Our president, leader of the Republic of Indonesia, watches the poor eat their meal.
He does the watching from a lavish setting, his own plate stacked with expensive food.
Poverty as an evening's entertainment.
@itsurboihyl Di RS tempat saya pernah kerja, ada dokter spesialis yg udah sepuh trs membatasi pasien rawat jalan 30 per hari. Kalo sekilas mungkin kaya kejam ini pasien membludak tapi dia cuma mau dikit, padahal dokternya punya sakit jantung.
Anggrek adalah KA 1, tercepat milik KAI.
Harusnya saat KA ini melintas, sinyal hijau 2 sampai 3 mungkin 4 petak di depannya.
Ada kereta di petak 3, mestinya petak 2 merah, petak 1 di depan Anggrek kuning.
Saat kuning Anggrek udah ngerem. Karena sinyal berikutnya pasti merah..
Tapi saking cepetnya.. lolos dia di sinyal ke 2 yang merah. Jarak sinyalnya pendek ternyata. 1 km aja.
The older you get, the more you realize luck is mostly exposure.
If you sit in the same place, have the same routine, talking to the same people, nothing new really happens.
You have to tackle the world to win.
Travel more. Talk to people. Try a breakfast spot. Post on social media. Start a side hustle or a hobby.
The world rewards motion. You don't find opportunity sitting still.
Siapa yang baru tau kalo capung itu berkontribusi besar di dalam ekosistem ini? Dalam sehari dia bisa makan 100 nyamuk itu baru satu capung, walaupun siklus hidupnya sebentar tapi sangat berguna bagi proses ekologi.
Populasinya bisa turun bahkan hilang karena penggunaan bahan kimia di lingkungan.
Siapa disini yang dirumahnya masih banyak capung?
They removed CD/DVD drives from devices.
They made physical media harder to buy and use.
They removed expandable storage from phones.
They pushed us into streaming subscriptions.
They made always-online normal.
They made unlimited internet necessary.
Then slowly raised the price of everything.
Ownership quietly became renting.
Pola pikir gini yg bikin riset modelan ekspedisi nembus hutan & gunung ga dikasi funding.
"Emang kalo nemu spesies katak baru, apa dampaknya buat rakyat?" Gaada. Manfaatnya memperluas khazanah keilmuan & nambal gap; and that's good enough
@graciyya Abis nikah beli piring langsung yang cantik-cantik, baju di rumah pun ga mau pake daster yg kusam pokonya harus bagusss yg bikin seneng kalo ngaca, ngecat rambut, makan yg dipengen. Bukan buat boros tapi bentuk self love aja hihi
Let me tell a story about this guy and LPDP.
*
*
*
*
*
*
Perhatikan riwayat pendidikan di poster terbaru. Karena ini penting untuk konteks
4 Juli 2024
- Sebuah poster tentang "Serba-serbi kuliah di luar negeri" dengan nara sumber Billy Mambrasar dan Deris Nagara beredar
- Judulnya "A-Z Berkuliah di Luar Negeri"
- Dilaksanakan 7 Juli 2024
- Sebuah akun (sayangnya sekarang sedang gembokan) menanyakan kepada LPDP:
"Dia kan master KEDUA di Harvard dan kabarnya pakai LPDP?"
- Dari poster terbaru, dia sudah menyelesaikan MBA di Australian National University (ANU)
- Dia S2 di ANU pakai beasiswa Australia Awards Scholarship (AAS)
Catatan aturan LPDP:
"Pendaftar yang telah menyelesaikan studi magister (S2) tidak diizinkan mendaftar pada program beasiswa jenjang magister."
Poin utamanya:
Dia udah S2 pakai AAS, terus S2 lagi pake LPDP??
5 Juli 2024
Admin Twitter LPDP mengklarifikasi, saya copy paste threadnya:
1. Sesuai ketentuan Beasiswa LPDP, LPDP tidak memperkenankan pendanaan beasiswa pada jenjang pendidikan yang telah diselesaikan. Oleh karena itu bila seseorang telah menyelesaikan pendidikan magister tidak dapat magister kembali, demikian juga berlaku untuk pendidikan doktor.
