Alasan mengapa Spider-Man: Brand New Day kali ini dinilai sebagai karya masterpiece
Karena mereka mereproduksi semua cover asli Spider-Man
Sehingga membuat para penggemar maniak jadi tergila-gila
Penonton biasa hanya merasa aksinya keren saja
Tapi para penggemar sejati, pada momen itu merasa secara bersamaan rasa respect dan cinta terhadap komik aslinya..
Gua Berusaha Untuk Mengurangi Nonton Short Video Setelah Baca Jurnal Ini
Lo pernah nggak sih ngerasa otak makin “lemot” setelah seharian scroll short video?
Awalnya gua pikir itu cuma perasaan doang, sampai gua baca jurnal ini.
Ternyata, kebiasaan nonton short video, entah itu TikTok, Reels, YouTube Shorts, ternyata beneran ada efeknya ke otak. Efeknya ngaruh ke kognisi, memori, dan fokus.
Iya, betul, kemampuan otak yang selama ini kita andalkan buat kerja, belajar, atau sekadar mikir jernih itu bisa terganggu.
Penelitian meta-analisis skala besar yang ngerangkum 71 penelitian dengan hampir 100.000 partisipan menemukan hasil menarik yaitu
𝗦𝗲𝗺𝗮𝗸𝗶𝗻 𝘀𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴 𝗻𝗼𝗻𝘁𝗼𝗻 𝘃𝗶𝗱𝗲𝗼 𝗽𝗲𝗻𝗱𝗲𝗸, 𝘀𝗲𝗺𝗮𝗸𝗶𝗻 𝗯𝗲𝘀𝗮𝗿 𝗷𝘂𝗴𝗮 𝗽𝗲𝗻𝘂𝗿𝘂𝗻𝗮𝗻 𝗳𝘂𝗻𝗴𝘀𝗶 𝗼𝘁𝗮𝗸
Nonton short video terlalu sering juga berkaitan dengan naiknya tingkat stres, kecemasan, sampai gangguan tidur.
Short video itu kontennya super cepat, super padat, dan super stimulatif. Otak kita kebanyakan “dopamine hit” dalam waktu singkat. Akhirnya, konten panjang jadi kerasa membosankan, kokus makin pendek, daan itu kebawa ke aktivitas lain di dunia nyata.
Semoga bermanfaat!
apakah, apakah.. derita WNI saat ini, dibuat sedemikian rupa (ekonomi sulit, harga-harga naik, dll) lalu dibuat ada MBG, Kopdes.. agar pimirintih terlihat heroic dan succeed??
isi berita sebenarnya:
- omzet 300 juta itu totalan dari januari sampe juni 2026 jadi 6 bulan bukan sehari
- jadi perbulan 50 juta
- strateginya jual kebutuhan pokok kayak beras minyakita gas lpg 3kg telur mi instan
- harganya dibikin murah dari pasaran misalnya lpg 3kg dijual 18.000 padahal harga pasar sekitar 22.000
- minyak goreng 15.700 padahal pasaran 19-20 ribu
- jadi warga pada dateng belanja karena harganya lebih murah dibanding di tempat lain
@dosenkesmas Baru baca lengkap.
Copywriting-nya juara sih.
Hook-nya bagus. Bikin penasaran. Kita termakan asumsi awal.
Tapi ceritanya bikin plot twist dan memuaskan pada akhirnya.
Pesan tersurat soal promosinya tidak bikin emosi. Hahaha
@heliodious@hrdbacot sedikit nambahin. sales itu ibaratnya, jualan tiap hari (visit tiap hari). marketing, itu yang ciptain peluang jualannya, dimana ga harus jualan atau visit customer yang sama tiap hari.
Laporan analisis terbaru Harian Kompas melempar alarm ekonomi paling mengerikan tahun ini: Setelah fenomena "MANTAP" (Makan Tabungan), kini masyarakat kelas menengah-bawah meluncur ke fase "MATANG" (Makan Utang) hanya demi mencukupi kebutuhan perut sehari-hari.
Ketika Istana sibuk mengklaim "fundamental ekonomi bagus" & pertumbuhan di atas 5%, data OJK & Bank Indonesia per Mei 2026 justru membongkar kenyataan berdarah-darah di lapangan.
1. Pinjaman Konsumtif Meroket Rp160,7 Triliun.
Total saldo utang dari Pinjol (Pindar), Kartu Kredit, dan Paylater melonjak 26,4% (YoY) menembus Rp160,7 Triliun. Pinjol memegang porsi terbesar hingga Rp103 Triliun, sementara pembiayaan Paylater tumbuh paling liar mencapai 42,04%.
2. Pegadaian Kebanjiran Warga yang Gadai Barang.
Pembiayaan industri Pegadaian meledak 57,97% (YoY) menjadi Rp131,2 triliun, di mana 84% di antaranya adalah rakyat yang terpaksa menggadaikan barang berharga demi bertahan hidup.
3. Tsunami PHK Sektor Riil
Sebab utamanya dibeberkan oleh CELIOS (Nailul Huda): badai PHK sektor riil kian tak terkendali. Data Kemnaker per Juni 2026 mencatat korban PHK melonjak 23 kali lipat dalam sebulan (dari 829 orang di Mei menjadi 19.530 orang di Juni).
4. Konsumsi Semu Hasil Numpuk Cicilan
Guru Besar FEB Unand (Prof. Syarifuddin Karimi) menegaskan: tingginya angka belanja warga hari ini bukan karena pendapatan riil naik, melainkan ditopang utang berulang . Warga terjebak lingkaran setan cicilan yang siap meledak menjadi krisis kredit macet (NPL) dan pemicu kriminalitas sosial.
Inilah dampak nyata dari kebijakan fiskal ugal-ugalan: APBN dibakar ratusan triliun untuk proyek pemborosan non-produktif, sementara sektor riil dibiarkan sekarat, BBM dinaikkan, dan daya beli rakyat dihancurkan. Mengelola negara itu menggunakan rasio ekonomi riil, bukan modal omon-omon klaim statistik di atas kertas.
Video ; kompas tv