It was a fruitful conversation with consul general of consulate of Indonesia in Johor Bahru last Sunday! It has brought a lot of issue on domestic workers recruitment and protection!
42 facilitators from 6 Regional Networks were trained in the last Training of Trainers!
The event shared the expertise, experience & resources of the UN & civil society to support govs. to make migration work for development.
Check our training guide ➡️ https://t.co/LfMtQrRi69
So wonderful to be connected to more dream teams @UNMigNetwork Training of Trainers!!! 📚
DCO regional teams for Asia Pacific, Africa & Latin America+Caribbean representing well!🇺🇳🇺🇳🇺🇳
Excited 🎉 to be part of the Asia Pacific team of trainers for integrating GCM into UN plans!
“We should be working together with various unions and NGOs to combat abuse and sexual harassment and helping domestic workers seek justice in the country of destination.” -@bariyahiyah thank you for insights during the multi-stakeholder dialogue!
Multi-stakeholder panel discussing how to make the world of work safer for migrant domestic workers throughout the migration process, including perspectives of labor unions, ILO, recruitment agencies, and workers themeslves. #RatifyC190
Di Malaysia pekerja rumah tangga (domestic worker) berada dalam situasi kerja paksa, rentan kekerasan dan pelecehan. Kenapa? Sebab di bawah undang-undang buruh 1955, kita adalah “pembantu” dan dikecualikan dari hak dasar sebagai pekerja.
Begitu juga dibawah undang-undang (dalam rancangan perubahan) 2021 masih mengecualikan “pekerja rumah tangga” dari hak-hak dasarnya seperti: hari libur, cuti sakit, cuti tahunan, pengaturan jam kerja dan perlindungan lainnya.
Berbagai soalan banyak dialami pekerja rumah tangga dari bekerja hampir 24 jam, tidak ada libur, enahanan dokumen, tidak ada akses komunikasi, gaji tidak dibayar
dan kekerasan (fisik dan seksual)
Meski Bill (Amandemen) 2021 mengubah sebutan "domestic servant" ke "domestic employee", hak sebagai pekerja belum bisa didapatkan sebab first schedule section 2(1), masih mengecualikan hak libur, pengaturan jam kerja, cuti sakit dan tahunan bagi "domestic employee".
Dijadwalkan 14-16 Desember 2021, Parlemen Malaysia akan melakukan bacaan kedua untuk Bill (amandemen)2021. Tapi, apakah ini dapat memutus praktik-praktik kerja paksa di sektor domestik?
Sokongan dari pada yang berhormat @mariachin@mpklang@SivarasaRasiah sangatlah penting untuk memastikan tiada lagi pekerja rumah tangga yang tereksploitasi.
Jadi kami ingin meminta dukungan member parlemen yang terhormat, untuk melihat ke atas situasi yang dialami pekerja rumah tangga di Malaysia dan memastikan tiada pengecualian dengan melakukan amandemen pada first schedule section 2(1) #NoMoreExclusion