Dalam pernyataan resminya, Lu Kang, Duta Besar Republik Rakyat China untuk Indonesia, menyatakan bahwa Kereta Cepat Jakarta Bandung adalah salah satu bagian dari Belt and Road Initiative (BRI).
Clear and clean.
MENGINTIP CHINA (KEEMPAT)
Pada tahun 2019, lembaga survey internasional independen The Harris Poll serta perusahaan mainan terkemuka LEGO mengadakan sebuah survey terhadap 3.000 anak-anak berusia 8-12 tahun di Amerika Serikat, Inggris dan China. Mereka diminta menjawab satu pertanyaan dengan maksimal 3 jawaban. Pertanyaan itu adalah “Kamu mau jadi apa saat kamu besar nanti?”
Pertanyaan yg biasa kita dengar, atau jawab atau lontarkan kepada anak-anak. Sehingga jawabannya pun mungkin biasa saja.
Namun, sebetulnya jawaban dari pertanyaan mau jadi apa ini tidak sebiasa yg kita kira. Jawaban anak-anak itu adalah jawaban dari sejauh mana efektifitas pendidikan anak di sekolah dan keluarga, juga seberapa jauh visi masa depan yg ‘diciptakan’ sebuah negara bagi anak-anak bangsanya.
Menariknya, hasil survey yg dirilis oleh The Harris Poll dan LEGO ini menunjukkan hasil yg mencengangkan. Di Amerika Serikat dan Inggris, menjadi Youtuber/Vlogger atau influencer menjadi peringkat tertinggi. Sementara menjadi astronot menjadi peringkat terendah. Sementara di China, menjadi astronot dan guru adalah cita-cita paling favorit setelah menjadi atlet dan musisi. Lupakan menjadi Youtuber/Vlogger/Influencer.
Kok bisa? Bagi saya inilah buah dari informasi yg ‘ditanam’ dalam uncoscious mind anak-anak di China terhadap betapa pentingnya ilmu pengetahuan dibandingkan dengan ilmu ‘pendapatan’. Ditambah lagi dengan peng-install-an program visi besar negara di dalam kelas setiap sekolah.
Cita-cita besar negara ini ‘ditanam’ setiap harinya setidaknya selama 40 menit dalam mata pelajaran ‘PPKn’-nya China. Belum lagi ditambah pada saat olahraga bersama selama 30 menit pada jam 10 pagi juga pada setiap harinya.
Ditambah lagi, sebagaimana disampaikan pada Mengintip China Ketiga’, pembatasan akses anak-anak terhadap media sosial pun menjadi faktor penentu juga kenapa anak-anak di China lebih tertarik menjadi astronot dan guru ketimbang menjadi yg lainnya.
Lalu perhatikan, bagaimana kemudian China membangun China Aerospace Science and Technology (CASC) sebagai ‘saingan’ NASA-nya Amerika. Mereka berhasil meluncurkan Shenzhou-16 pada 30 Mei 2023 lalu dengan berisikan astronot dan warga sipil biasa.
Dan surprisingly, bukan hanya satu pesawat saja. Tahun 2023 ini, mereka akan menerbangkan 200 pesawat luar angkasa berpenumpang. Sebuah pertanyaan sederhana saja, berapa pesawat luar angkasa yg akan diterbangkan Amerika Serkat dan Inggris di tahun yg sama?
Nah, sekarang kita kembali ke ‘bumi’. Ke rumah dan sekolah kita. Sekiranya The Harris Poll dan LEGO melakukan survey yg sama terhadap anak-anak kita. Seperti apa hasilnya? Saya bahkan berharap jangan sampai mereka tertarik melakukan survey itu di ‘rumah’ kita sampai mungkin 10-15 tahun lagi.
Karena dalam 10-15 tahun ini, saya, Anda dan kita semua akan melakukan sesuatu yg jauh lebih serius lagi menyiapkan generasi-generasi muda. Kita akan kejar ketertinggalan kita. Kita kerahkan segala daya dan upaya kita. Kita ‘punya’ Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa.
Kita bisa! Merdeka!
Pandemi 2.0 yang dijadwalkan tahun 2025, ternyata dimajukan, bukan di 2024, tetapi di 2023.
Dalam sebulan dua bulan, akan ada peraturan Lockdown, WFH, dan aturan pakai Masker.
Pertama agar masyarakat tidak protes, maka alasannya adalah Polusi Udara.
Chemtrails terus ditaburkan, DEW dengan hasil kebakaran hutan dan gedung-gedung, Langit dibuat jadi Forecast, seakan-akan menghitam karena jelaga Batubara atau BBM.
Pesan saya:
Satu
Tingkatkan Imunitas baik-baik.
Sudah saya berikan metodenya di postingan saya yang lalu.
Dua
Beli Ivermectin dan Hydroxychloroquine.
Untuk jaga-jaga.
Tiga
Jadilah orang baik, perbaiki Ibadah, sholat ditambah khusyu dan tepat waktu, rajin-rajin sedekah , perbanyak amal jariyah.
-------
Bismillah. Wa Makaru Wamakarrallah.
Seseorang tidak dapat memiliki penguasaan yang lebih kecil atau lebih besar daripada penguasaan diri sendiri. -Leonardo Da Vinci #selfmastery#genetikologi#stifin
Bahkan sudah mulai muncul wacana geruduk kantor PSSI di Jakarta untuk mendesak Haruna Soemitro mundur dari jabatannya sebagai anggota Exco - #Timnas#PSSI https://t.co/NXUaf2U8f1
Salah satu momentum terbaik dalam kehidupan adalah momen disaat kita mengenali potensi genetika diri dan tahu bagaimana mengaplikasikannya dalam kehidupan. #lessonoflife#stifin
Banyak yg ingin ‘berubah hidupnya’ tapi tdk diiringi dgn ‘berikhtiar’ maksimal, dan banyak yg ‘berikhtiar maksimal’tapi tdk diiringi dgn ‘bertaqwa sempurna’. #lessonoflife