@convomf klo versi aku:
- belajar grammar & vocab di app duolingo
- improve speaking & listening di web free4talk
- improve writing & reading dengan nulis cerita random di notebook (ofc in eng)
tp krn aku fokusnya mau improve speaking jd lebih sering pake web free4talk. hope it helps💐
fatima: "prabowo punya cita cita, tidak ingin ada anak anak indonesia tidur dalam perut lapar"
"nah tapi mbg ini kan dibagiin (sekali) di siang hari di sekolah. jadi ketika dia pulang ya lapar lagi" 😂
keos bgt anjir baru 1.5 tahun WKWKWK gila wo mundur ajalahh nama lu jg udah jelek baik di negara sendiri maupun di global😭😭 gabecus jir pantes dulu 4x kalah, ternyata dulu orang2 emg gapercaya sm lu karena ternyata keliatan ga mampunya
MAKIN GELENG-GELENG KEPALA !!
KMARIN MENTERI YG HADAP TEDDY,
SEKARANG LEVEL WAKIL PERDANA MENTERI JUGA YG NGADEPIN SIAPA? LAGI2 TEDDY
INI NEGARA APASIH?
TAMBAH GESTURE NYA TEDDY ITU LOH !!
TANGAN DIBELAKANG? BUSET DAHH
WASSALLAMM
@Allebbellaa Opini gue kayaknya baru di pemerintahan skrg yg hampir semua kementrian kabinet downgrade deh. Sejelek-jeleknya Jokowi pas periode terakhir, masih ada Retno Masudi
Nanik S Deyang : Kepala BGN baru
Rekam jejaknya:
2018: Orang yang menyebarkan foto hoaks Ratna Sarumpaet di Facebook, menyebarkan kronologi "penganiayaan" fiktif via broadcast WhatsApp, dan membawa langsung Ratna menemui Prabowo untuk melaporkan kebohongan itu. Diperiksa polisi dua kali. Bersaksi di persidangan.
2019: Wakil Ketua tim pemenangan Prabowo-Sandi.
September 2025: Nangis di depan kamera minta maaf soal ribuan anak keracunan MBG. Di saat yang sama, aktif menyerang balik pengkritik program di media sosial.
Juni 2026: Diangkat jadi Kepala BGN , lembaga yang ngurus makan puluhan juta anak Indonesia setiap hari.
Latar belakang gizi? Nol.
Keamanan pangan? Nol.
Yang ada: loyalitas politik sejak 2018.
Ini bukan soal kompetensi vs loyalitas lagi.
Ini soal siapa yang dipercaya ngurus makanan anak-anak lo , dan jawaban pemerintah adalah: orang yang ikut sebar hoaks 2018.
Wah barusan cek ternyata Ki Hadjar Dewantara hanya bertugas sejak 19 Agustus 1945 hingga 14 November 1945 alias 3 bulan. Dan kita semua tahu jasanya mendobrak monopoli pendidikan kolonial Belanda yang saat itu hanya ditujukan bagi kaum priyayi!
Begitu besar jasanya sehingga disebut sebagai Bapak Pendidikan Nasional.
Hei Teddy.... baca ini. Pelajari sejarah!