Jangan nyinyir sama pendemo.
THR, upah minimum, hak lembur, sampai Reformasi 1998 yang membuka jalan demokrasi hari ini. Semuanya lahir dari orang-orang yang berani bersuara dan turun ke jalan.
Kumpulan foto-foto aksi #IndonesiaGelap di Jakarta pada Senin (17/02).
Para mahasiswa mendesak pemerintah bertanggung jawab atas situasi negara yang mereka sebut memburuk.
https://t.co/TLw6JJ3nym
Syaikh Fahd bin Zahim Al-Utaibi (seorang tentara Arab Saudi) mengatakan:
"Aku teringat dengan Imam Masjidil Haram, Syaikh Yasser Al-Dosary.Dahulu ia adalah salah satu temanku di akademi militer.
Suatu ketika ia berkata padaku, "Aku akan meninggalkan akademi militer,karena hafalan Al-Quranku sudah mulai luntur sedikit demi sedikit."
la pun melakukannya dan meninggalkan akademi. Saat itu aku berkata, 'Dimana akalnya? Meninggalkan pangkat perwira dan keluar dari akademi militer?'
Akan tetapi ia tetap teguh dengan pendiriannya dan ternyata Allah menggantikannya dengan sesuatu yang lebih baik dari pangkat perwira, yakni dengan menjadikannya Imam Masjidil Haram. la jujur kepada Allah, maka Allah pun menggantinya dengan yang lebih baik. Jujurlah kepada Allah dan berbahagialah.
(Tweet Fahd bin Zahim Al-Utaibi pada 1 Mei 2022).
“Jika semua ibadah hanya karena ramadhan, sungguh ia akan pergi,
Tapi jika semua karena Allah, maka tak kan ada yang berubah meski ramadhan telah pergi.”
Buat saya, guru yang tidak mau belajar, ikut pelatihan, mengupgrade ilmu, baik ilmu kependidikan dan ilmu bidangnya dan selalu mengeluh setiap perubahan kebijakan tidak pantas jadi guru.
Dulu, saya berfikir senaif itu.
Dunia kerja PNS ini sdh kurang diminati oleh kaum millennial, salah satunya masalah gaji, lingkungan birokrasi yg kaku, serta adanya kekuatan orang2 dlm dipucuk pimpinan pengambil kebijakan. Sehingga PNS saat ini tidak ubahnya hanya sebagai alat pelengkap pemerintahan saja
Yang penting sudah ikhtiar. Apapun hasilnya, tetap berbaik sangka dan berdoa yang baik-baik.
Kata Gus Baha, secara tauhid ga boleh menstatuskan manusia seperti menstatuskan Tuhan. Kalo presiden-nya A pasti maslahat, kalo B pasti ga maslahat.
Mungkin betul secara jejak rekam, tapi secara tauhid ga betul. Mana ada kemaslahatan hanya ditentukan oleh siapa presidennya.
Kita tidak boleh menggantungkan kesejahteraan pada mahluk.