Prabowo, Presiden Indonesia yang Semakin Bodoh
Di tengah ancaman tarif dagang baru dari Amerika Serikat yang mencapai 32% terhadap ekspor Indonesia, Prabowo Subianto, tampil dengan penuh percaya diri mengumbar strategi yang katanya, akan menyelamatkan ekonomi bangsa dengan memaksimalkan Makan Bergizi Gratis, Hilirisasi, dan memanfaatkan keanggotaan di dalam BRICS.
Bagi pemujanya yang (maaf) tolol, strategi Prabowo tadi akan mereka sambut dengan tepuk tangan, atau bahkan tangisan. Namun, benarkah strategi ‘jenius’ itu datang dari seorang Prabowo yang (dulunya) intelek, atau, hanya sekedar omong kosong dari Presiden yang semakin terlihat bodoh di mata saya?
Apakah dengan mengandalkan MBG, hilirisasi, dan keanggotaan BRICS bisa menjadi penopang ekonomi negara yang sedang tidak baik-baik saja ini? Bisa, tapi saya bohong, hehehe. Faktanya, kurs IDR yang terus saja merosot hingga Rp16.950 per USD, tidak akan mampu menolong kita dari kenaikan harga-harga kebutuhan dari primer, tersier, hingga sekunder yang masih mengandalkan impor.
Esai kali ini sengaja saya buat dengan provokatif, karena saya pribadi sudah gelisah dengan semakin tumpulnya intelektualitas Presiden Prabowo.
Sebuah Esai
Info yg saya dapat bhw penahanan @tomlembong adalah utk menutup mulut terkait mafia tambang dan hilirisasi nikel yg beliau ketahui secara rinci - izin impor gula hanya kesalahan yang dicari-cari.
✍🏻
“𝐌𝐚𝐜𝐚𝐧 𝐁𝐞𝐫𝐤𝐚𝐰𝐚𝐧 𝐓𝐢𝐤𝐮𝐬”
Lagak aja Singa, tingkah macam Kakak Tua, omon banyak, tapi takut terbang.
Mertua dia pun dulu juga tentara, tapi macam bumi dan langit aja, Mertua dulu seperti Elang, mulut diam, terbang paling tinggi, melihat paling tajam, tahu mana musuh mana teman, mana lawan mana kawan.
Singa tuh dikalung anjing pun tak mau, apalagi dicucuk hidung macam Kerbau. Ini dah macam Ayam rabun, Musang datang nak cabik pun dicium.
Jiwa Ksatria itu merebut kemenangan, bukan karena penurut lalu dihadiahi bintang-bintangan.
Kalau nyali masih pucat tak usah lah jadi pemimpin. Ini NKRI bung, Merah ya Merah, Putih ya Putih, tak ada cerita abu-abu, itu baru nyali.
Macan itu, meski tua dan pincang, selama dalam kawanan Macan, ia tetaplah Sang Raja pada habitatnya, tapi begitu berkawan dengan tikus, maka ia tak lebih dari sekedar Macan Sirkus.
Terakhir bung, tak perlu mengaku pandai besi, jika masih berguru pada tukang kayu, tak usah sesumbar jaga NKRI, jika melawan jepit ketiak Sedayu pun kau belum mampu.
Masih tanya yang dikorupsi apa ?
Kalau 'para para ternakan' memahami arti kata korupsi/corruption/corruptie/corruptio/corruptus/corrupt hanya sebatas soal nyolong duit, artinya mainan mereka baru nyampek gorong-gorong doang!
Abuse of power, acak-acak konstitusi, dan praktek2 kotor yang merusak adalah bagian dari korup!
Kata korupsi berasal dari bahasa latin corruptio atau corruptus yang artinya tindakan merusak atau menghancurkan.
Corruptio juga diartikan kebusukan, keburukan, kebejatan, ketidakjujuran, dapat disuap, tidak bermoral, penyimpangan dari kesucian, kata-kata atau ucapan yang menghina atau memfitnah.
Kata corruptio masuk dalam bahasa Inggris menjadi kata corruption atau dalam bahasa Belanda menjadi corruptie. Kata corruptie dalam bahasa Belanda masuk ke dalam perbendaharaan Indonesia menjadi korupsi.
Menurut KBBI, korupsi adalah penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan, organisasi, yayasan, dan sebagainya) untuk keuntungan pribadi atau orang lain.