2. Billy Mambrasar adalah penerima beasiswa LPDP yang dinyatakan lulus seleksi beasiswa pada tahun 2017 untuk jenjang pendidikan doktor/S3, sebab ia telah merampungkan studi S2 nya di ANU pada tahun 2014.
3. Billy Mambrasar juga telah mengikuti Persiapan Keberangkatan (PK) Angkatan 128 yang berlangsung pada 15-19 Oktober 2018.
4. Pada tahun 2019, LPDP menerima Surat Permohonan Penundaan Studi dari Billy Mambrasar dengan alasan harus mengemban tugas sebagai Staf Khusus Presiden.
5. Sesuai dengan ketentuan beasiswa LPDP, penundaan studi yang disebabkan mendapat penugasan dari pejabat setingkat menteri dapat diperkenankan.
Aturan ini berlaku pula untuk beberapa orang lain dengan kriteria kasus yang sama, bukan hanya berpihak pada satu orang saja.
6. Yang bersangkutan kemudian mulai mengajukan administrasi penerbitan Letter of Guarantee (LoG) pada Januari 2023 dan tercatat telah memulai perkuliahannya di University of Pennsylvania, Amerika Serikat, pada Februari 2023 untuk program doktor/S3.
***
Oh, jadi dia tidak ambil S2 lagi tapi S3 yang pake LPDP, cuma belum berangkat?
Selesai? Clear?
Ohoho, belum, tentu saja.
***
Cek lagi therad dari admin LPDP:
Nomor 2:
2. Billy Mambrasar adalah penerima beasiswa LPDP yang dinyatakan lulus seleksi beasiswa pada tahun 2017 untuk jenjang pendidikan doktor/S3, sebab ia telah merampungkan studi S2 nya di ANU pada tahun 2014.
***
Aturan LPDP
Penerima Beasiswa dapat menunda waktu mulai studi paling lama 1 (satu) tahun akademik apabila:
a. Sakit,
b. Hamil dan/atau melahirkan untuk Penerima Beasiswa wanita,
c. Mengalami kendala dalam memperoleh visa,
d. Mengalami bencana, dan/atau
e. Terjadi wabah.
Penerima Beasiswa dapat menunda waktu mulai studi paling lama 2 (dua) tahun akademik apabila:
a. Telah dinyatakan lulus seleksi penerimaan CPNS, dan/atau
b. Mendapat penugasan dari pejabat sekurang-kurangnya setingkat menteri untuk kepentingan nasional.
***
Nomor 6:
Memulai perkuliahannya pada Februari 2023.
2017 ke 2023.
Ada selisih 6 tahun.
PENUNDAAN, 6 TAHUN
***
Lalu dibalas dengan thread dari Admin LPDP:
Dalam memproses izin penundaan studi, LPDP dapat menggunakan ruang dan kewenangan diskresi yang ketat dan terbatas.
LPDP memberikan izin penundaan studi atas dasar tugas yang melekat kepada Billy Mambrasar sebagai Staf Khusus Presiden RI masa bakti 2019-2024.
Diskresi yang ketat dan terbatas ini diberikan setelah melalui proses pertimbangan matang dan arahan pimpinan, agar dapat memberikan ruang kepada yang benar-benar layak sekaligus meminimalkan adanya oknum-oknum yang berpotensi memanfaatkan celah tersebut untuk menunda studi.
Perlu diketahui pula pada tahun 2020 terjadi pandemi COVID-19, LPDP kemudian memberikan diskresi pula dengan memberikan perpanjangan masa pencarian LoA dan penundaan studi selama 18 bulan, ketentuan ini berlaku secara umum.
Selama masa penundaan studi tersebut, yang bersangkutan juga tidak mendapatkan dana beasiswa LPDP dalam bentuk apa pun. Penyaluran dana beasiswa baru dilakukan saat ybs memulai studi S3 nya pada tahun 2023.
Untuk hal lain seperti kegiatan studi S2 nya dalam masa izin penundaan studi tersebut belum diatur secara spesifik sehingga belum bisa dinyatakan pelanggaran.
LPDP turut berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang dengan sangat ketat mengawasi proses bisnis layanan LPDP.
LPDP tentu sangat terbuka memahami bahwa selalu ada ruang hukum yang perlu disempurnakan.
