Our president, leader of the Republic of Indonesia, watches the poor eat their meal.
He does the watching from a lavish setting, his own plate stacked with expensive food.
Poverty as an evening's entertainment.
Lucu banget udah dua kali sholat eid, doa “hapuskanlah dosa pemimpin pemimpin kami” udah ga disebut lagi jir
Sekarang doa nya berubah:
"berikanlah kepada kami pemimpin yang adil, yang amanah yang sayang kepada rakyatnya"
Simbol Salib Merah menurut gue dalem banget sih, cuma orang TOLOL yang tega babat hutan setelah liat simbol ini.
Menurut kacamata gue, rakyat Papua ga ngerti harus minta tolong ke siapa lagi agar hutan (kehidupan) mereka gak dirusak oleh negara, sehingga mereka mengekspresikan "hopeless" itu menjadi Salib Merah.
Ini kalo diulik lebih dalam pake kacamata Karl Marx yang agama adalah candu, bakal lebih ngena karna menurut gue emang dalem banget maknanya.
Asli jahat banget nih negara sama korporasi, masa kerja di perusahaan sawit digaji 2 juta dipotong 1 juta buat keperluan makan. Pekerja nerima 1 juta doang per bulan bisa buat apa njir?
Belum lagi soal tanah satu hektar yang diharhai cuma 300 ribu, kelen gila kah? Satu hektar loh masa cuma 300 ribu ya Allah😭
Lo buka Netflix. Scroll 30 menit buat nyari film. Akhirnya gak nonton apa-apa. Tidur.
Lo buka Shopee mau beli charger. Ada 200 pilihan. Banding-bandingin 2 jam. Beli satu. Besoknya nyesel.
Seorang psikolog dari Swarthmore College udah riset kenapa ini terjadi. Dan jawabannya bikin kesel.
THANKS PAK PRABOWO
semenjak indonesia dipimpin bapak banyak sekali rekor sejarah terpecahkan.
1. kurs usd/idr hampir rp 17.200. paling terpuruk dlm sejarah.
2. utang jatuh tempo di 2026 sebesar rp 833 t. tertinggi dalam sejarah.
3. defisit apbn paling lebar dalam sejarah. dan semua rekor ini terpecahkan
hanya dalam waktu 1.5th saja. keren, pak
im against sex work not in a “sex workers are sluts and degenerates” way but in a “we should live in a society in which exploiting our bodies is not necessary for survival” type of way
gara2 overconsumption, aku ngerasa jd susaaah punya original thoughts.
semua opini & perspektifku kayaknya dibentuk oleh algoritma medsos, atau dari pendapat orang2 di sekelilingku.
sama kayak artikel Substack yang barusan kubaca ini.
... nah, kan? 🫠🫠🫠
per pagi ini, ada emak2 lagi kesusahan mutar otak sembako naik, sementara ada satu orang gendut yg kerjaannya tiap week day keluar negeri pakai uang pajak emak2 tadi sambil bawa konco2 nya pesen hotel mewah 2-4 lantai pakai private jet. sebuah ironi😌
Guys, Mahfud MD baru keluarkan kritik yang menurut gue salah satu yang paling tajam dan paling berbobot sejak pemerintahan Prabowo berjalan.
Bukan karena Mahfud asal ngomong.
Tapi karena dia menggunakan buku Prabowo sendiri sebagai standar penilaiannya.
Senjata yang dipakai Mahfud: buku Paradoks Indonesia:
Sebelum menjabat Prabowo menulis buku Paradoks Indonesia yang bahkan dibagikan ke setiap anggota kabinet.
Di dalamnya Prabowo menekankan tiga hal: strategi yang benar, manajemen pemerintahan yang baik, dan pemerintahan yang bersih.
Mahfud menggunakan standar yang Prabowo buat sendiri itu untuk menilai implementasinya sekarang.
"Itu standar yang beliau buat sendiri. Namun sekarang, demokrasi kita melemah. DPR hampir tidak pernah lagi mempersoalkan kebijakan Presiden secara kritis."
Tiga poin kritik utama Mahfud:
Satu melemahnya checks and balances.
DPR yang seharusnya jadi penyeimbang kekuasaan hampir tidak pernah mengkritisi kebijakan presiden secara substantif. Koalisi yang terlalu besar membuat fungsi pengawasan parlemen praktis tidak berjalan.
Dua autocratic legalism.
Mahfud menyoroti fenomena di mana hukum dibentuk hanya untuk melegitimasi kehendak penguasa tanpa partisipasi publik yang bermakna. Hukum dipakai sebagai alat bukan sebagai pagar.
Tiga penegakan hukum yang tebang pilih.
Ini bukan tuduhan baru tapi Mahfud menegaskannya dengan konteks yang lebih besar soal arah demokrasi Indonesia.
Soal desakan mundur yang mulai bermunculan:
Mahfud juga merespons soal sejumlah tokoh yang menyuarakan desakan agar Prabowo mundur.
Posisinya jelas: itu bukan makar. Itu bagian dari mekanisme demokrasi yang sehat.
"Kritik yang muncul bukanlah upaya menggulingkan pemerintah. Ini adalah bagian dari demokrasi."
Dan ini penting karena ada kecenderungan untuk melabeli kritik keras sebagai destabilisasi atau makar. Mahfud secara eksplisit membantah framing itu.
Yang membuat kritik Mahfud berbeda:
Mahfud bukan oposisi ideologis yang dari awal menentang Prabowo. Dia mantan Menko Polhukam yang punya akses langsung ke dalam sistem.
Dan dia tidak menyerang dari luar dia menggunakan dokumen yang Prabowo buat sendiri, yang bahkan disebarkan ke seluruh kabinet, sebagai tolok ukurnya.
Ini bukan serangan personal. Ini audit berbasis janji tertulis.
"Objektivitas seorang pemimpin bisa dinilai dengan membandingkan janji tulis dan implementasi di lapangan."