Dari lahir udah ketinggalan 🕣
Ketinggalan karena makanan gak bergizi.
Ketinggalan karena education system yg bobrok.
Ketinggalan karena gak bisa bhs inggris.
Ketinggalan karena hanya segelintir sekolah bagus.
Solusinya? Kerja lebih keras utk menutup ketertinggalan 💪
belum lagi anomali lain macam baru kenal di telegram udah berani minta pinjem duit mana udah bapak2 lagi yg minta
mbok yo nduwe roso isin awakedhewe ki ra cedhak2 bgt 😂😂
pas udah punya banyak duit, lo harus sadar bahwa duit itu bukan satu²nya variable hidup enak di dunia dan,
yes, salah satu alasan gw "menjaga jarak" sama komunitas web3 indo tuh ada aja influencer yg "ngedongak" kaya gini keliatan bgt kaget baru dapet duit
Kalau kerja keras bisa bikin kaya, setiap petani sudah jadi jutawan.
Kalau ketekunan cukup untuk jadi konglomerat, setiap cleaning service sudah punya kerajaan bisnis.
Kalau kesabaran pasti membuat kaya, setiap pengemis sudah hidup berkecukupan.
Hidup dari gaji saja punya risiko besar.
Sakit beberapa bulan bisa membuat kita jatuh miskin.
Kalau keluargamu bukan keluarga berada, beranilah mulai bisnis sendiri. Itu mungkin jalan mengubah nasibmu.
Kalau keluargamu orang berada, ikuti langkah mereka. Support bisnis keluarga sebagai pijakan awal karirmu.
💡 Untuk membuat uang, lakukan 2 hal:
→ Terus belajar.
→ Terus berlatih.
Baca 3 buku yang akan berguna sepanjang hidupmu:
📚 Buku sejarah → Supaya paham pola dunia.
📚 Buku bisnis → Supaya tahu cara menghasilkan uang.
📚 Buku marketing → Supaya bisa menjual apa pun.
Ingat: Kekuatan bisnis datang dari kepintaran, bukan dari kekuatan fisik.
kayaknya barrier produktifitas gw itu mandi deh.
kalo ga mandi2 sampe jam 11 gini, beneran ga produktif bgt hidup gw.
giliran mandi dr pagi, mulai dah tuh pagi pun bisa lgsg produktif.
--
kalo kalian merasa ada barrier produktifitasnya jg gak?
Keseringan minta bantuan chatGPT ternyata bikin user-nya bodoh.
Sekarang gw jadi paham, kenapa beberapa atasan jadi makin bodoh:
"karena keseringan minta bantuan anak buah"
Ukuran rumah dikecilkan terus dg asumsi harga tertentu.
Lah koperasi kami bisa bikin rusun dg harga separuh harga pasar.
Tolak ukuran rumah yg terus menerus dikecilkan.
Tuntut sistem ekonomi dan perumahan sosial menekan harga.
Secara itung2an memang lebih masuk akal untuk bayar 10 orang remote workers Indo 2 digit daripada ngurus izin sampe bikin kantor di Indo.
Baru masuk negara aja udah kena "palak".
YTTA.
Kalau kinerja kita 10 juta tapi gaji 5 juta
Maka akan saya kurangi
1. Jumlah channel
2. Jumlah premis ads & testing
3. Max budget allocation
4. Jumlah KPI yang dikejar
5. Jumlah managed product & brand yang di-ads-kan
Enak aje doktrin2 begini 🗿
Disiplin bukan berarti hrs bangun jam 4 pagi, olahraga tiap hari, dan journaling yg rapi.
Tapi,
Ini adalah tentang bikin keputusan kecil yg slalu lo tepati, bahkan saat gak ada yg ngasih apresiasi.
banyak banget orang komunikasi di kantor kayak lagi minta maaf mulu. semua kalimatnya ada "i think", "maybe", "possibly", kesannya kayak yakin itu dosa. belum klo di lingkungan PNS katanya harus "mohon ijin" dulu.
padahal, yang sebenernya terjadi: kalau lo nambahin keraguan di setiap statement, orang bukannya mikir lo rendah hati atau bijak -- malah mikirnya lo nggak ngerti apa yang lo lakuin.
❌ "I think this will take 4 weeks"
✅ "this will take 4 weeks, but will give you an update at the 2 week mark if there are any delays or unexpected issues"
❌ "I'll try to fix it"
✅ "I'll investigate this and report back"
❌ "maybe we could meet next week?"
✅ "let's meet next week. does tuesday work?"
the difference isn't just semantic, tapi juga soal gimana lo kedengeran dari POV orang lain: bingung vs kompeten.
uncertainty itu emang nyata, ngaku aja kalo ragu gapapa, tapi jangan tenggelam di situ juga.
mindset dari "I think" ke "I will" itu bukan biar jadi sombong, tapi tentang take responsibility dan transparan sama situasinya.
banyak komunikasi kantor tuh cuma orang playing safe biar ga disalahin nanti. ironisnya, makin banyak lo ngeles, makin bisa jadi keliatan nggak bisa dipercaya. Speak strong dan jelasin resiko yg ada, selalu lebih effective daripada ngomong ngambang.
say what you'll do. acknowledge what could go wrong. then do what you said. it's not complicated, but somehow 90% of people can't manage it.
Orang ga ada yang peduli sama kamu woi!! Jangan mikir kebanyakan.. semua orang itu mikirin diri masing2..
Ini ada teori psikologinya.. namanya The Spotlight Effect..
Ketika semua "urgent" maka artinya apa teman-teman...
Tidak ada yang urgent.
Jadi chill saja 🥳.
Jadi project manager, owner, atau boss kok cuma bisa nge-slap "urgent" di semua proyek. Itu mah anak intern copas worksheet juga bisa.
Kejadiannya itu lebih sering gini :
Mgr : "Mas ini ada request baru, dikerjakan segera ya. Urgent soalnya"
IC : "Yang A,B,C jg urgent. Trs gimana"
Mgr : "Ya semuanya urgent"
Nah ini tanda-tanda manager skill issue.
di web2 gua udh kerja 4 tahun, dan emang harusnya naik ke supervisor. Ngetes sebulan kemarin lamar kerja jobstreet dan glints masih dapat 5 panggilan wawancara, bagus juga. tapi kayanya untuk sekarang gini-gini aja dulu biar bisa nyambung web3 malam 🥲
udah jarang trading karena emg menguras emosi 😅
pagi kerja - malam meeting - turu - repeat