Segala kritik dan saran yang menjadi perhatian masyarakat selalu menjadi pertimbangan LPDP untuk merumuskan kebijakan-kebijakan di masa yang akan datang.
Kebijakan yang tentu lebih mendukung usaha kita bersama membangun SDM bangsa yang lebih baik.
***
JADI DIBERIKAN DISKRESI UNTUK PENUNDAAN SELAMA 6 TAHUN.
Karena jadi Stafsus.
ARAHAN PIMPINAN.
Pimpinan yang mana yang ngasih? Gak tau.
Aturan mana yang bolehin diskresi? Gak tau.
***
Oke, jadi dia dikasih diskresi selama jadi Staf Khusus Presiden RI dari 2019 sampai 2024.
Wait a minute.
Kayanya ada yang kelewat?
S2 Harvard-nya kapan???
Tahun 2020 - 2022.
WAKTU DIA JADI STAFF KHUSUS.
Jadi dia:
- Dikasih diskresi penundaan selama jadi Stafsus
- Selama jadi stafsus dia sekolah di tempat lain
- Di Harvard? Di Amerika?
- Kenapa dia gak berangkat ke UPenn aja?
???
Status dan tugasnya jadi Stafsus gimana? Dia tugas belajar? Izin belajar?
Terus pendanaan dia di Harvard gimana?
Ternyata dia dapat beasiswa TANOTO FOUNDATION SCHOLARSHIP.
Sekali lagi, saya rekap dia:
- Dikasih diskresi penundaan selama jadi Stafsus
- Selama jadi stafsus kuliah S2 di Harvard
- Pake beasiswa lain: Tanoto Foundation
Btw aturan LPDP:
"Penerima beasiswa LPDP dilarang keras menerima pendanaan lain (double funding)"
- Tapi mungkin ini oke karena dia belum mulai S3? Jadi belum mulai dibiayain LPDP?
- Ya tapi kenapa gak langsung berangkat ke UPenn aja?
- Kenapa ngasih dia diskresi, terus malah dipakai kuliah di tempat lain dengan beasiswa lain?
???
***
Oke sekarang dia lagi kuliah S3 di UPenn dong?
Kan berangkat Februari 2023? 3-6 tahun lah di Amerika?
Kan kata LPDP:
"Yang bersangkutan kemudian mulai mengajukan administrasi penerbitan Letter of Guarantee (LoG) pada Januari 2023 dan tercatat telah memulai perkuliahannya di University of Pennsylvania, Amerika Serikat, pada Februari 2023 untuk program doktor/S3."
Ohoho, tunggu dulu.
***
8 Oktober 2025
Dia diangkat jadi:
Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua oleh Presiden Prabowo.
Lah, katanya lagi di Amerika? di University of Pennsylvania?
Kok jadi pejabat?
Pakai LPDP dengan segala drama diskresinya?
Udah lulus S3-nya?
???
***
1 Februari 2026
Dia punya Yayasan "Kitong Bisa", di sana dia menjabat sebagai Dewan Penasehat.
Yayasan ini jadi salah satu SPPG, mengelola dapur MBG di Kabupaten Jayawijaya.
Dapurnya mengelola 3500 - 4000 paket MBG.
Lah, katanya lagi S3?
Kok malah mengelola MBG?
***
Lalu perhatikan Dr (Candidate) yang ada di list gelarnya.
Dia memang lagi S3 berarti?
Apakah di University of Pennsylvania?
Tidak.
Di University of Buckingham di Inggris.
Dengan biaya sendiri.
***
Yang UPenn gimana?
Katanya udah berangkat?
Aturan LPDP:
"Penerima beasiswa wajib menyelesaikan studi sesuai dengan durasi yang telah disepakati dalam kontrak"
Udah dipakai dong dana LPDP-nya?
Terus gak jadi?
???
Kalau awardee LPDP diharapkan untuk memberikan kontribusi ke negara, seharusnya mereka ditempatkan dalam instansi pemerintahan supaya bisa memberi kontribusi terhadap kebijakan publik.
Masalahnya pada hari ini instansi pemerintahan isinya kalo ga ordal ya politisi
jadi ingat eichmann, penjahat perang nazi yg tidak pernah menyadari kejahatan yg sedang dilakukan krn ketidakmampuannya berpikir dr sudut pandang orang lain, ia melakukan itu dlm keadaan yg membuatnya hampir tidak mungkin mengetahui/merasakan bahwa ia dkk-nya melakukan kesalahan
Jadi tentara kak.
