๐ Meski masy pedesaan tidak memegang/memakai dolar, naiknya nilai dolar amrik thd rupiah bisa terasa sampai ke desa2 di Indonesia!
Penyebabnya karena banyak barang, bahan baku, dan aktivitas ekonomi Indonesia tetap terhubung ke perdagangan global.
Beberapa pengaruh yang paling sering terasa:
โข Harga barang ikut naik.
Banyak barang kebutuhan memakai bahan impor atau bergantung pada harga internasional:
โข pupuk
โข pakan ternak
โข BBM
โข obat-obatan
โข mesin pertanian
โข elektronik
Kalau dolar naik, biaya impor jadi lebih mahal dalam rupiah. Pedagang lalu menaikkan harga jual. Akhirnya warga desa merasakan harga sembako atau ongkos produksi pertanian meningkat.
โข Petani dan nelayan bisa terkena biaya produksi lebih tinggi,
Contohnya:
โข pupuk banyak bahan bakunya impor
โข solar untuk kapal nelayan terkait harga energi dunia
โข suku cadang traktor atau mesin penggiling sering impor
Akibatnya keuntungan petani atau nelayan bisa menurun kalau harga jual hasil panen tidak ikut naik.
โข Harga BBM dan transportasi bisa terdorong naik
Indonesia masih membeli sebagian minyak dari luar negeri dengan transaksi dolar. Saat dolar menguat:
โข biaya impor energi naik
โข ongkos distribusi barang naik
โข tarif transportasi bisa ikut naik
Di desa, ini terasa lewat ongkos angkut hasil panen atau harga barang dari kota.
โข Cicilan dan bunga bisa ikut terdampak
Kadang Bank Indonesia menaikkan suku bunga untuk menjaga nilai rupiah.
Dampaknya:
โข kredit usaha rakyat bisa terasa lebih berat
โข pinjaman modal usaha menjadi lebih mahal
โข daya beli masyarakat menurun
โข Ada juga yang diuntungkan.
Tidak semua dampaknya negatif.
โข Petani komoditas ekspor seperti kopi, kakao, karet, atau sawit kadang mendapat harga jual lebih tinggi.
โข Keluarga yang menerima kiriman uang dari anggota keluarga di luar negeri bisa mendapat rupiah lebih banyak.
Misalnya seseorang bekerja di Malaysia atau Saudi Arabia dan mengirim uang dalam dolar atau mata uang kuat lain, nilai tukarnya menjadi lebih besar saat ditukar ke rupiah.
Intinya:
Warga desa memang tidak memakai dolar secara langsung, tetapi ekonomi Indonesia terhubung dengan dunia luar.
Ketika dolar naik, biaya impor, energi, dan produksi ikut berubah, lalu efeknya merambat sampai ke harga barang dan penghasilan masyarakat desa. ๐
@HumorJonTampan@PrabawantaSri@Metro_TV@ParthaSaderi@KSPgoid@Duren___@PChristmawan@Heri_Horeh@CNNIndonesia