KOTA SANTRI, KOTA BATIK DIGABUNG JADI KOTA SANTANIC...miris🥀
Miris wak.
Islam di Jawa mulai dipertontonkan menyimpang.
Lebih miris lagi:
ormas terbesar di Jawa diam.
Diam melihat yang dianggap KESENIAN
padahal wujudnya menusuk akidah.
Atau jangan-jangan diamnya bukan netral.
Jangan-jangan orang-orang dari ormas itu
ikut di dalam pentasnya.
KARNAVAL MAULID NABI.
PENTASNYA MIRIP RITUAL SATANIC?
Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026
Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
Dikemas sebagai rangkaian Maulid Nabi Muhammad SAW
sekaligus khitanan massal ke-61.
Lalu satu adegan mencuri perhatian.
Kambing disembelih di atas altar.
Dikelilingi lilin.
Di bawahnya, pentagram terbalik.
Kepala kambing.
Lingkaran konsentris.
Simbol menyerupai aksara Ibrani.
Sekilas komposisinya
sangat mirip Sigil of Baphomet
ikon yang lekat dengan okultisme
dan satanisme modern.
Ini Maulid?
Atau teater yang memakai nama Rasul
untuk memamerkan simbol yang haram dipertontonkan
di peringatan kelahiran Nabi?
Ormas besar di Jawa di mana?
Kenapa tidak ada suara yang memotong?
Kenapa yang seharusnya menjaga akidah
malah tenang melihat altar, lilin, dan bintang terbalik
di malam yang disebut malam Maulid?
Kalau ini KONSEP SENI, jelaskan.
Jangan suruh umat menelan
sembelihan di altar
sebagai shalawat.
Lantas, apa sebenarnya konsep pertunjukan itu?
Seni?
Ketidaksengajaan?
Atau kesesatan yang sudah berani naik pentas
karena yang besar memilih diam?
Indonesia’s current situation:
- Karhutla
- Gunung Meletus
- Keracunan MBG
- BBM langka
- Gas LPG 3 kg langka
- Krisis air bersih
- Pemadaman listrik bergilir
- KMP Virgo Transport 8 hilang kontak
How can you just avoid the bad news when we have to deal with all of this every single day
Tanggal 25, Gajian cair. Bapak buka mobile banking. Transfer 15 juta bulat-bulat ke rekening istri.
"Udah masuk ya Ma. Semua gaji bulan ini. Atur aja."
Bapak taruh HP di meja. Senyum bangga. Rebahan di sofa. Nonton TV. Merasa sudah jadi laki-laki paling bertanggung jawab se-RT.
Merasa bulan ini tugasnya SELESAI.
Fast forward tanggal 20 bulan depan. Istri bilang uang menipis. Bapak naik darah:
"Kok boros banget sih?! 15 juta! Kamu belanjain apa aja?!"
Nyesek lihatnya, nggak ada jembatan, siswa siswa tetep berenang arungi sungai
Ini yang di maksud Fatimah BEM UI, sebelum mengadakan MBG, perhatikan hal hal dasar pendidikan kayak gini
Kakak-kakak.. ini namanya Woozi, ya. Idol yang punya banyak titel: Idol, produser, penulis lagu, penyanyi, kucing, dan nasi.
Dia yang join Pledis cuma karena poster mereka segede gaban dan jadi satu-satunya yang lolos dari 300 kontestan. Nggak pernah ngedance sebelum jadi trainee, tapi justru sebelum debut disuruh milih antara unit performance dan unit vokal saking bagusnya di keduanya (dia juga bisa ngerap btw).
Yang dulu sempat dikira perempuan sama Hoshi dan Ahjussi di toilet saking cantiknya. Yang dikira anak SMP sama orang gara-gara mainin pintu ATM. Yang dijulukin white obedient puppy saking giatnya latihan, sakit pun nggak pernah bilang karena gamau jadi si yang paling berjuang sendiri di saat yang lain juga sama berjuangnya. Yang dikasih nickname tahu sama kue beras saking putihnya. Yang dibawa emaknya ke rumah sakit gara-gara terlalu diam, manut, dan baik dibanding anak sepantarannya.
