asli, kalau center hubungan itu Allah, jadinya berbuat baik untuk pasangan & strive the best for each other untuk ridha Allah, konsep triangle marriage. kalau center hubungan itu diri sendiri, ya yang dihitung keuntungan sendiri, transaksional untung-rugi. gampang berubah, dan jadi “gue kasih apa, lo kasih apa. gue rugi, gue pergi” 😹😹
makanya gue rasa relationship manusia emang gak bisa sepenuhnya diukur dengan kalkulator untung-rugi. mahar aja kemarin sering direduksi jadi “harga perempuan”, padahal nominal berapa pun gak bisa balas dedikasi, kesetiaan, kasih sayang, dan kontribusi perempuan. kalau seks diposisikan sebagai “bayaran” untuk laki-laki, juga gak akan pernah ada angka yang cukup untuk mengukur seluruh kontribusi dan pengorbanan laki-laki dalam rumah tangga.
tapi ini berlaku dalam konteks orang yang udah akad. sebelum akad mah gak ada hak buat menuntut husband/wife privileges, apalagi merendahkan orang dengan sebutan “mokondo” atau “momekdo”, who are you anyway🤭 elu tuh stranger, bayangin masuk ke hidup orang terus nuntut ini-itu, sadar diri kek. kalau gak ikutin tnc malah bisa jadi dzolim ya
MARAH SEKALI😭
presiden dan jajaran senyum2 pesta sementara kami di sini masih banyak yg bahkan belum masuk bantuan apapun, pontang panting saling bantu sementara presiden prescon ucap belasungkawa secara langsung saja tidak.
bingung mau marah yg bagaimana lagi.
IDK but all the excitement and celebrations for 🇮🇩 Independence Day just don't feel right to me when our friends in Flores are going through a disaster right now 😔
- ngibarin foto pribadi
- doain diri sendiri & laporan program dia di doa dirgahayu ri
- ga ada doa buat bencana di NTT
- pake lagu AI di acara
- pesta pora di tengah rakyatnya yg kena musibah & menderita kesusahan
might be the worst upacara kemerdekaan hut ri ever
Izin mengingatkan. Tolong bawa pesan ini lari ke keluargamu, kerabatmu, kawan-kawanmu.
Aceh belum pulih dan sudah dilupakan oleh penyelenggara negara. Semalam Gayo Lues banjir lagi dengan kondisi sebagian besar warga belum mentas dari keterpurukan akibat musibah sebelumnya.
Menurutku, media yang paling jago menyampaikan pesan saat ini ya Harian Kompas.
Foto anak SD makan program MBG di depan sekolah yang rusak di Grobogan itu daya ledaknya luar biasa. Sampai kepala negara ikut bereaksi dan melontarkan istilah "londo ireng".
Media lain mungkin perlu ribuan kata dalam artikel, bahkan ada yang bikin podcast sambil ngomel-ngomel. Tapi Kompas cukup lewat satu foto, pesannya langsung sampai.
Journalism at its finest.
Baru sadar juga, foto bertajuk "Menyantap Menu MBG di Sekolah yang Rusak" itu ternyata diambil di kota kelahiran Kepala BGN yang baru saja dilantik. Dalem banget maknanya.
Kalo ada konten demo lewat diberanda kalian langsung like dan posting ulang!
Jika itupun kalo Kalian peduli dengan kecemasan negara saat ini, dengan melakukan itu secara tidak langsung kita membantu perjuangan temen" yg disana melalui sosial media, karena media terbungkam!