Seekor Gajah Borneo terlihat berdiri terdiam di tengah area yang dulunya merupakan hutan alami. Kini, kawasan tersebut telah berubah menjadi ahan sawit, menyisakan pemandangan yang membuat banyak orang sedih dan prihatin.
Momen ini kembalk mengingatkan banyak orang tentang dambak deforestasi terhadap habitat satwa liar, terutama di wilayah Borneo yang menjadi rumah bagi berbagai spesies langka. Kehilangan hutan membuat satwa seperti gajah semakin sulit mencari makanan, jalur migrasi, hingga tempat berlindung.
Foto ini ramai dibagikan di media sosial karena dianggap menggambarkan kondisi nyata yang sedang terjadi pada habitat satwa liar saat ini.
Sumber gambar: aaronbaggenstos
WOWO kurban 1.098 sapi dananya dari APBN, kurban atas nama PRABOWO SUBIANTO
kalau pake dana APBN sebutnya jangan dari Presiden dong, yang berkurban adalah rakyat indonesia yang bayar PAJAK
guys lu pada tau gk
ini berita paling lawak sih hari ini
ada cerita pembangunan jembatan di Karanganyar hasil gotong royong gabungan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Harusnya kabar bagus dong.
Tapi yang bikin warga geleng-geleng justru pas momen peresmiannya.
Katanya warga sampai nyeletuk:
“ini biaya bangun jembatannya jangan-jangan lebih murah daripada biaya seremoni peresmiannya.”
Karena peresmiannya disebut ramai banget:
ada potong pita, acara formal, penyambutan, konsumsi, perlengkapan acara, sampai urusan akomodasi tamu.
Belum lagi kalau yang datang banyak pejabat atau rombongan:
transportasi, pengamanan, dokumentasi, konsumsi, dan kebutuhan teknis lainnya.
Dan ini yang sering bikin rakyat sensitif.
Bukan karena gak mau ada apresiasi.
Tapi kadang yang dibutuhkan warga itu jembatannya berfungsi dengan baik… selesai.
Bukan seremoni berlebihan yang kesannya lebih mahal dari manfaat simboliknya.
Rakyat tuh simpel:
jalannya bagus → senang
jembatan jadi → senang
akses lancar → senang
Yang bikin kesel itu kalau substansi kecil, pencitraan besar.
Kalau memang proyeknya untuk rakyat, fokusnya harus di hasil yang benar-benar dipakai warga tiap hari.
Bukan bikin acara megah cuma buat foto lalu upload caption “demi masyarakat.”
Warga sekarang makin kritis.
Mereka bisa bedain mana pembangunan beneran, mana yang terlalu sibuk sama seremoni.
Papua punya potensi SDA luar biasa. Tambangnya diincar oleh Amerika & Cina. Hutannya diincar Oligarki "Perusak" hutan yang sebelumnya sudah merusak Sumatra dan Kalimantan.
PSN food estate menjadi project deforestasi terbesar didunia. Pribumi terusir dari tanahnya, hutannya hilang.
Militer dilibatkan secara masif. Sehingga saat ini di Papua perbandingan pribumi vs militer mencapai 7 banding 1.
Ingat baik-baik namanya, Nalince Wamang
Pelajar asli Papua, 17 tahun, tewas ditembak oleh tentara saat sedang mendulang emas di wilayah bekas aliran limbah tambang PT. Freeport demi mencari uang untuk kuliah
Dimiskinkan sistem, dibunuh aparat negara
Never forget, never forgive
@LalinNews Rek.. ini ancen basic, tp plis emanen nyowomu, gak ono urip sing sempurna, kabeh pasti duwe masalah, ojo merasa paling terpuruk, tambah loro kabeh lek kyk ngene, kesel oleh, sambat gapopo ancen sek dadi menungso duduk alang-alang. Wes yo rek, emanen awakmu
@novidlp@infomalang Aku pernah mau nonton di sarinah, ehh keabisan tiket, lupa beli online juga, yawes balik, belom 10 menitt wes 3ribu. Yung cek kebacut e malang lek perkoro parkir. Kenapa? Bayangin sehari kita ke 5 tempat, wes 10 ribu dewe buat parkir. Misal kali sebulan wes 300rb mek gawe parkir.