka belum pernah diperiksa polisi.
Syarat pelimpahan itu jelas , dua alat bukti, tersangka diperiksa, berkas P21.
Ini nggak ada satupun yang kepenuhi.
Habiburokhman jawab: "itu bukan pelimpahan, itu penyerahan penanganan perkara."
Lah, justru itu poinnya Pak Mahfud , namanya diganti-ganti biar kedengeran sah, padahal mekanismenya sendiri emang nggak diatur di KUHAP manapun.
Ganti label bukan berarti ganti substansi.
Kalau prosesnya aja udah nyari-nyari istilah biar nggak melanggar hukum acara, itu bukan soal semantik, itu tanda kasusnya lagi dipaksa muat ke jalur yang belum pernah ada sebelumnya.
Rakyat cuma nanya satu hal: kenapa hukum buat pejabat butuh istilah baru, sementara buat rakyat biasa istilahnya cuma satu — ditangkap.
Tanggal 1 Juli 2026, akan jadi kesaksian terakhir dari pihak Presiden (Pemerintah), menghadirkan saksi dan saksi ahli pada gugatan UU APBN 2026 yang menggugat keberadaan Program Makan Bergizi (MBG).
Tebak, siapa orang yang berani menelan bulat program MBG, yang kepala Badannya korupsi, menyebabkan hampir 40 ribu orang keracunan, ratusan dapur fiktif, menyengsarakan penyelenggaraan pendidikan di seluruh negeri; kekurangan dana, turunnya kuota beasiswa, pendidikan makin mahal, dan makin menderitanya guru.
Saksi dan Ahli yang nanti akan dihadirkan pihak Presiden, akan menanggung beban moral sejarah, baik yang melekat pada mulut, kaki, dan langkahnya, serta yang akan mengalir dalam darahnya.
Para saksi dan ahli ini akan menanggung kutukan yang melebihi usianya, mempermalukan keturunannya, objek sumpah serapah guru dan dosen yang tidak sejahtera, dan meskipun buku-buku sejarah bisa menghapus dosanya, nama orang-orang ini akan abadi dalam cerita-cerita rakyat, bisik-bisik rakyat kecil di warung kopi, simbol kesialan dalam dunia perjudian, menjadi bumbu cerita dramatis para dukun santet, dan kisah seram di malam hari untuk menakut-nakuti anak-anak yang sulit tidur.
Tidak jarang, karena berulang-ulang diucapkan dalam bisik-bisik, namanya dengan mudah menjadi kata ganti dari penghianat yang ditetapkan begitu saja oleh masyarakat berbahasa.
Orang yang akan bersaksi dari sisi pemerintah ini, memiliki beban yang sangat besar. Meskipun kesalahan kecil muncul, orang-orang akan segera mengaitkannya dengan azab, kutukan, rezeki yang tidak halal, dan hasil doa-doa hitam, meskipun kejadian tersebut bisa di jelaskan secara rasional.
Sebagai warga negara Indonesia, saya tidak menyarankan siapapun untuk menanggung beban semacam ini.
LBH Jakarta mengirimkan Surat Permohonan Salinan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online.
Sebelumnya, pada 1 Mei 2026, di tengah perayaan Hari Buruh Internasional, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa “saya juga telah
Jika ijazah palsu Jokowi benar, banyak banyak yg dihukum pidana. Pasal 263 ayat (1) KUHP, yang hingga saat ini masih berlaku, menerangkan bahwa barangsiapa membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan atau pembebasan hutang, atau yang diperuntukkan sebagai bukti daripada sesuatu hal dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsu, diancam jika pemakaian tersebut dapat menimbulkan kerugian, karena pemalsuan surat, dengan pidana penjara paling lama enam tahun.
Miner biasanya jual dengan asumsi $100/ton yang transaksinya bisa menggunakan account di Singapore, Zimbabwe, Swiss, atau dimanapun, yang dimana duitnya ndak parkir di Indonesia. Sehingga ketika transaksi terjadi tidak ada nilai lebih buat pemerintah selain pajak dan pungutan biasa.
Kalo sekarang, miner jual $100/ton yang dimana harus menggunakan HIMBARA, dan duit $100 tersebut harus parkir di Indonesia selama 12 bulan.
Jadi devisa yang selama ini bocor ke luar sekarang terkunci di dalam. Buat negara cukup menguntungkan. Buat miner, ada cost baru yang sebelumnya ndak ada.
Sulit dan Makjang, tapi paling nggak gue cukup puas karna sekarang uangnya ngga parkir lagi di Singapure.
🇮🇩🇮🇩🇮🇩 My Indonesian friends… at this point, we probably don’t need to share any more breaches about Indonesia, someone already tried to collect everything into one place.
Pernahkan Bapak/Ibu memandu anak untuk mengerjakan soal matematika/fisika dengan metode *diketahui*, *ditanya*, *jawab*?
Jika ya, pertahankan! Karena dengan metode seperti itu, anak menggunakan dasar *berpikir komputasional* atau *computational thinking/CT*.
CT adalah cara berpikir (a way of thinking) yang biasa digunakan oleh ilmuwan komputer untuk memecahkan masalah.
Mari kita bedah coretan pada gambar terlampir berdasarkan 4 fondasi utama Computational Thinking:
1. Dekomposisi (Decomposition)
Siswa tidak mencoba memecahkan masalah besar (menghitung volume bangun gabungan yang kompleks) sekaligus. Ia memecah masalah tersebut menjadi beberapa sub-masalah yang lebih kecil dan mudah dikelola:
Sub-masalah 1: Mencari tinggi limas yang belum diketahui.
