@debvnair โBegitulah. Kenapa wajahmu muram begitu? Mana suamimu?โ tanyanya sambil melirik ke sekitar. Tidak ada.
Apa temannya pergi sendirian?
โApa kamu sendirian?โ Apa karena hal itu makanya ekspresi wanita ini muram?
โKau baik-baik saja?โ tanyanya pada teman yang sudah lama tidak bersua. Semenjak sibuk dengan urusan pribadi, akhirnya bisa bertemu lagi. Tapi, kenapa temannya ini tidak secerah dulu? Agak muram.
Sesuatu yang buruk, mungkin.
@debvnair
@redlanguorous Mewakili calon pengantin pria, Ajeng pun kembali melanjutkan, โSekarang kami terima pula seserahan dari Kafi dan keluarga. Semoga acara pernikahan untuk mengikat Arsenio dan Kafi sebagai sebuah keluarga diberikan kelancaran.โ
Pandangan kemudian diarahkan ke Arsenio, --
-- yakni Ibu Kartika akan menyerahkan seperangkat alat sholat beserta perhiasan dari Arsenio untuk Kafi sebagai simbolis untuk menyerahkan putra kami dalam sebuah pernikahan.โ
@JUNJO_KER
-- dapat berkumpul pada acara seserahan pernikahan antara Arsenio dan Kafi.โ
Pandangan diarahkan ke keponakannya dan kemudian, barulah ia pun berdehem sejenak sebelum melanjutkan, โPada kesempatan ini, saya yang mewakili orang tua calon pengantin pria --
-- seorang pemuda yang tampak sedikit limbung dan gerakan secepat kilatnya menarik tangan kanan pemuda itu. โTidak apa. Apa kau baik-baik saja?โ tanyanya. โJika ingin beristirahat sebentar kita bisa minggir dahulu.โ
@countravene
@countravene Keramaian di saat itu begitu sesak. Bahkan ada kalanya pula Alver perlu menghindari beberapa orang yang berjalan ke arahnya. Ini sedikit mengingatkannya dengan Rowoon.
Tepat sekali renungannya terpecah saat punggung ditabrak oleh seseorang. Ia segera berbalik dan mendapati --
-- tersayang sepertinya merasa ini bukanlah lokasi koordinat yang tepat untuk pergi tetapi jika kami ingin kembali, kami harus tahu situasi kenapa kami dikirim kemari.โ
Seharusnya penjelasan ini sudah cukup menggambarkan kalau dirinya itu orang asing.
@sturmfrea
@sturmfrea Memang mengharapkan seseorang untuk membantunya bukan berada dalam rencana tetapi, tempat ini tidaklah familiar buat Alver yang baru saja tiba di sini.
โTahun berapa, nama kota, kondisi kota ini, dan situasi yang sekarang dihadapi.โ jawabnya dalam satu kalimat. โDongsaengku --
@redlanguorous โHal seperti itu tidak akan berlaku di sini. Bukankah lebih berharga jika itu uang?โ tanya Alver. โTapi tenang nanti saat kembali aku akan memberikannya sebanyak yang kau mau tapi terima kue ini dulu.โ
Sayang sekali jika tidak dihabiskan.
@redlanguorous โKau akan menggusurku ke sofa maksudnya?โ tanya Alver sambil tertawa kecil dan berjalan menuju ke arah mobil mereka bermaksud buat pulang. Sesuai janjinya, mereka hanya membeli makanan saja dan kembali.
Sepertinya ini akan jadi perdebatan yang panjang nanti.
-- selesai
@redlanguorous
โCale, aku dapat tiket ke festival lagi. Apa kau mau pergi lagi denganku?โ ajaknya pada sosok pemuda berambut merah yang terlihat tidak bersemangat.
@redlanguorous Setelah memesan, barulah ia menunggu sejenak sebelum makanan diberikan. Setelah mendapatkan makanan yang mereka pesan, Alver memutuskan untuk menyerahkan Photocardnya ke Mary nanti.
Tidak mungkin ia akan menyerahkan photocard orang lain ke Cale. Tidak akan. --