Danantara dah terima semua dividen BUMN, lepas tangan proyek Whoosh minta dibayar pake APBN, disuruh setor 120T ke kas negara teriak teriak, akhirnya lapor bapak biar depak menkeunya 😂 jadi sebenernya Danantara ini kontribusi ke kantongnya siapa? Lapkeu ngga ada 😂
@saptaipb Sebaiknya memang rame 🙏 aneh kalau ada yang bilang "ah pada fomo baru ikut sekarang", lah makin rame malah lebih bagus, liquidity di market juga meningkat
Bangsa kita bangsa yang besar, lumbung pangan aman
Pertamax naik, cost transportasi naik, kira kira mana dulu yang sektornya naik? 👀
Kalo mbg masih kekeh dilanjutin emang serakah aja sih orang²nya, ngga dimanfaatin buat stabilin harga minyak yang mana jadi kebutuhan sehari²
Coba dipikir.
Cita2 pingin industrialisasi, bikin mobil dan ponsel sendiri
Tp belanja APBN Top 3 nya: BGN, TNI, Polri
Programnya: MBG, Kopdes, Gentengisasi
Budget R&D to GDP cuma 0,28%.
Preman di mana2. Kepastian hukum ga pasti.
Gimana industrialisasi dan investasi bisa jalan?
@ARSIPAJA Masalahnya bukan warga desa pegang dolar atau nggak. Saat rupiah melemah, harga barang ikut naik karena banyak kebutuhan masih bergantung impor atau harga global. Jadi efeknya tetap kena ke rakyat kecil, cuma lewat jalur yang nggak langsung.
147 triliun abis buat proyek mangkrak sarang prostitusi. Kalo kasus chromebook 2,1 T dituntut 18 tahun penjara, harusnya yg ngusulin proyek mega mangkrak ini dituntut lebih.
setau saya,
Dulu dividen BUMN masuk ke kas negara kemudian di pakai untuk APBN
Publik masih bisa lihat APBN di pakai buat apa aja.
Sekarang dividen nya masuk Danantara
terus Laporannya nggak terbuka.
yawda makin gelap 🐷
Waduh, investor mulai berani teriak!
Sedang beredar surat terbuka dari Kamar Dagang Tiongkok (CCC Indonesia) langsung buat Presiden. Isinya benar-benar tamparan keras buat wajah birokrasi kita!
Bayangin aja, mereka terang2an bongkar borok yg dihadepin investor/pengusaha di lapangan:
1. Pungli & Pemerasan: Mereka mengeluhkan adanya praktik korupsi dan pemerasan oleh oknum berwenang yang sudah sangat mengganggu operasi bisnis.
2. Ada denda kehutanan "rekor" sebesar US$180 juta yang dijatuhkan secara sepihak dan dianggap berlebihan.
3. Kebijakan nikel berubah-ubah mendadak sampai bikin biaya produksi melonjak 200%
4. Birokrasi korup. ada masalah, saluran resmi macet, tapi kalau lewat perantara dan pake pelicin baru masalah bisa beres.
Gimana mau ekonomi tumbuh 8% kalau investor aja merasa dirampok dan ga ada kepastian hukum?. Nasib jutaan pekerja sekarang di ujung tanduk karena ketidakmampuan pemerintah menjaga iklim usaha yang bersih. Mana ini Bowo katanya mau sikat korupsi, jangan sampai Indonesia dicap sebagai sarang pungli internasional
surat terbuka dari CCCI bisa dibaca selengkapnya di: https://t.co/yOgVQdAKWr