@perempuonee @vier4x4 bukan karena mereka bodoh atau gak peduli. Kadang tiap orang lagi sibuk bertahan di hidupnya masing-masing. Ada yang masih mikirin cicilan, kerjaan, makan besok, atau masalah pribadi. Jadi belum semua orang punya ruang buat sadar atau mikir sejauh itu.โ
@chocochipstaro@xbaebearx dulu pernah gini, tapi pas udah coba hidup secara sustainable lifestyle, percaya deh 3 bulan ke depan ga akan ke distract lagi
@alongaiel a deep words ofc, tapi akhirat adalah khalayan utopis manusia yang ingin hidup adil, terciptalah akhirat, seperti biasa polanya akan selalu -+
@Asura0599 bantu tambahin min, karna homo sapiens bisa nakluki api, yang akhirnya makanan jadi lebih gampang di makan + lebih ber-nutrisi, itu juga yang membuat otak kita berkembang dan bisa melampaui gap antara homo sapiens dam neantherdal
Ini kutanggepin serius gakpapa ya wkwkwk
Khusus climate, renewable energy, atau sustainability, di Indonesia mulai banyak kebutuhannya - mau private sector, consulting, non govt.
TAPI talentnya masih dikit :(
โ esp. yg subject matter expert/personnel
Ini aku kasih gambaran & personal tips untuk yg baru mau masuk ya.
FRESHGRAD
โ Jujurly dikit lowongannya, kecuali S2 yg relevan. Why? Karena bidang ilmu S1 yg mengarah ke isu di atas mostly sangat STEM, cenderung kurang update. Maklum, kurikulum nggak sefleksi itu mengakomodasi hal baru.
Padahal kebutuhannya multidispliner dan dinamis. Topik renewable ya ada di teknik elektro, ekonomi sirkuler ada di tekling.
Ada juga diplomasi iklim, jurusan HI lebih cocok tapi mostly kurikulum kan masih geopolitik konvensional.
โ Kalo mau S2 dulu, cari yg jurusan & kampus DN yg progresif di isu itu atau sekalian di luar negeri.
โ Lulusan S1 coba lamar posisi yg relatively entry level (officer, junior consultant). Ingat-ingat dan highlight tugas atau matkul yg relevan, atau internships.
Nggak harus plek ketiplek bidangnya, tunjukkan skill dan ilmu yg dipelajari lalu kaitannya dengan posisi yg dilamar dan isunya.
โ Personal advice: jika ada syarat <3 tahun kerja, masukin aja :)
ADA PENGALAMAN < 3 TAHUN
โ Jika sektor kerjanya masih in-line (private sector misalnya), pivot dikit masih bisa diakomodasi - seperti dari process engineer ke sustainability lead. Skill dan ilmunya transferrable dan kemungkinan dapet extra capacity building.
โ Jika satu sektor dan pivot jauh, katakan dari akuntansi mau jadi energy consultant โ perlu pembuktian ekstra dengan ambil courses, certification, atau sekolah lagi.
Bisa juga coba lamar entry level lagi, dengan tetep ada extra work mempelajari isunya.
โ Beda sektor tapi udah ada pengalaman di isunya? Ini sebenernya buatku ideal :)
Tiga isu di atas multidisipliner bangetttt, your diverse experience is valuable!
Nah, kalo yg sifatnya non-subject matter seperti operations, comms, admin โ ini secara umum lebih adaptable karena skill yg dibutuhkan kan mirip-mirip, penguasaan isu ya di permukaan aja mostly nggak masalah.
Tapi nyari climate communicators juga susah bangettt~