🚨 𝗣𝗔𝗢𝗟𝗢 𝗠𝗔𝗟𝗗𝗜𝗡𝗜:
🗣️ “Pau Cubarsí is a generational centre-back. He didn’t allow Portugal’s attack to do anything for the entire 90 minutes.”
🗣️ “He was also exceptional on the ball, constantly playing brilliant passes forward. I have never seen a more talented defender in my life.”
🗣️ “When he finishes his career, I’m sure he will be regarded as the greatest centre-back of all time.” 🛡️✨
Fakta unik mengenai PAU CUBARSI 💙❤
• Anak Seorang Tukang Kayu :
Cubarsí tumbuh dalam keluarga yang sederhana. Ayahnya, Robert Cubarsí, adalah seorang tukang kayu lokal di desa Estanyol. Kerja keras dan nilai-nilai kesederhanaan dari orang tuanya diakui Cubarsí menjadi alasan mengapa ia tetap rendah hati hingga sekarang.
• Masuk Sekolah Sepak Bola Sejak Umur 2 Tahun :
Karena bakat dan energinya yang besar, sang ayah sudah mendaftarkan Cubarsí ke sekolah sepak bola lokal sejak ia baru menginjak usia 2 tahun.
• Berasal dari Desa Tanpa Lapangan Sepak Bola :
Desa kelahirannya, Estanyol, adalah wilayah kecil yang bahkan tidak memiliki lapangan sepak bola sendiri. Karena itu, masa kecilnya dihabiskan untuk bermain dan bersekolah di wilayah tetangga, Vilablareix, sebelum akhirnya dipantau oleh akademi Girona FC pada usia 8 tahun.
• Kabar Transfer di Area Parkir Mobil :
Saat berusia 11 tahun, pemandu bakat Barcelona memantau performanya di sebuah turnamen junior. Uniknya, Cubarsí pertama kali tahu bahwa Barcelona meminati dirinya dari sang orang tua saat mereka sedang berjalan di area parkir mobil setelah pertandingan selesai.
• Tetap Mengutamakan Sekolah dan Mandiri :
Meskipun sudah bermain di level tertinggi seperti Liga Champions, Cubarsí tetap menyelesaikan sekolahnya. Di luar lapangan, ia hidup mandiri di Barcelona bersama kakak perempuannya, Irene, dan mereka berbagi tugas rumah tangga harian seperti memasak dan mencuci piring sendiri.
Pau Cubarsi baru berusia 19 tahun, sangat layak sebagai pemain muda terbaik World Cup 2026.
What a talent from Barcelona! 🌟🔝