Kamu bisa jadi:
1) Petani kedelai,
2) Tenaga kesehatan,
3) Polisi yang nanganin narkoba,
4) Hacker white hat buat pertahanan siber,
5) Dosen yang ngajar di kampus,
6) Pelatih tim sepak bola,
7) Pemroduksi obat,
8) Chef dapur MBG.
Dalam satu kehidupan.
Dulu pas masih muda, saya selalu mikir "ih sayang banget kesempatan gak datang dua kali" pada orang-orang yang walks away from something good in their life.
Tapi semakin dewasa, perspektif itu berubah. I always respect someone who brave to decide what's going on, orang-orang yang berani mengambil keputusan, sadar akan pilihannya, dan berani menanggung risikonya. Bertanggung jawab atas hidup yang dipilih adalah sebenar-benarnya definisi orang hebat.
At this point udh paling bener ngikutin pola makannya Mba Manik makan less processed food, umbi-umbian lokal, beras jagung, tiwul etc. Kuusahakan ga secuilpun produk zionis itu masuk ke tubuhku😒
tbh, di indo tuh kayak one shoot culture jadi sensi banget semisal ada orang yg gagal. padahal gak semua orang tuh bisa berhasil sekali coba. (aku pun gagal ngerasain gagal pas nyari kampus)
dari sistem sampe society-nya kayak udah sensi gitu sama yg namanya "kegagalan". bayangin
- maksimal ikut UTBK 3 tahun setelah lulus SMA
- pas udah lolos SNM (jalur rapot) g boleh mengundurkan diri nanti sekolahnya di blacklist
- beberapa ortu ada yang gak ngebolehin anaknya gap year. soalnya stereotip gap year di indo lo juelekkk
- bocah SMA labil umur 16–17 disuruh milih jurusan yang literally nentuin 10–20 tahun hidupnya. gak bisa pindah prodi semisal g cocok bisanya ngulang UTBK atau kalau di kampusku bisa pindah prodi tapi pindah ke prodi yang lebih rendah passing gradenya.
- pun disocietynya masih banyak perbandingan. anak e ibuk A mlebu FH UI, anak e ibuk B mlebu FK UNAIR, anak e ibu C mlebu STAN dst sampe kerjo wwk. kalo gagal g ada ruang grief rasanya langsung disuruh move on tr balik on track
- GAP YEAR banyak bgt stigma sosialnyaaa. pdhl aku kenal mhs inter tuh yg seline sama aku masih smt 4,6 wkwkw. mrk kalo tak tanyaij abis SMA have fun dulu nyari minat mrk baru kuliah tapi di indo kan engga? aku termasuk yg dituntut buat g gak gapyear tahun itu. makanya skrng kuliah di kampus yg g aku rencanakan sebelumnya
- pas kerja gak sesuai ekspektasi, "Km kampus ini kok cuma jadi ini." "Lah kamu kan anak X kenapa insecure." dst cape. meritokrasi yang ideal itu beneran g ada (menrurut keyakinan saya). semuanya udah kefilter apalagi pas tes masuk kampus jadi kayak bitter truth kalo ada gap lulusan kampus top, kampus beng beng, kampus chocolatos dkk. apalagi skrng perusahaan myarinya yang udah "berisi"
MAU GAK STRESS GMN WOEYYY DMN 19JUTA LAPANGAN PEKERJAAN ITU WOEYYY???? IPK TINGGI, CV OKE, PUNYA PORTO BAGUS, KAMPUS, GAK ADA JAMINAN BAKAL DPT PEKERJAAN YG OKEEE IN THIS ECONOMY. PUN PAS UDAH DPT KERJA DITANYAIN GAJIMYA BRP, KERJA DMN, KNP G SANA KENAPA G SINI HALAK TAEK!!
MEANWHILE ONOK URIP URIPAN ASAM SULFAT IPK 2.3 DADI PEMIMPIN. PROKER E MEK FANSIGN MBEK AREK SD. KNP KE SD TRS? G BERANI TA DATANG KE KAMPUS?