Dear Kak Ibam @ibamarief ,
Our paths somehow kept crossing for 30 years, from SD to AI works. I was always just a junior watching a senior who inspired people, coz you set up a high "standard". Praying for strength for you & your family 🤲🏻 Maaf cm bisa nulis ini to support🙏🏻
Bismillahirrahmanirrahim, hari putusan sidang.
Sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan, dan kebaikan teman2 sekalian sangat memudahkan kesulitan kami sekeluarga.
Terima kasih ya untuk dukungan baik seperti di bawah, bantu kami merasa ngga sendirian setiap menuju sidang. 🙏🏼
Real-time video agents are here.
Today, we’re sharing how we built Runway Characters, allowing you to turn one image into a fully expressive, conversational video agent streaming at 24 frames per second in HD. With just 1.75 seconds of end-to-end latency.
Learn more below.
Last week, we made Gemini Embedding 2, our first natively multimodal embedding model, available to the general public. Since then, developers have used it to build video analysis tools, visual shopping assistants, and more.
But you might be wondering... what is an embedding model? 🤔 Let’s break it down!
1. What is it?
Think of an embedding model as a "universal translator." It takes text, images, video, and audio data and turns them into a long string of numbers, like a unique digital fingerprint.
2. How does it work?
Historically, search has been text only. Now, instead of just matching data by keyword, Gemini Embedding 2 maps multiple modalities in the same space based on meaning. It "feels" the connection between a video of a soccer goal and the words "game-winning shot" without needing tags.
For example, "ocean" and "waves" are placed close together, but "ocean" and "toaster" are miles apart.
3. How can you use it?
Developers have been using it to incorporate smarter search functionality into their builds. This means creating tools where you can snap a photo of a product and type "find this in yellow," or search through thousands of hours of video by describing what happens in a scene.
4. Ready to try it out for yourself?
You can start using it today via the Gemini API or the Gemini Enterprise Agent Platform.
Yay, finally! Introducing Vision Banana🍌 from @GoogleDeepMind, our unified model that outperforms SoTA specialist models on various vision tasks!
By treating 2D/3D vision tasks as image generation, we unlock a new foundation for CV.
Project page: https://t.co/GQgRi6mWwC
(1/5)
Ini Ibam, bicara sendiri agar Ririe terlindungi.
Betul, ketika belum jadi tersangka, saya dapat ancaman: buat pernyataan "mengarah ke atas" kalau tidak kasusnya "akan diperluas".
Saya tolak, ngga mau bohong & zalim.
Tiga minggu kemudian, saya jadi tersangka.
Saya tolak bukan untuk lindungi Nadiem, tapi karena memang ngga pernah ada arahan dari Nadiem ke saya agar pengadaannya jadi Chromebook semua.
Seperti yang terungkap dari 22x sidang, tidak ada sama sekali arahan dari atas seperti itu. Saya hanya diminta memberi masukan netral dan objektif sebagai konsultan.
Artinya, ketika menerima ancaman tersebut saya dihadapkan ke dua pilihan:
Berbohong mengarang cerita menuduh orang lain untuk menyelamatkan diri sendiri.
Atau, berpegang kepada integritas, kejujuran, dan kebenaran yang saya yakini, dan menolak untuk berbohong.
Dengan shalat istikharah dan kesadaran penuh akan risikonya, saya memilih jalan yang kedua: kejujuran.
Insya Allah selalu berpegang pada kejujuran akan berujung pada kebaikan untuk saya, Ririe, dan keluarga kecil kami. Kalau tidak di dunia, maka di akhirat kelak.
Lalu jawabannya apa ketika saya menolak untuk berbohong? "Oke, kami perluas.”
Saya tidak berdaya. Ya Allah, apa lagi yang bisa kami lakukan ketika dihadapkan pada pilihan seperti itu? Pegangan kami hanya prinsip integritas dan kejujuran.
Ketika konsekuensinya beberapa minggu kemudian saya dinyatakan tersangka, kami hanya bisa memperbanyak istighfar dan ikhtiar.
Kami jalani dan hormati proses hukum yang ada dengan tabah, kami berniat jelaskan di persidangan fakta-fakta yang membuat terang, kami masih percaya dengan hukum Indonesia.
Mungkin ngga banyak yang tahu, tapi Ririe istri saya adalah seorang sarjana dan magister hukum. Di Belanda dulu kami banting tulang nabung dan berhemat banyak, supaya bisa bayar uang kuliah S2 Ririe.
