📸📸📸
Mungkin sudah saatnya pemerintah, memberlakukan aturan wajib gunakan helm di dengkul.
Para pemotor di Jakbar lawan arah di jalur Transjakarta,bikin jengkel.
"Jangankan usul profesor, usul anak di desa yang sampai langsung ke saya lewat TikTok, saya segera tindak lanjut" - Presiden RI
WKWK BORO-BORO DENGERIN SUARA ANAK DESA. SUARA MAHASISWA AJA YANG TURUN BERJILIK-JILIK KAGA LU TURUTIN ITU 😹🫵
TERLALU SERING BERORASI HEROIK TAPI GA SESUAI KENYATAAN. BERAAAQQQ DI KEBOONN... 😹😹🫵🫵
jadi cerita abang ini iseng ngitung
pidato prabowo yang bilang udah bangun jalan 1.151 km dengan dana 5,4 triliun
jika di bagi maka per km nya 4,6 miliar
artinya tiap satu kilo butuh 4,6 miliar
itu jalan untuk spek lapangan bandara
lalu abangnya juga spill menurut PUPR
anggaran umum jaln hotmix
biayanya kisaran 900jt- 1 miliar/km
arttinya prabowo baru saja mengakui
ada mark up 3-4 lipat dalam pembangunan jalan desa tersebut
Udah coba rekap semaleman. Dari 57 Wamen yang ada di Kabinet, 37 diantaranya merangkap jabatan sebagai Komisaris BUMN.
Persentase nya nyentuh angka 64.9%. Ini bukan lagi pencilan atau anomali, ini angka yang besar, bahkan bisa dikatakan MAYORITAS. Dan ini baru Wamen, belum petinggi dan pejabat lembaga atau badan setingkat menteri.
Awalnya mau bedah nama satu-satu, tapi dari angka itu seharusnya sudah menjelaskan, tidak perlu dibedah, kalian coba cari contoh 10 Wamen, seharusnya 6-7 diantaranya merangkap Komisaris BUMN.
Maaf ya teman-teman, jujur panik bahas hal ini, apalagi ada riwayat akun kena suspend, followers belum besar, tiba-tiba dapet impresi tinggi, jadi masih belum berani. Mungkin pertimbangannya bakal tulis artikel aja nanti untuk detail lengkapnya.
Btw ada nama "lucu" lagi di jajaran Komisaris BUMN, bukan akademisi, bahkan riwayat pendidikannya pun saya tidak nemu, mungkin bakal spill tipis kayak sebelumnya.
Rektor UNY bilang "siap terima SPPG" di kampus.
Mahasiswa langsung demo. Spanduknya berbunyi:
"Kampus tempat memasak pikiran, bukan tempat memasak MBG."
Respons Wakil Rektor?
"Kotor. Mengotori lantai, mengotori pandangan."
Sementara itu di Cilacap , 100 titik SPPG resmi terdaftar di sistem BGN. Setelah dicek tim investigasi:tidak ada bangunannya.
Lokasinya: sawah. Hutan. Kuburan.
Sekarang sedang didalami Kejagung.
Jadi yang beneran kotor itu , spanduk mahasiswanya, atau sistemnya?
Sebenernya bukan masalah uangnya sih tp lebih ke perasaan dikhianatinya itu loh😭 plus waktu yg terbuang utk nungguin si Gocar
Lagipula persoalan pemalsuan map ini kayaknya udh isu lama yaa, kirain udah terberantas semua 🥹 @gojekindonesia
Akhirnya puas banget liat Dishub bersih-bersih di Gunawarman-Senopati, Jakarta Selatan.
Lu yang egois parkir sembarangan di trotoar atau bahu jalan cuma demi praktisnya diri sendiri, yang nanggung macetnya tuh se kecamatan. 10 menit toleransi itu udah lebih dari cukup.
Ig.Jakarta id
lapor min orang nglawan arah diterban di ingetin malah ngejar sampe tugu-jetis ngajak berantem bilang akamsi, bajunya dinas perdagangan. di ajak ke polres gak mau. divideo kabur sambil nantang", mana gak pake helm dan plat sekalian nrobos lampu merah
Kabel listrik, kabel WiFi menjuntai tersambar kereta, siapa yg salah ini guys, PLN harus rajin cek karena sangat membahayakan.
Kejadian malam senin di Kabupaten Bandung 🙄🙄
Siapa pejabat inisial FP yang aniaya caddy golf sampai kepalanya robek & wajah lebam di Tangerang ini?
HARUS DIPECAT & DIPENJARA INI SI PELAKU KEKERASAN KEJI TERHADAP PEREMPUAN!! 🤬🤬
Dalam sebuah hadits shahih riwayat Imam Bukhari. Intinya, "Menyerahkan suatu urusan, keputusan, atau tanggung jawab kepada seseorang yang bukan ahlinya (tidak memiliki kompetensi/ilmu) adalah sebuah bentuk pengkhianatan amanah yang akan berujung pada kekacauan dan kehancuran".
DUIT BUAT :
• Naikin gaji hakim (ada)
• Naikin gaji pejabat (ada)
• Tunjangan DPR (ada)
• Dana buat MBG (ada)
• Dana buat Kopdes (ada)
• Bikin Danantara (ada)
• Lanjut IKN (ada)
• Penyertaan modal BUMN (ada)
• Program Sekolah Rakyat (ada)
• Belanja alutsista (ada)
• Pembangunan Proyek Strategis Nasional (ada)
TAPI DUIT UNTUK :
• Naikin gaji guru (gak ada)
• Naikin gaji ASN (gak ada)
• Naikin gaji tenaga honorer (gak ada)
• Naikin kesejahteraan dosen (gak ada)
• Naikin tunjangan tenaga kesehatan (gak ada)
• Perbaikan sekolah rusak secara menyeluruh (gak ada)
• Perbaikan jalan daerah secara menyeluruh (gak ada)
• Menurunkan harga BBM (gak ada)
• Menurunkan tarif listrik (gak ada)
• Menurunkan harga LPG 3 kg (gak ada)
• Menurunkan harga pangan (gak ada)
• Menurunkan beban pajak masyarakat (gak ada)
• Menambah bantuan bagi korban PHK (gak ada)
• Menambah anggaran riset dan perguruan tinggi (gak ada)
• Menambah subsidi transportasi umum (gak ada)
• Menghapus UKT yang tinggi (gak ada)
• Meningkatkan kesejahteraan petani (gak ada)
• Meningkatkan kesejahteraan nelayan (gak ada)
• Membuka lebih banyak lapangan kerja (gak ada)
• Menurunkan angka pengangguran (gak ada)
• Menurunkan angka kemiskinan secara signifikan (gak ada)