Praktik Baik warga RT08 RW04 Malaka Jaya WAJIB nih di "Copy Paste" oleh RT RT lain di Indonesia
Terima kasih untuk liputan IG Sibungbung yang sudah meliput praktik baik berupa Survival Architecture Indonesia System
Kisah mengenai Nabi Nuh a.s. yang mencari pohon atau bibit anggur setelah bahtera beliau berlabuh di Bukit Judi merupakan riwayat yang cukup populer dalam literatur klasik Islam, khususnya dalam kitab-kitab *Qashash al-Anbiya'* (Kisah Para Nabi) dan beberapa tafsir yang memuat riwayat *Isra'iliyyat*.
Berikut adalah alur cerita yang umumnya diriwayatkan dalam tradisi tersebut:
### Pencarian Bibit yang Hilang
Setelah air bah surut dan bahtera Nabi Nuh berlabuh, beliau beserta para pengikutnya turun ke bumi untuk memulai kehidupan baru. Nabi Nuh bermaksud menanam kembali tanaman-tanaman dan buah-buahan yang bibitnya sempat diselamatkan di dalam kapal. Namun, saat mengumpulkan bibit-bibit tersebut, Nabi Nuh mendapati bahwa bibit pohon anggur tidak ada.
### Peran Malaikat Jibril dan Iblis
Nabi Nuh kemudian berdoa dan bertanya kepada Malaikat Jibril mengenai keberadaan bibit anggur tersebut. Malaikat Jibril memberitahukan bahwa Iblis telah mencuri dan menyembunyikannya karena Iblis mengetahui keistimewaan serta potensi dari buah anggur. Atas petunjuk Malaikat Jibril, Nabi Nuh berhasil meminta dan mengambil kembali bibit anggur tersebut dari tangan Iblis untuk ditanam.
### Tipu Daya Iblis dan Tamsil Bahaya Khamr
Ketika Nabi Nuh menanam pohon anggur tersebut, Iblis tidak tinggal diam. Iblis berpura-pura ingin membantu menyuburkan tanaman itu. Dalam riwayat klasik, digambarkan bahwa Iblis menyembelih beberapa jenis hewan di dekat akar pohon anggur agar darahnya menyerap ke dalam tanah, di antaranya:
* **Burung Merak**
* **Kera / Monyet**
* **Singa**
* **Babi**
Para ulama klasik menggunakan bagian cerita ini sebagai **tamsil (perumpamaan) dari efek buruk khamr** (minuman keras berbahan dasar olahan anggur) terhadap manusia yang meminumnya hingga mabuk:
1. **Awal meminumnya:** Seseorang menjadi bersolek, merasa indah, dan bangga diri seperti **merak**.
2. **Mulai mabuk:** Mulai bertingkah konyol, berisik, dan kehilangan rasa malu seperti **kera**.
3. **Mabuk berat:** Menjadi emosional, pemarah, dan agresif seperti **singa**.
4. **Sangat mabuk:** Hilang akal sepenuhnya, tidak terkontrol, dan tidak peduli kebersihan seperti **babi**.
Kisah rinci mengenai Iblis yang mencuri bibit anggur dan menyembelih hewan di akarnya bersumber dari riwayat *Isra'iliyyat* (cerita yang masuk ke dalam tradisi sejarah Islam dari penuturan Ahli Kitab terdahulu). Riwayat ini tidak bersumber dari ayat Al-Qur'an maupun hadis sahih, namun sering dikutip oleh para sejarawan dan ahli tafsir klasik sebagai hikmah dan peringatan moral akan bahaya minuman keras.
Dulu dijuluki sebagai “Bumi Santet”, daerah ujung timur Jawa yang cuma dilewati begitu saja dalam perjalanan menuju Bali.
Sekarang, Banyuwangi dikenal sebagai “Sunrise of Java”, salah satu model pariwisata yang paling sering sukses di Indonesia dalam satu dekade terakhir.
Kisah sukses daerah ini sebenarnya sudah membuat kami penasaran bertahun-tahun, apalagi proses rebranding tersebut melibatkan beberapa arsitek ternama.
Akhirnya, bulan Juni kemarin kami berkesempatan untuk mengunjunginya. Yuk kita bahas kisahnya!
A thread 🧵 by Narasi Visual
Koruptor akan dikejar sampe Antartika kejauhan, sampe antar kota aja ngga kesampaian..
Menangkap koruptor hanyalah retorika saat kampanye, Bahkan kasus yg menyangkut orang di sekelilingnya hanya sekedar omon-omon
Berikut video analisa saya berjudul "Rakyat gaduh : Presiden Prabowo 1 dari 6 hari berada di luar negeri ? 5 saran saya". Semoga didengar Pemerintah. Silahkan dikomentari, dibahas, disebarkan, dikutip & boleh juga diliput media. Salam, Dr. Dino Patti Djalal
imo adanya pelakor/engga itu sebenarnya kuncinya ada di cewe. Klo kita as a woman kasih akses suami org buat godain kita, bakal berlanjut. Tp klo kita ga kasih akses, mau se-gila apapun cowok godain kita ya ga bakalan ada perselingkuhan.
Mau jd cewe yg high value/cewe murahan itu memang pilihan dan semua pilihan pasti ada konsekuensinya
@kompascom "Anggaran pendidikan kita konon 20% dari APBN/APBD. Tapi melihat gaji guru relawan yang bahkan tidak cukup untuk beli pulsa data dan bensin sebulan, kita jadi bertanya-tanya: 20% itu lari ke mana saja? Apakah lebih penting membangun taman kota daripada memastikan guru bisa makan