Dari Ririe, saya belajar banyak tentang hukum Indonesia, apa saja yang mungkin terjadi, dan bagaimana hukum kita tetap memungkinkan pembelaan yang efektif.
Baik, mari berjuang di persidangan, luruskan seluruh tuduhan. Satu persatu fakta di persidangan muncul dengan terang benderang, satu persatu tuduhan bisa kami bantah.
Sampai akhir rangkaian sidang, 57 orang saksi dihadirkan, tidak ada bukti saya menerima keuntungan dari perkara ini, tidak ada bukti masukan saya karena konflik kepentingan, tidak ada bukti saya mengarahkan.
Yang terungkap malah saya sebagai konsultan sudah menyarankan Chromebook diuji dulu, pejabat menolak pengujian dan memutus Chromebook, nama saya dicatut di SK, masukan saya dipelintir.
Kami merasa pembelaan hukum kami sudah maksimal, kebenaran sudah terungkap, tinggal menumpu harapan pada keadilan dan kebijaksanaan dari majelis hakim yang mulia, yang kami merasa sudah sangat objektif dan penuh kearifan sepanjang persidangan.
Namun, ketika JPU menyebutkan tuntutan 15 tahun penjara, denda Rp1 miliar, uang pengganti Rp16,9 miliar subsider 7,5 tahun penjara tambahan...
Ini titik kezaliman yang sangat terang benderang, tekanan kepentingan yang sangat kentara, saya memutuskan pembelaan saya tidak lagi bisa hanya di persidangan.
Besok saya akan sidang pembelaan (pleidoi) dan kami bersurat kepada Presiden @prabowo Subianto serta @KomisiIII DPR, untuk memohon perlindungan hukum dari kriminalisasi, ketidakadilan, intimidasi, serta pengkambinghitaman yang sudah sekentara ini.
Kami takut untuk bicara? Takut ada intimidasi lain? Itu risiko yang jelas, tapi kami tidak gentar. Tuntutan 22,5 tahun dan belasan miliar yang tidak mampu kami bayar mungkin dianggap akan membuat kami terdiam, tapi kami malah semakin berani untuk melawan kriminalisasi ini.
Mohon bantuan, dukungan, dan perlindungannya dari masyarakat Indonesia, dari pekerja kreatif dan pekerja pengetahuan, serta dari semua yang ingin bantu negara atau takut dizalimi negara.
Kami berjuang bukan untuk kami sendiri, tapi agar tidak ada lagi kriminalisasi dan ketakutan bagi mereka yang tulus mau bantu Indonesia. Kami masih percaya Indonesia bisa menjaga dan menghadirkan keadilan dalam kasus kami.
Rekaman sidang ini nunjukin kalo JPU GAGAL PAHAM!
Tapi kok masih menuntut Ibam 15 tahun + 7,5 tahun penjara?
Itu pun dengan kata2 "PATUT DIDUGA", tanpa bukti konkret, padahal surat tuntutan seharusnya sudah cermat dan berdasar pembuktian.
Heartbreak 💔😢 As a person who know him for 30 years, reading this really really breaks my heart.... be patient, stay strong, Allah is with you, Rie... 🤲
Mengapa Negara Menzalimi Suami Saya, yang Tulus Berkorban Banyak Untuk Negara?
Sebagai istri, sakit hati rasanya. Enam belas tahun aku kenal Ibam, dia ngga money oriented. Niatnya tulus. Kalau sudah mau bantu, dia akan benar-benar bantu.
Ibam dituntut penjara 15 tahun dan harus bayar Rp16,9 miliar, kalau tidak maka pidananya ditambah 7,5 tahun.
Berarti, Ibam dituntut 22,5 tahun penjara.
Ibam, yang pernah menolak tawaran puluhan miliar karena merasa misi bantu negara lewat bangun teknologi masih belum selesai.
Sekarang ironisnya dituduh korupsi. Padahal sampai 57 saksi diperiksa, tidak ada satu pun bukti Ibam memperkaya diri. Tidak ada konflik kepentingan untuk memperkaya orang lain.
Dia hanya konsultan teknis, rela tolak tawaran asing, turun gaji demi negara, ngga punya jabatan dan kewenangan, selalu profesional dan netral dalam kasih masukan, tapi terjebak dalam pusaran para elite birokrasi.
Masukan teknis Ibam yang sudah terdokumentasi baik, transparan akan kelebihan dan kekurangan, diceritakan sepotong-sepotong saja oleh pejabat pengadaan. Sehingga seakan-akan Ibam memaksa hanya Chromebook.