Definisi lainnya dari korupsi disampaikan World Bank pada tahun 2000, yaitu “korupsi adalah penyalahgunaan kekuasaan publik untuk keuntungan pribadi".
Definisi World Bank ini menjadi standar internasional dalam merumuskan korupsi.
Jadi masih nanya yang dikorupsi apa ?
Hadiah Tahun Baru 2025 buat Jokowi.
Dunia menganugerahi gelar bukan main-main:
Koruptor Dunia Kelas Kakap.
Kalau tidak ada pengadilan dunia yang mampu menghukum makhluk ini, maka kita minta pengadilan akhirat saja.
Lebih ngeri sih. Membayangkannya saja ngeri banget.
@DokterTifa@prabowo nisab pencurian adalah minimal 1/4 dinar atau 1,0625 gram emas (sekitar Rp 1.623.000)
koruptor yg mau dimaafkan itu memang ada yg nyolongnya cuma segitu ???
kalo nyolong berulang sampe 300 T, harusnya sudah habis itu tangan & kakinya, lebih pantasnya malah hukuman mati.
Yth Presiden @prabowo
Ajaran agama kita menyatakan,
Kalau ada PENCURI, maka hukumannya POTONG TANGAN.
Bukannya dimaafkan.
Korupsi bukan Lebaran.
Sebagai Rakyat, saya punya hak prerogatif untuk menghukum setiap Pencuri yang mencuri uang negara, uang rakyat, dengan cara:
SAYA TIDAK AKAN MEMAAFKAN SIAPAPUN YANG MENCURI UANG NEGARA, SAMPAI KIAMAT!
BIARLAH ALLAH YANG MENGHUKUM MEREKA, DENGAN HUKUMAN YANG SEBERAT-BERATNYA!
Pantas saja di Beredel..!!
Setelah lama mengamati lukisan ini, sepertinya ada pesan tersembunyi yang disampaikan sbb :
1. Sosok pemakai Mahkota Amangkurat jelas dimaksudkan sebagai si Penipu yg mengaku Raja Jawa.
2. Penjilat pantat menggambarkan kaum 58 yg menjadi penjilat Sang Penipu.
3. Sisi kanan kiri para penjilat adalah rakyat yang berteriak karena menjadi obyek penderita.
4. Sosok remaja yg digambarkan memakan Belimbing jelas di kodekan sebagai si “Belimbing Sayur”, si Fufufafa.
5. Dalam wadah buah juga disisipkan kode “Pisang” dan terdapat bentuk kotak yg diilustrasikan sebagai “Martabak”, ada botol dan gelas Wine sebagai simbol glamour dan kehidupan foya-foya.
6. Istana IKN dan Mata Satu diatasnya ditujukan sebagai wujud Istana Da’jal Sang Penipu.
7. Kedua sosok yg di-ilustrasikan telanjang menunjukan bahwa keduanya telah begitu telanjang (vulgar) menunjukan kebejatan dan aib dirinya kepada semua orang (tidak sembunyi-sembunyi lagi).
8. Disisi kiri bawah dan kanan atas dua sosok telanjang nampak sekumpulan Tikus yg menyerupai Babi sebagai simbol Koruptor yang berada di sekeliling si Penipu dan si Belimbing.
9. Warna yg mengelilingi istana da’jal ada warna Merah, Kuning, Biru dan Hijau yang mencirikan warna partai politik pendukung Sang Da’jal.
Jadi kurang tepat dengan apa yg dikatakan Fadli Zon bahwa lukisan lukisan tsb bertendensi Sara, padahal sebenarnya hanya karena menyinggung kelakuan dua orang Sarap yang tidak tau malu karena nekat ikut Pemilu bermodalkan Ijazah Palsu.
@petanirumah Miris masih ada org tak mampu di negera kaya melimpah,pemerintah nya malah masih mikir malakin pajak kepada rakyatnya,terima kasih pak masih mau peduli,semoga berkah ya pak,sehat selalu dan anaknya sukses,karena punya orang tua yg hebat seperti bpk.
@akbarfaizal68 Tidak ada harapan karena memang mereka tdk dapat di harapkan seperti tiada saja keberadaannya bagusnya di tiadakan saja karena jelas-jelas tdk ada bedanya ada atau tdk ada mereka ,tdk mewakili yg terwakilkan karena mereka hanya mewakili diri mereka saja