Even journalists couldn’t hold back their tears.
CNN Indonesia reporter Irine Wardani broke down while covering the Sumatra disaster, which has claimed at least 1,030 lives. Reporting live from Aceh with cameraman Urip Handoyo. 📍 Aceh Tamiang, Indonesia 🇮🇩
Kalau dipikir-pikir, mencintai berarti membuka diri terhadap kepastian bahwa suatu saat kita akan kehilangan. Sebuah garansi kepedihan.
Setiap hari di IGD aku melihat sendiri betapa rapuhnya cinta, betapa cepat ia berlalu, dan betapa kuat dampaknya.
Cinta adalah sesuatu yang begitu berarti. Sebagian besar hidup kita habiskan untuk mencari cinta, untuk dicintai, dan untuk merasa layak dicintai.
Namun ketika akhirnya kita memilikinya, sering kali kita lupa bahwa kita sedang memilikinya. Sampai akhirnya cinta itu pergi, barulah kita sadar betapa berharganya ia.
Kalau ada orang yang kamu cintai, peluklah. Bayangkan itu pelukan terakhir sebelum tubuhnya kau lepaskan untuk dibawa pergi.
Lalu buka matamu, dan sadari bahwa mereka masih hidup, masih bisa kamu peluk. Rasanya akan berbeda sekali.
Percayalah, cinta tidak permanen. Ia bukan kepemilikan, melainkan pinjaman.
Orang-orang yang kita cintai, hewan peliharaan, keluarga, semuanya adalah titipan untuk sementara. Dan kita pun titipan bagi mereka.
Andai saja kita bisa mengingat setiap hari bahwa segalanya fana, bahwa kehilangan selalu mengintai sedikit demi sedikit, mungkin kita akan mencintai dengan lebih dalam, lebih sungguh-sungguh, sepenuh hati.
Mencintai adalah tindakan yang sangat berani. Keberanian itu lahir dari kesadaran bahwa segalanya akan berakhir, tanpa tahu kapan akhirnya datang.
Namun di tengah perjalanan itu, kebahagiaan yang kita rasakan saat mencintai tak akan pernah tergantikan oleh apa pun di dunia ini.