Dibidang olahraga tidak bisa melindungi rakyatnya. Dibidang kesehatan tidak bisa melindungi rakyatnya. Dibidang komunikasi tidak bisa melindungi data dan karya rakyatnya. Dibidang hukum tidak bisa menjaga anggaran rakyatnya dari korupsi.
Terus berlomba pengen jadi pemimpin 😭
Jadi kalo kamu dapet yang setia, udah atuh ngasih ujian-ujiannya, coba lebih pahami apa yang bisa dia lakukan tapi ngga dia lakukan karena komitmennya sama kamu. Coba agak dipeluk, agak dicium, agak diservis, kasih tau kalo kamu tau apa yang udah dia ngga lakuin demi kamu.
End.
Pacaran nemu di dating app, kena jebakan rayuan sampe ngeseks terus gegara ditinggalin bikin thread di Twitter. I mean, didn’t you enjoy the hunting process, attention and affection, sex, intimacy, etc? If turned out he’s a player, that’s the risk you gotta be ready to endure.
Gais, aku barusan dari JCM. Mobil depan aku platnya nggak keliatan, terus ternyata karcisnya ilang. Eh, dilalah dia nyolot sama Mbak yang jaga pos keluar. Sampe mukul-mukul pos.
Diumur 22 tahun perbanyak kamus “yasudah”
Temen ninggalin kamu tanpa sebab, yasudah.
Deket doang akhirnya kejebak friendzone, yasudah.
Pacaran lama tapi nikahnya sm yang lain, yasudah.
Nothing to lose aja. Gak semuanya harus sesuai dengan keinginanmu kan?
Orang nyumbang itu krn emang hatinya baik. Kaya atau miskin itu cuma perkara besar kecilnya sumbangan secara angka, bukan makna.Mempertanyakan “orang kaya mana sumbangannya” itu hanya memperlihatkan kita “udah kere busuk hati pula”
mari berbuat baik semampunya
Agar warga tidak panik krn wabah corona, pemerintah jangan ngomong normatif.
Seharusnya Pak @jokowi pidato gini:
- Kita sudah siap tes *sekian* ribu per hari.
- RS siap merawat *sekian* ribu pasien.
- Itu tersedia di *sekian* kota/kab.
Pake angka, spt kalo ngomong jalan tol.