@KapudS640 Beli mobil gak riset dulu apa gimana ya? Kan dari awal kampanye ev itu pro kontra gara2 infrastruktur..
Klo sultan gpp juga sih ga perlu riset..
- Ga bisa menangani bencana Sumatra? Dibelain.
- Keluar negeri terus? Dibelain.
- Kurban pakai APBN? Dibelain.
- Rupiah melemah? Dibelain.
- BBM naik? Dibelain.
- Harga kebutuhan pokok naik? Dibelain.
- PHK massal terjadi? Dibelain.
- Daya beli masyarakat turun? Dibelain.
- Utang negara bertambah? Dibelain.
- Pajak dinaikkan? Dibelain.
- Defisit melebar? Dibelain.
- IHSG anjlok? Dibelain.
- Lapangan kerja seret? Dibelain.
- Investasi mandek? Dibelain.
- Harga beras naik? Dibelain.
- Harga listrik naik? Dibelain.
- Program kontroversial jalan terus? Dibelain.
- Pejabat bikin pernyataan blunder? Dibelain.
- Kritik publik diabaikan? Dibelain.
- Demonstrasi mahasiswa diremehkan? Dibelain.
- Janji kampanye belum terealisasi? Dibelain.
- Menteri bermasalah dipertahankan? Dibelain.
- Kabinet gemuk? Dibelain.
- Anggaran membengkak? Dibelain.
- Kepercayaan pasar turun? Dibelain.
- Rating pemerintah turun? Dibelain.
- Apa pun yang terjadi: Dibelain.
Siapa pun yang mengkritik:
Disalahin.
Sesuci itu kah sosok yg pernah ada ISU HAM ini di mata kalian?
Dear buzzer rezim,
Ini yang demo juga demi kebaikan lo. Biar lo, gue, dan kita semua bisa dapet hidup yang lebih layak, harga-harga nggak makin gila, dan masa depan nggak makin suram.
Jadi jangan buru-buru nyinyir. Yang mereka perjuangin itu termasuk hidup lo juga, biar suatu hari nanti lo nggak perlu ngebuzzer lagi buat bertahan hidup. Gitu. 😌
Ini statement curcol 2014 menjelang pemilu...
SBY merasa dipaksa DPR di akhir jabatannya, supaya penguasa berikutnya punya dana lebih hasil cabut subsidi BBM.
Padahal dulu SBY mau naikin 200-400 rupiah aja ditolak habis2an oleh oposisi PDIP.
Jadi sebenere boleh kritik government ga ini?
Soale tiap kritik dicounter, seolah2 yg kritik tu “ga nasionalis” bahkan dijawab “nyenyenyenye”
Ditanya “trus solusimu apa!”
Banyak juga yg udah kasi solusi. Ttp aja dibales dengan narasi offensive.
Gak adil klo dosanya gak disebut:
1. Kasus bank century
2. Pembentukan BHMN(cikal bakal ukt mahal)
3.hambalang mangkrak
4.cicak vs buaya
5. Kasus antasari azhar
Diskusi dengan kawan,
Dia bilang, kemarin harga Pertamax itu naik karena pemerintah sebenarnya sudah tidak kuat mensubsidinya
Saya pun heran. Bukannya Pertamax itu BBM non-subsidi ya? Makanya mengikuti harga pasar?
Dia sampaikan. Pertamax itu subsidi juga. Kalau ikut harga pasar, harusnya udah naik dari lama.
Terus saya pun menemukan berita lama ini
Polanya selalu mirip.
Kalau ada musisi bersuara, komennya:
Fokus bikin lagu aja.
Kalau ada penulis bersuara, komennya:
Fokus nulis puisi—fokus nulis aja.
Kalau ada guru bersuara, komennya:
Fokus ngajar aja.
Kalau ada pelukis bersuara, komennya:
Fokus lukis aja.
Kalau ada anak muda bersuara, komennya:
Fokus sekolah aja.
Kalau ada stand up komedian bersuara, komennya:
Fokus ngelawak aja.
Mereka selalu nyerang, seolah profesi profesi kita, tidak ada kaitan dengan kebijakan politik.