Untungnya, Ibam punya banyak dokumentasi yang sudah jadi bukti di persidangan. Sudah terungkap di sidang bahwa:
1. Ibam bukan pejabat, tapi konsultan yayasan. Gaji Ibam sama sekali bukan dari APBN.
2. Ibam baru kenal Nadiem setelah dia jadi menteri. Ngga ada persekongkolan, dan ngga pernah ketemu personal.
3. Di banyak bukti chat & notulen rapat: Ibam tidak mengarahkan pengadaan, tidak buat kajian, bahkan Ibam minta kementerian untuk uji Chromebook dulu.
4. Pejabat Eselon I akhirnya mengakui: dia yang menolak masukan pengujian Ibam, dia yang memutuskan Chromebook lewat SK yang dia keluarkan.
5. Ahli IT telah menyatakan masukan Ibam sudah netral dan profesional, sesuai best practice keahlian, serta benar dalam menyerahkan keputusan ke kementerian.
Puncaknya, nama Ibam dicatut ke dalam SK pengadaan yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya. Dalam pengesahan kajian Chromebook yang ditugaskan SK, tidak ada tanda tangan Ibam.
Terungkap juga di sidang, belasan pejabat, termasuk yang berupaya ‘menyalahkan’ Ibam, mengakui telah menerima ratusan juta rupiah suap dari vendor. Namun mereka semua bebas, tidak ada yang jadi tersangka.
Disaat mereka bebas, Ibam ditahan dan dituntut penjara. Bagiku perkara ini jelas. Suamiku bukan pelaku, tapi korban permainan elite birokrasi yang seenaknya melempar semua keputusan mereka pada Ibam.
Sekarang, kami hampir sampai di ujung jalan.
Ibam dituntut 22,5 tahun penjara.
Dua terdakwa lain, pejabat Eselon II di Kemendikbud, yang mengatur pengadaan dan sudah mengakui ada aliran dana sampai miliaran rupiah, dituntut 6 tahun saja.
Semakin kontras ketika surat tuntutan sendiri mengakui: tidak ada aliran dana ke Ibam.
Tuntutan bilang di laporan SPT 2021, kekayaan Ibam naik Rp16,9 miliar. Ibam sudah tunjukkan bukti di persidangan kalau itu dari saham Bukalapak yang didapat jauh sebelum Ibam menjadi konsultan Kemendikbud, tidak ada kaitannya sama sekali dengan Chromebook atau Gojek.
Bukti itu ditolak JPU dalam tuntutannya. Mereka bilang karena Ibam sudah resign, sahamnya hangus. Mereka tidak paham kata-kata dalam surat pemberian saham, bahwa yang hangus hanya “saham yang belum diberikan”. Padahal, sebelum resign juga ada sebagian saham yang sudah diberikan.
JPU menyatakan, karena mereka tolak bukti itu, Rp16,9 miliar Ibam diduga hasil korupsi, jadi mereka tuntut 15 tahun ditambah 7,5 tahun.
Bagi kami, ini puncak dari kezaliman. Ibam yang tidak pernah, sekali lagi, TIDAK PERNAH ADA ALIRAN DANA SAMA SEKALI, dikriminalisasi atas prestasinya bantu negara, yang tidak ada hubungannya dengan perkara.
Dua minggu lagi putusan Ibam akan dibacakan oleh Majelis Hakim, kami tetap berharap keadilan putusan bisa sesuai dengan fakta persidangan.
Karena, ini bukan sekedar perkara hukum, ini menyangkut nasib seseorang, masa depan keluarga kami, anak-anak kami, serta kemerdekaan kami sekeluarga.
Setahun terakhir ini adalah masa yang sangat berat bagi kami. Keluarga kami kehilangan penghasilan, kesehatan jantung Ibam kian memburuk, bahkan tabungan hidup kami terkuras habis untuk biaya medis dan biaya hukum.
Namun, aku bersaksi bahwa Ibam adalah seorang perintis. Hidupnya penuh perjuangan dari kecil, insya Allah kami siap bangun dari nol lagi.
Hanya saja, jika pengabdian untuk Indonesia harus dibayar semahal ini. Jika bukti persidangan sudah seterang ini, dan jika upaya mengkambinghitamkan Ibam sudah sekentara ini, dia tetap dipenjara puluhan tahun...
Ini adalah ketidakadilan yang teramat pahit.
