Satu sesi interview oleh @BFMradio dalam rangka perayaan hari perempuan sedunia. @alyssagaldo and @NasrikahSarah expressed the domestic worker's demand in IWD 2022. Evening Edition: Domestic Workers Have Rights Too, You Know? https://t.co/7R5hNEMStq
Happy international women's day 2022. Domestic worker's have been contribute to the countries and society. Please respect and protect us through the better policies and law. #CareForThoseWhoCareForYou
@Rosidah20046619 Terima kasih kak Ros, ini ialah satu perkongsian yang bermanfaat karena masih banyak lagi kasus pekerja rumah tangga yang mengalami situasi yang sama.
Begitu juga dibawah undang-undang (dalam rancangan perubahan) 2021 masih mengecualikan “pekerja rumah tangga” dari hak-hak dasarnya seperti: hari libur, cuti sakit, cuti tahunan, pengaturan jam kerja dan perlindungan lainnya.
Di Malaysia pekerja rumah tangga (domestic worker) berada dalam situasi kerja paksa, rentan kekerasan dan pelecehan. Kenapa? Sebab di bawah undang-undang buruh 1955, kita adalah “pembantu” dan dikecualikan dari hak dasar sebagai pekerja.
In Malaysia, domestic workers are left in forced labour situations, vulnerable to abuses and violence. Why? Under the Employment Act (1955), we are "servants" and are excluded from basic workers rights.
Jadi kami ingin meminta dukungan member parlemen yang terhormat, untuk melihat ke atas situasi yang dialami pekerja rumah tangga di Malaysia dan memastikan tiada pengecualian dengan melakukan amandemen pada first schedule section 2(1) #NoMoreExclusion
Sokongan dari pada yang berhormat @mariachin@mpklang@SivarasaRasiah sangatlah penting untuk memastikan tiada lagi pekerja rumah tangga yang tereksploitasi.
Meski Bill (Amandemen) 2021 mengubah sebutan "domestic servant" ke "domestic employee", hak sebagai pekerja belum bisa didapatkan sebab first schedule section 2(1), masih mengecualikan hak libur, pengaturan jam kerja, cuti sakit dan tahunan bagi "domestic employee".
Dijadwalkan 14-16 Desember 2021, Parlemen Malaysia akan melakukan bacaan kedua untuk Bill (amandemen)2021. Tapi, apakah ini dapat memutus praktik-praktik kerja paksa di sektor domestik?
Berbagai soalan banyak dialami pekerja rumah tangga dari bekerja hampir 24 jam, tidak ada libur, enahanan dokumen, tidak ada akses komunikasi, gaji tidak dibayar
dan kekerasan (fisik dan seksual)