dulu, saya ingin jadi Hakim. Karena hakim adalah satu-satunya kerjaan yang ngga ada atasan, kecuali Tuhan langsung. Tapi orang tua melarang. Alasannya, pertanggungjawaban di akhirat berat.
belakangan, setelah saya pernah ditugaskan di unit pengembangan dan konseling karir, saya jadi sadar.
Bahwa pemilihan karir, ada banyak faktornya.
pertanyaannya, gimana sih cara menentukan "profesi hukum" yang akan dikejar?
ada dua spektrum: private-publik; praktisi-akademisi. Lalu seperti di gambar inilah pemetaannya.
terus gimana cara memilihnya? saya jawab dengan pertimbangan:
1. minat hukumnya apa
2. konsentrasi yang sedang diambil
3. pengalaman magang/lomba/proyekan
4. ekspektasi kerja: uang, ruang aktualisasi, atau waktu.
5. faktor personal lainnya
dari sana lalu dieksplor opsi-opsi terbaik. ✨️
🥲🥲
Hatiku kerasa nyes dan "sakit" baca cerita ini 🙂🙂
Pentingnya menghamba ke Allah (ilmu-ilmuNya Allah: ilmu syar'i dan ilmu umum/sains)
Bukan menghamba ke hawa nafsu (mauku, pinginku, menurutku, enakku, pendapatku, dsb)
Semoga kita semua dilindungi oleh Allah dari menghamba ke hawa nafsu ketika jadi pemimpin
Baik itu pemimpin diri sendiri, pemimpin keluarga, pemimpin tim/organisasi, bahkan pemimpin negara
Menyoroti kisah Julie. Di umurnya yang hampir menyentuh 30 tahun begitu banyak kekhawatiran yang dia pikirkan.
Dari urusan pendidikan, karir, percintaan, sampai dengan keputusan memiliki anak atau tidak.
Semua dikemas melalui drama-romance-comedy yg menyenangkan untuk diikuti.
Isi wawancara Sudaryono dengan denny sumargo:
1. Soal UGM:
- Acara sudah jalan 40 menit baru digeruduk
- Tetap stay di panggung mau dengar tuntutan mahasiswa
- Sempat selawatan buat tenangkan suasana
- Dihadang di mobil, akhirnya duduk di aspal dialog langsung
- Klaimnya mayoritas peserta UGM mau dialog, hanya segelintir yang rusuh
- ini di tunggangi pihak pihak
2. Soal Pesta Babi:
- Bantah narasi seluruh Papua menolak hanya segelintir - tidak nyampe 1 % yang tidak setuju
- Lahan adalah rawa mineral, bukan hutan besar
- tidak ada hutan sama sekali
- tantang siapa saja pergi ke Merauke lihat langsung
3. Soal komunikasi:
- Gap besar antara pemikiran pemerintah dan rakyat
- pemerintah bicara data, rakyat bicara emosi
- rakyat di kasih data malah marah
- tidak di kasih data minta data kan aneh
- Algoritma medsos lebih suka konten emosional daripada fakta
4. Soal Prabowo:
- Prabowo disebut "suffering of knowing"tahu terlalu banyak, susah dipahami publik
- rakyat tidak mengerti prabowo
- prabowo itu 10 langkah di depan rakyat
- udah mikirin semua matang matang
- Tidak emosional dalam ambil keputusan
- selalu bijak dalam mengambil keputusan
- orang terbijaklah yang pernah ada
That's why, cardio ringan setelah angkat beban itu bagus banget buat yang mau body recomposition.
Tenaga dari carb dipake buat angkat beban yang butuh tenaga cepat dan banyak.
Saat glikogen habis, cardio ringan bisa pake lemak. Jangan HIIT tapi ya cardionya
🚨💣 EXCLUSIVE: Liverpool are set to sign Víctor Muñoz with HIJACK done, HERE WE GO! 🔴🇪🇸
Newcastle in advanced talks for days but #LFC enter the deal, verbally agree terms with Muñoz and activate €40m release clause.
All set to be signed and another big surpise. 🧨
setelah kejadian ini
-para pembicara masih jd pejabat pemerintah
-justru dapat screen time lbh banyak krn diwawancara media nasional
-TotalPolitik masih bisa ngonten di youtube dgn segala 'hot takes'nya
tapi, mahasiswa2 yg naik panggung, diprofiling mukanya & hidupnya dipersulit
Mungkin... Mungkin ya ini nebak doang.
Tuntutan lari yang dianggap keren dan hebat jaman sekarang jauh lebih tinggi dibanding sama 10 taun lalu yang bikin orang lebih napsu ikutan race jarak jauh ngebut.
10 taun lalu lari 10K pace < 6 atau sub 60 udah hebat banget. Sekarang dianggap biasa. Jadinya orang lebih ngotot dan maksa buat race.
Efeknya ya lebih banyak yg ngotot buat race padahal belom siap.
Trust the process.. Endurance itu luama dibangunnya.. Sabar aja
Mau tau framing itu kaya gimana?
1) yang mengadakan acara, Total Politik dan NYL. Bukan UGM, bukan pula mahasiswa UGM. Di poster jelas tertulis siapa2 penyelenggaranya.
Totpol, pro pemerintah
NYL?
Coba simak deskripsinya di IG.
'Kontribusi nyata'
Khas siapa?
Kontestasi terbuka adalah inti demokrasi
Kita bedah acara ini,
Penyelenggaranya Total Politik yg kita sama-sama mafhum sudah menjadi corong rezim.
Temanya normatif, isi pembicaraan di forumnya puja puji rezim.
Pembicaranya Budiman, Nusron dan Sudaryono.
Dua aktivis satu kader Prabowo.
Lokasi di GIK, sentra kegiatan mahasiswa UGM, di waktu lagi panas kritik dari gerakan mahasiswa, selang sehari saja dari aksi Gejayan.
Sudah jelas dari awal tujuannya adalah ‘menantang’ di base lawan.
Jadi jangan bawa-bawa narasi kenapa gak dialog di forum yg staged gitu. Ini namanya deliberative window dressing atau manipulasi dialog.
Tujuannya dari awal memang bukan buat dialog. Tapi buat framing UGM ditaklukkan.