Bukan hanya bagi Ibam, tapi bagi siapa pun yang pernah atau akan bantu bangsa ini dengan niat tulus.
Apa memang berbakti bagi merah putih seberbahaya ini?
Apa memang tidak ada keadilan bagi orang jujur yang sudah berkorban banyak bagi negara?
Tolong bantu kami mencari keadilan untuk Ibam selagi masih ada waktu. Mohon bantu bagikan tulisan ini, pada rekan atau kerabat, konsultan atau pejabat, siapapun yang bisa bantu menyuarakan keadilan dan memberi perhatian.
Agar tidak ada lagi profesional seperti Ibam yang jadi korban kriminalisasi.
Jakarta, 16 April 2026
Ririe - Istri dari Ibrahim Arief (Ibam)
Seedance 2.0 is now on Replicate!
Add up to 9 reference images, 3 reference videos, and 3 reference audio files to create cinematic masterpieces.
Business and Enterprise accounts can start generating today. in 150+ countries (US not included).
Lyria 3 (and 3 Pro) from @GoogleDeepMind are now on Replicate!
Produce studio-quality tracks with the ability to prompt intros, verses, choruses, and bridges.
With Lyria 3 Pro, you can create songs up to 3 minutes long.
Introducing Cinematic Video Overviews, the next evolution of the NotebookLM Studio. Unlike standard templates, these are powered by a novel combination of our most advanced models to create bespoke, immersive videos from your sources.
Rolling out now for Ultra users in English!
Yesterday, @GoogleLabs' Pomelli launched Photoshoot, a new feature that generates on-brand, campaign-ready product visuals with a few clicks (for free!) 📸
There are easy 3 ways to create images with Photoshoot:
1. Templates: Upload an image of your product then select up to 4 shots from our auto-recommended photo templates, which will help you control the composition, framing, and style of your product shot
2. Edit existing: You can make edits to existing images by prompting Photoshoot to do things like update the background or adjust the lighting of a photo
3. Create new: Leverage our flexible editor to create shots from scratch. Just describe your vision or upload a reference to create custom assets with your aesthetic in mind
Once perfected, download the final assets to share across your channels or add them to your Pomelli Business DNA for future use. Then, show us what you’ve created by sharing your Photoshoot visuals below!
Today we introduced Lyria 3, @GoogleDeepMind's latest music generation model, which you can use to turn your ideas into musical tracks through prompts or even photos. Here are 3 tips (and fun facts!) to help you make the most out today's launch:
1. We intentionally built this model to have extremely high customization character limits, so you can feel the full freedom of flexibility. From a pithy haiku to an emotional short story, Lyria 3 allows you to lose yourself in the details.
2. Get creative! When designing this model, we wanted to cater a broad and diverse range of musical tastes (not just pop music). Whether it's unique combinations of instruments or blends of seemingly clashing genres, feel free to experiment.
3. When creating a track, you can prompt the style of music and Gemini can suggest lyrics that fit your theme. Or, you could request specific lyrics transforming the most mundane messages into your very own musical. For example, when testing the model, the team found success in creating tracks with critically acclaimed lyrics like "Check your email" or "Please RSVP to my event.”
Lyria 3 is rolling out today in beta in the @GeminiApp for 18+ users. Have fun!
10 days ago I installed ClawdBot on this Mac Mini
Since then my AI employee has accomplished:
• Building and launching a full application without me even asking for it (Bot Games)
• Wrote a script for a video that has over half a million views on YT and has made over $4,000 in ad revenue
• Built new functionality for my SaaS that has added over $10,000 of annual revenue
• Spun up its own employees so it has agents working for it
• Built its own command center so I can track everything its doing
• Got its own phone number and voice and started calling me out of the blue
All proactively, all autonomously
Yet influencers on X will tell you this is just ChatGPT with a cron job
Get your own AI employee ad change your life
Our animated short film "Dear Upstairs Neighbors" is previewing today at @sundancefest! In creating this film, our @GoogleDeepMind team of Pixar alumni, an Academy Award winner, researchers, and engineers designed new AI capabilities specifically for filmmakers.
Here’s how these AI capabilities played a supporting role (pun intended) to human-led creativity:
— Custom Training: Veo and Imagen models were trained on the team's original artwork and paintings
— Creative control: The team created the story, then AI was used to transform rough animations into stylized videos
— Precision editing: The technology allowed the artists to make specific edits without needing to recreate entire shots
Learn more about how "Dear Upstairs Neighbors" was created in this behind-the-scenes video with director Connie He 🍿