Sub-masalah 2: Menghitung volume bagian limas.
Sub-masalah 3: Menghitung volume bagian kubus.
Sub-masalah 4: Menjumlahkan semuanya.
2. Pengenalan Pola (Pattern Recognition)
Siswa mengenali pola-pola yang ada di dalam gambar tersebut:
Ia menyadari bahwa bangun tersebut memiliki bentuk simetris, yaitu limas di atas dan di bawah ukurannya sama. Oleh karena itu, ia menerapkan pengenalan pola dengan tidak menghitung limas satu per satu, melainkan langsung menggunakan pengali dua V 2 limas = 2 x (...).
Ia juga mengenali pola segitiga siku-siku di dalam potongan limas, sehingga memicunya untuk menggunakan Teorema Pythagoras untuk mencari tinggi
3. Abstraksi (Abstraction)
Siswa menyaring informasi yang tidak penting dan hanya mengambil data yang esensial. Ia menerjemahkan gambar visual 3D tersebut ke dalam bentuk variabel-variabel inti yang dibutuhkan untuk perhitungan, yaitu tinggi segitiga, alas limas, dan rusuk kubus. Ia mengabaikan detail lain dari gambar dan hanya fokus pada model geometrisnya.
4. Berpikir Algoritmik (Algorithmic Thinking)
Siswa menyusun langkah-langkah penyelesaian (algoritma) yang sangat terstruktur, jelas, dan berurutan dari atas ke bawah.
Inisialisasi variabel: Menuliskan diketahui dan ditanya.
Proses 1: Cari dulu tinggi limas (proses ini seperti memanggil fungsi pembantu/ helper function sebelum masuk ke fungsi utama).
Proses 2: Menghitung Volume limas.
Proses 3: Menghitung Volume kubus.
Output: Menjumlahkan hasil proses 2 dan 3 ke dalam Volume Gabungan.
*Konsep Debugging*
Sebagai pendidik, gambar ini juga memberikan momen untuk mengajarkan konsep CT kelima, yaitu Debugging.
Jika diperhatikan pada bagian Volume kubus, kerangka algoritmanya sudah sangat benar, tetapi ada "logical error" atau bug pada rumus yang dimasukkan. Siswa menggunakan rumus Luas Permukaan Kubus, padahal yang dibutuhkan adalah rumus Volume.
Menganalisis jawaban ini di kelas bisa melatih anak-anak untuk tidak hanya peduli pada "hasil akhir", tetapi juga melacak bug baris-demi-baris pada sebuah sistem yang secara alur sudah logis, namun outputnya keliru.
Iseng2 ngitung BEP dan ROI buka dapur simply:
>Modal : 1M-4M
>BEP nominal : 6,39-25,56 bulan
>BEP discounted (10%) : 6,89-30,16 bulan
>ROI nominal : 134,8-839%
>ROI discounted : 78,0%-611,9%
Cuan guaranteed.
mungkin bang @RidwanRWG punya hitungan yg lebih advanced
One of the best math books I've ever read:
MIT's "Mathematics for Computer Science"
Its writing style is brilliant, and it covers everything:
- Linear algebra
- Series
- Logic
- Probability
- Number theory
- Graphs
You can find the PDF here:
https://t.co/iQvaflkDPD
Gelar Perkara Khusus hanyalah Permainan Ilusi Transparansi.
Jokowi berjanji akan menunjukkan ijazah ke pengadilan.
Ternyata dia, melalui Polda, menunjukkan ijazahnya di gelar perkara khusus.
Ditunjukkannya ijazah itu, yang hanya berlangsung kurang dari 10 menit. Dan berbagi adu kepala dengan puluhan orang yang hadir. Tidak ada proses observasi, penelitian, pengkajian yang memadai dengan waktu sependek itu. Apalagi kami dilarang menyentuh, memegang, meraba, dan menguji selembar kertas yang disebut ijazah tersebut.
Itulah permainan manipulasi otak.
Saya meminta ijazah ditunjukkan di saat awal gelar perkara. Tetapi dipenuhi di saat terakhir, setelah 6 jam diskusi yang sangat melelahkan. Dilakukan hampir tengah malam. Ketika otak sudah lelah berpikir.
Masyarakat harus paham dan tidak boleh terjebak dalam ilusi transparansi yang sedang dimainkan ini.
Sebab,
Ini bukan soal asli dan tidaknya ijazahnya tersebut.
Pembuktian keaslian ijazah bagi RRT sudah selesai. Sudah kami tuntaskan secara science-based.
Ini adalah perang konsistensi.
RRT tetap konsisten dengan hasil penelitiannya.
Jokowi tetap konsisten dengan kebohongannya.
Dia lupa, ijazah bukan dokumen tunggal yang berdiri sendiri. Ada transkrip nilai yang amburadul, skripsi yang muncul tahun 2108, KKN yang terjadi dua kali, kartu Registrasi masuk ke prodi Sarjana Muda dan bukan prodi Sarjana, dan 700++ dokumen yang disita Polda dari UGM.
Untuk saya, dr Tifa, semua bahan itu adalah tanda kegiatan penelitian kami akan terus berlanjut.
$NVDA accounts receivable jumping 50% in 2 quarters is a sign of channel stuffing.
Nortel & CISCO did this in 2000 with their circular financing scam. It inflates sales figures by forcing more product into the distribution channel than it's capable of selling. AR = haven't paid