> be Susilo Bambang Yudhoyono
> presiden ke-6 Indonesia
> naikkan bensin 400 perak diumumkan seminggu sebelumnya
> pidato live TV minta maaf tulus kepada rakyat
> tsunami Aceh langsung turun lapangan menetap di lokasi
> berhasil selamatkan Indonesia dari krisis finansial global 2008
> nilai tukar Rupiah terjaga stabil kisaran 9000
> rasio utang negara turun drastis di bawah 30%
> lunasi sisa utang kepada IMF lebih cepat dari jadwal
> berhasil bawa Indonesia masuk ke dalam keanggotaan G20
> wujudkan perdamaian di Aceh setelah konflik berdarah puluhan tahun
> sahkan program BPJS Kesehatan untuk melindungi rakyat Indonesia
Rabu, 10 Juni 2026. Satu hari. Dua pernyataan dari gubernur yang sama.
Pertamax baru naik hampir Rp4.000 per liter.
Pramono Anung keluar dengan solusi:
"Dengan kenaikan BBM ini, peluang orang untuk naik transportasi umum juga makin besar."
Di hari yang sama, Pramono juga mengonfirmasi tarif Transjakarta dan Transjabodetabek akan segera disesuaikan ,dari Rp3.500 ke kisaran Rp10.000 hingga Rp15.000.
Tiga sampai empat kali lipat.
Jadi jalan keluarnya dari BBM mahal adalah naik Transjakarta. Dan Transjakartanya sendiri sedang akan naik tiga kali lipat.
Pertamax naik → pindah ke Transjakarta. Transjakarta naik → pindah ke mana?
Ini bukan soal salah satu kebijakan.
Ini soal pola yang sudah berlangsung bertahun-tahun.
Rupiah melemah → biaya impor naik → BBM naik → biaya hidup naik → subsidi tertekan → tarif transportasi umum naik.
Setiap domino jatuh ke rakyat.
Tarif Rp3.500 itu bertahan lebih dari 20 tahun , bukan karena pemerintah lupa menaikkan, tapi karena itu satu-satunya hal yang masih bisa dijangkau jutaan orang yang tiap hari menggantungkan mobilitas hidupnya pada angkutan umum.
Alasan pemerintah menaikkannya sekarang: subsidinya terlalu besar.
Pertanyaannya bukan apakah subsidi perlu diefisiensikan.
Pertanyaannya adalah: di negara yang APBN-nya 3.800 triliun, yang program prioritasnya saja terbukti bocor di mana-mana, kenapa yang pertama dipangkas selalu yang dipakai rakyat , bukan yang dinikmati kekuasaan?
Pemerintah, menurut gw, harus hati-hati banget…
Banyak kelompok yang sudah resah dan kecewa karena kebijakan pemerintah ini.
- Kelas menengah yang kesal karena harga Pertamax dinaikkan
- Oknum Pemda dan ASN Kementerian yang kesal karena anggaran lembaganya kena efisiensi demi MBG
- Dan juga kesal karena aparat mulai masuk ke dunia birokrasi sipil
- Rakyat kecil yang kesal karena harga-harga naik (terutama sejak naiknya harga minyak dunia)
- Masyarakat sipil dan LSM yang kesal karena gaya-gaya Orba terlihat kembali
- Pengusaha/Investor yang kesal gara-gara Danantara dan Badan Ekspor
- Plus pernyataan pemerintah yang tidak lazim dan kurang menenangkan pasar.
Dan terakhir, pengusaha SPPG yang mulai ga nyaman karena MBG jadi ga jelas…
Ini udah lampu merah...
Situasi seperti ini sudah rawan banget.
Peserta BPJS:
Diminta bayar lebih iuran, pas nuntut fasilitas "kan ini gotong royong"
Nakesnya:
Diminta melakukan pelayanan prima, pas nuntut buat tingkatin biaya jasa pelayanan "kan pengabdian"
Sempurna 😌
- Ngga pake gas melon
- Ngga beli rumah subsidi
- Ngga pake listrik subsidi
- Ngga nerima bantuan tunai model apapun dr pemerintah
- Pakai pertamax di semua kendaraan yg dipunya, pertamax naik jadi 16rb
- Bayar pajak, pajak mobil, PBB, dll dikorup manusia serakah
Sialan.
Sedangkan pejabat2 itu listrik ditanggung negara, rumah ditanggung negara, bahkan ada yg bebas pajak pula. Sesial itu kita jd WNI