BREAKING: Buku yang dibaca Amanda Zahra hasil kolaborasi dengan para pengusaha Pecel Lele Lamongan terjual habis sebanyak 10.000.000 eksemplar hanya dalam waktu 1 menit. Big applause 👏🏻👏🏻👏🏻
funfactnya adalah dr. Icha sudah melapor sejak 14 Juni. ke Badan Kehormatan DPRD, ke Dinkes TTU dan ke IDI.
semua jalur resmi sudah ditempuh. tapi yang membuat kasus ini akhirnya "bergerak cepat" bukan laporan itu, melainkan "kematiannya"
dinkes TTU memang sudah menyatakan keprihatinan sejak awal. tapi keprihatinan saja tidak menghentikan apa pun. tidak ada tindakan tegas dan konkret yang membuat dr. Icha merasa lebih aman untuk kembali bertugas.
RS Leona baru menemui Bupati untuk minta maaf, setelah dr. Icha meninggal dan kasusnya ramai di media, setelah izin operasionalnya terancam. bukan saat dokternya "masih hidup dan ketakutan" untuk kembali bekerja.
"dimana perlindungan RS terhadap dokternya??"
Golkar baru menugaskan pemanggilan kadernya hari ini. PKB baru berencana tabayun. Semua "akan", dan "baru menugaskan", serta baru "berencana".
kata- kata kerja masa depan, padahal kasusnya sudah berlangsung dua minggu sebelum dr. Icha menghadap yang kuasa.
sungguh miris "kepedulian itu baru muncul" setelah ada yang harus meninggal lebih dulu.
"apakah harus ada nyawa melayang dulu baru peduli?"
Ini pola yang lazim dan sering kita lihat di negeri ini. Institusi bergerak cepat untuk pemulihan citra, tetapi lambat untuk pencegahan.
surat keprihatinan dikirim cepat. izin RS dibekukan cepat. tapi perlindungan nyata, yang seharusnya hadir SEBELUM seseorang putus asa, "datang terlambat."
dr. Icha sudah melakukan semua yang seharusnya. Melapor lewat jalur resmi, mengikuti SOP, mencari pendapat dari yang lebih ahli, berusaha bertahan. sistem yang gagal menjaganya bahkan di tengah ia berusaha menjaga dirinya sendiri. beliau menjadi korban.
RS gagal melindungi karyawannya, dinkes gagal melindungi tenaga kesehatannya, IDI gagal melindungi anggotanya, badan kehormatan DPRD gagal membina anggotanya. MIRIS
Aku dicolek2 Mbak2 muda di kereta, yg duduk disampingku, trs nunjukin layar hpnya.
Tulisannya : “kak mau beli puding coklatku? 2pcs 5k”
Aku tolak krn ga punya cash. Aku jg lg puasa.
Trs aku sedih, org nyari duit sampe begini, Pemerintahnya neken abis2an.
Akhirnya aku bales pake text hpku :
“Mbak, maaf aku puasa. Tapi temen2ku mau nih. Bisa QRIS? Aku gak ada cash”
Dia bilang bisa, yaudah aku beli 12pcs buat temen2ku yg stres BBM Naik diem2 😭🙏🏻
cc:threadsavirasavvv
Malam @KMR2287 aku ingin menanggapi postinganmu di sini secara terbuka.
Aku sangat lama merespon karena harus menyusun ingatan lagi tentang kita dulu.
Kita jujur²an, apa yang sebenarnya terjadi.
Selesaikan kecewamu dengan aku secara baik² dan jujur. Soal hubungan pertemanan kita yang dulu di sini.
Hubungan yang awalnya kita hanya dm-an tentang masalah pribadimu lalu aku "membantumu dan kamu terima"
Berlanjut Kamu pengen tau gimana POV sebagai seorang cowok. Karena kamu pengen pacaran lalu harus ngapain aja, setelah sekian lama off.
Di sinilah awal cerita kita yang kemudian jadi masalah.
Singkat cerita kamu mulai pacaran dengan seseorang.
Kamu ingat pertanyaanmu, apakah pacar itu wajib "test" dulu ?
Lalu aku kasih saran.
Apa yang terjadi setelahnya?
Kamu sudah menceritakan semuanya.
Lalu kamu putus nyambung, yang bikin kamu curhat panjang lebar denganku.
Sampai sini kita masih baik.
Dan makin dalam berhubungan.
Apakah chat kita ada unsur pemaksaan ?
Bukankah kamu juga sering memanggil aku "sayang" ?
Bukankah saat di Bis tengah malam, kamu yang minta temenin chat ?
Masih ingat ga kamu yang dulu mencari²ku, lalu terus menerus voice call sampai jam 5 pagi dan aku ngga mau angkat, lalu kamu marah besar ?
Kita ga pernah vcs 1x pun.
Aku yang menolak ajakan video call, dan kamu yang voice call pertama kali bukan ?
Hanya voice call. Jawab jujur.
Diakhir masa pertemanan kita yang singkat kamu chat isi hatimu ke aku tentang takut "ada rasa lebih".
Terus panjang lebar chatmu yang menyebut "Tentang cinta" dan takut jadi terlalu dalam, tapi memang gak pernah aku tanggepin, lalu kamu hapus sendiri chatmu kan ?
Sebelum aku blokir, berapa kali kamu duluan yang blokir aku ?
Alasanmu karena lagi sama pacar, lalu setelahnya kamu unblok dan chat lagi.
Jawab aja jujur.
Lalu apa salahku kalo menjauh ?
Dan ingin berakhir.
Masalah kita simple.
Kita dulu berteman dan sama² welcome, tapi kemudian jadi problematik, pertemanan kita jadi toxic, lalu aku menjauh dan kamu kecewa.
Hubungan kita dulu ga ada bedanya dengan hubungan orang lain di luar sana yang awalnya sama² saling menguntungkan. Hanya aja status kita teman dan hubungannya versi online.
Kemudian aku aku ga pernah lagi baca dan balas chatmu.
Terakhir kamu telpon dan chat aku lagi, dan belum sempat aku baca.
Silakan reply jika kamu bersedia buat ngobrol dengan niat baik dan jujur apa adanya.
@DombaHitamManis Semoga anda kena hipertensi ya kak. Dan ga cocok amlodipine. Cocoknya obat keras. Dan harus kontrol tiap bulan untuk dpt obat nya. Aminnnn
@iPoopBased Hi kak. Kayanya kakak harus kurangi jokes Tempo diparodiin Tempedotc0. Takutnya non fans jadi kenal Tempo as Tempe doang dan ga notis investigasi Tempo sedangkan kami lagi menulis. Kakak kan akun gede mungkin bisa bantu sharing artikel Tempo ketimbang jokes Tempe.