Eh iya, dia jadi full member di KOMCA di umur 22 tahun, menang Best Producer Award di usia 25 tahun, jadi pemenang termuda 👏
Kakak-kakak, diingat, ya.. sekali lagi ini Woozi.. yang cinta mati sama seventeen dan carat (dan nasi). Yang bilang nggak akan stop jadi svt kalau member nggak minta stop. Yang bilang dunia dan alasan tetap di sini itu member dan carats. Yang love language-nya nggak berisik, tapi hangat dan cemerlang. Yang ini Woozi ya namanya ihiy 🤸
guys lu pada tau gk
ini berita paling lawak sih hari ini
ada cerita pembangunan jembatan di Karanganyar hasil gotong royong gabungan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Harusnya kabar bagus dong.
Tapi yang bikin warga geleng-geleng justru pas momen peresmiannya.
Katanya warga sampai nyeletuk:
“ini biaya bangun jembatannya jangan-jangan lebih murah daripada biaya seremoni peresmiannya.”
Karena peresmiannya disebut ramai banget:
ada potong pita, acara formal, penyambutan, konsumsi, perlengkapan acara, sampai urusan akomodasi tamu.
Belum lagi kalau yang datang banyak pejabat atau rombongan:
transportasi, pengamanan, dokumentasi, konsumsi, dan kebutuhan teknis lainnya.
Dan ini yang sering bikin rakyat sensitif.
Bukan karena gak mau ada apresiasi.
Tapi kadang yang dibutuhkan warga itu jembatannya berfungsi dengan baik… selesai.
Bukan seremoni berlebihan yang kesannya lebih mahal dari manfaat simboliknya.
Rakyat tuh simpel:
jalannya bagus → senang
jembatan jadi → senang
akses lancar → senang
Yang bikin kesel itu kalau substansi kecil, pencitraan besar.
Kalau memang proyeknya untuk rakyat, fokusnya harus di hasil yang benar-benar dipakai warga tiap hari.
Bukan bikin acara megah cuma buat foto lalu upload caption “demi masyarakat.”
Warga sekarang makin kritis.
Mereka bisa bedain mana pembangunan beneran, mana yang terlalu sibuk sama seremoni.
“Bapak pahlawan ekonomi saya pak”😭😭🥺😔
Bayangin ya… S1 di Brown University, S2 di Harvard University pada masanya sepintar apa coba?! Balik ke Indo ngasih kontribusi ke negara dengan bikin 4 juta lapangan pekerjaan buat rakyat, lanjut memperluas kontribusi lagi di Pemerintahan, eh tau-tau DITUNTUT TOTAL 27,5 tahun untuk KASUS GAIB (pidana penjara 18 tahun, denda 1M (subsidair 190 hari), dan pidana tambahan uang. Pengganti (809M) dan 4.8T (subsidair 9 tahun) atas SEDERET DENGAN DAKWAAN 0 BUKTI!! kasus yang sampe sekarang publik aja masih bingung “ini barang buktinya mana?” 😭😭
memanifestasikan punya ibu mertua yang tangki cintanya full, yang bahasa cintanya physical touch dan suka manggil ‘sayangku’ atau ‘anakku’ ke kita nantik.
Nalince Wamang (17) was a teenage girl and a student at Petra Vocational High School in Mimika Regency who died from gunshot wounds sustained during an incident in the Tembagapura area of Central Papua on the night of May 7, 2026.
Rev. Anton Wamang (Nalince's father) emphasized that this incident was purely a criminal act committed by certain members of the Indonesian National Armed Forces (TNI).
“In this case, neither the TNI nor the OPM should point fingers at each other. This is a purely criminal incident. The TNI has already admitted that they were the ones who carried out the shooting in Tembagapura yesterday. In fact, when they visited the bereaved family’s home, they directly stated that it was their doing,” Anton stressed.
Six other people were injured by gunfire from Indonesian military personnel
#PengungsiInternalPapua #IDPsPapua #Papua #Indonesia #WestPapua #PapuanLivesMatter
Ingat baik-baik namanya, Nalince Wamang
Pelajar asli Papua, 17 tahun, tewas ditembak oleh tentara saat sedang mendulang emas di wilayah bekas aliran limbah tambang PT. Freeport demi mencari uang untuk kuliah
Dimiskinkan sistem, dibunuh aparat negara
Never forget, never forgive